Kamis, 30 Januari 2020

Hal Menarik di Setiap Perjalanan Kereta Api

Assalamu'alaikum Warrahmatullah Wabarakatuh


Halo semuanyaaaa!!! 😄

Di post kali ini, gw mau agak berbeda nih dimana sebagai "anak anker" alias anak kereta (kereta api lho, bukan KRL) gw mau berbagi hal-hal menarik yang gw alami sebagai pengguna setia kereta api. Bisa dibilang, ada sesuatu yang magis (#cielah) dari kereta api, yang membuat kalian tetap akan kangen naik moda satu ini dibanding moda transportasi yang lain seperti pesawat, bis, atau mobil.

Pengalaman Kereta Api
Menunggu kedatangan kereta dengan berlatar pemandangan monas
Gw sendiri sudah naik kereta api dari semenjak gw ada di dalam kandungan 😂. Wadaw, kok bisa? Jadi orang tua gw tinggal di kota yang berbeda dengan kakek-nenek gw dan moda yang paling nyaman untuk berkunjung ke rumah kakek-nenek gw adalah kereta api; ditambah sekarang pun gw kuliah di ibukota yang sekali lagi membuat gw menggunakan moda kereta api untuk pulang kampung. Mungkin kalau dihitung sampai umur gw yang ke 23 sekarang ini, udah lebih dari 50 kali ya gw naik kereta api dengan berbagai macam kondisi dan bentuknya hahaha. 

Jadi, disini gw mau merangkum apa aja hal-hal menarik yang gw temui di kereta yang tentunya akan menjadi kenangan tersendiri buat gw untuk tetap kangen dan kangen lagi dengan kereta 😊.


1. Ticket War Tiap Mau Lebaran

Kalau di UI terkenal dengan istilah SIAK WAR, di dunia perkereta-api-an ada juga nih istilah yang gw bikin-bikin sendiri #plakk yaitu ticket war. Dibanding SIAK war yang bertujuan buat milih kelas dan dosen demi IP semester yang melegakan, si ticket War ini juga nggak kalah menegangkan buat memastikan kursi agar pulang kampung saat lebaran dengan selamat dan harga yang masih bersahabat. Sebelum pembukaan tiket, sedari 15 menit sebelumnya gw udah siap-siap dengan segala amunisi seperti internet, cemilan, dan berbagai macam gadget: laptop & hp semua dikerahkan untuk menghadapi war ini 😝. Website KAI atau traveloka udah gw refresh berkali-kali tiap 1 menit hahaha. Saat udah teng waktu bukaannya, gw langsung milih kereta dan kursi dan ngisi data-data secepat mungkin, kemudian langsung gw transfer atau lari-lari penuh kepanikan ke indomaret/alfamart buat bayar tiketnya karena waktu batas pembayaran cuman 38 menit 😆. 

Tentu saja segala sesuatu nggak selalu berjalan mulus, guys. 
  • Server down pas pembukaan tiket? Pernah. 
  • Ketiduran pas pembukaan tiket? Pernah (Mohon dimaklumi guys, pembukaan tiketnya itu jam 12 malam huhu). 
  • Udah lari-lari ke indomaret/alfamaret tapi ternyata disana antre panjang yang berakibat waktu habis dan nggak dapat tiket? Pernah. 
  • Udah lari-lari ke indomaret/alfamaret tapi ternyata lagi nggak berfungsi layanan bayar tiketnya? Pernah. 
  • Lagi buru-buru panik ngisi data diri KTP dan kawan-kawannya tinggal check out, tiba-tiba ke-out sendiri karena tiketnya udah habis? Pernah.
  • Terlalu lama galau milih kursi antara deket jendela atau deket jalan sampai akhirnya kehabisan tiket? Pernah.
  • Nggak ada masalah teknis apapun pas milih tiket atau masalah galau pilih kursi yang mana, tapi ada masalah kantong kering alias nggak punya duit buat beli tiket? Pernah 😆.
Pengalaman Kereta Api
Perjuangan demi selembar tiket
Nah ticket war ini cuman terjadi pas lagi high season aja ya macam lebaran, kalau di hari biasa mah santai-santai aja. Kalau dulu pembukaan tiket itu 3 bulan atau 90 hari sebelum hari keberangkatan, kalau sekarang di aturan yang baru pembukaan tiket itu 1 bulan atau 30 hari sebelum keberangkatan. Apa akibatnya kalau kalah dalam ticket war? Ya antara nggak dapat tiket atau dapat tiket tapi dengan harga yang mahal (di kereta api ada subclassnya, dimana kalau kita telat atau terlambat beli harga tiket maka akan dapat harga yang lebih mahal).


2. Tiket Tanpa Kursi

Fenomena tiket tanpa kursi ini cuman terjadi pas jaman dahulu, jaman sebelum Ignasius Jonan jadi Dirut KAI. Ini sebenernya bukan pengalaman yang menyenangkan ya, tapi kalau diingat-ingat lucu juga haha. Jadi jaman dulu, PT. KAI nggak cuman menjual tiket yang benar, tapi juga menjual tiket tanpa ada kursi -entah apa alasannya PT KAI kok bisa jualan tiket begitu. Namun, sejak Dirutnya Pak Ignasius Jonan, perlahan kereta api jadi jauuuh lebih rapi, termasuk penertiban tiket.

Gw sendiri pernah di kedua pihak: yang dapat tiket "benar" dan dapat tiket tanpa kursi. Pas gw dapet tiket yang emang "benar", gw jujur suka kesal sama orang-orang yang nggak dapat kursi dan nebeng di gagang kursi gw, ganggu gitu lho (-pikir gw saat itu yang masih SD). Hingga kemudian ada momen di mana keluarga gw kehabisan tiket lebaran yang berakibat terpaksa beli tiket tanpa kursi. Waktu itu ibu ama adek gw duduk di lantai kereta, bapak gw berdiri dan mondar-mandir kesana-kemari (ya Allah kasian kalau inget ini), sedangkan gw? Gw duduk di gagang kursi seorang penumpang (ortu gw izin ama penumpang itu biar gw bisa duduk di gagang kursinya). Gw merasa nggak enak sama itu orang takutnya dia nggak ikhlas atau nggak nyaman ada gw disitu. Nah, lho; kualat kan? Hahahaha. 


3. Tidur Beralaskan Koran di Lantai Kereta

Pengalaman ini juga nggak terlepas dari jaman-jaman PT. KAI belum dipegang Pak Ignasius Jonan hahaha, yah pokoknya di jaman itu kereta masih berantakan dan amburadul deh. Jadi ceritanya nih kalau misal sekeluarga naik kereta kan otomatis milih tempat duduk buat 4 orang terus kursinya dibikin hadap-hadapan gitu (jaman dulu kursi masih bisa digeser ngadep belakang atau depan). Saat ingin tidur, berhubung tidur dengan posisi duduk itu sama sekali nggak enak, ya akhirnya gelar koran dong di bawah kursi (toh masih termasuk teritori kursi) dan bobok disitu dengan kaki bebas telentang wkwkwkwk. Ya Allah, kalau dingat-ingat sekarang  kok ngenes banget yaaa hahaha. Tapi yang gw herannya kok waktu itu gw merasa nyaman-nyaman aja tidur beralaskan lantai kereta yang keras dan nggak merasa jijik sama sekali. Ditambah dengan ayunan dan goyangan gerbong yang meliuk-liuk membuat tidur semakin pulas. Duh, kangen deh jaman-jaman begitu 😊.


4. Dengkul Ketemu Dengkul

Pengalaman ini hanya bisa didapat bagi teman-teman yang naik kereta ekonomi, yang naik bisnis-eksekutif atau bahkan priority-luxury dijamin can't relate. Terkadang gw merasa bahwa pengalaman unik macam gini cuman bisa didapetin saat kita nggak punya banyak uang ya hahaha, ada hikmahnya juga. 

Jadi nih guys, posisi duduk kereta ekonomi itu hadap-hadapan ada yang formasinya 4 orang hadap-hadapan dan ada juga yang 6 orang hadap-hadapan. Namanya juga ekonomi; udah sempit, hadap-hadapan, jarak antar kursinya deket pula; jadilah seringkali lutut ketemu lutut 😆. Wah kalau udah kayak gini, nggak enak banget deh, udah gitu kudu tahan selama berjam-jam bahkan belasan jam buat di posisi macam itu. Coba bayangin kalau yang ketemu lutut-lutut itu sama-sama cowok atau cewek-cowok yang nggak saling kenal? Kan awkward ya hahaha, udah mukanya hadap-hadapan ditambah dengkul yang saling sentuh-sentuhan, awkward maksimal atau risih makmisal. Untung kaki gw pendek ya, jadi gw mah nggak pernah menemui masalah macam gini hahaha. Ada solusi lain sih, yaitu kalian janjian ama penumpang di depan biar kakinya selisih-selisihan; tapi masalah baru muncul lagi: siapa yang bisa duduk dengan nyaman kalau ada kaki orang lain ada di dekat dengan selangkangan kalian? 😆. Nah lho, serba salah kan?


5. Rebutan Bagasi

Kalau lagi musim lebaran, jangan heran dengan pemandangan seperti ini: satu keluarga dengan banyak tas: koper ada, tas jinjing ada bahkan tiap anaknya bawa tas ransel masing-masing, ditambah entah berapa buah kardus (biasanya isinya oleh-oleh), dan sekarung beras. Nah kalau udah ketemu yang semacam itu dan kalian telat masuk gerbong, yaudahlah pasrah dan ikhlas aja kalau misal kalian nggak kebagian bagasi hahaha. 

Jadi pas jaman-jaman lebaran, emang wajar bakal banyak orang plus banyak juga bawaannya, jadi kita-kita nih yang jomblo dan single dengan barang bawaan cuman 1 ransel atau 1 koper aja harus berjuang biar dapat bagasi atau kalau nggak ya nggak dapat bagasi. Cuman masalahnya guys, tipe-tipe penumpang yang bawa banyak bawaan seperti ini, kereta belum datang aja mereka udah baris di peron; apalagi pas keretanya dateng beuhhh mereka langsung lari secepat kilat buat ngetag bagasi. Ya jadilah orang macem gw yang nggak kuat adu serobot dan otot memilih untuk ngalah aja dan dapat bagasi seadanya, kalau nggak dapat bagasi pun yaudah gw taruh bawaan gw di bawah kolong kursi.
Pengalaman Kereta Api
Pemandangan bawaan penumpang khas mudik: kerdus-kerdus
Gw sebelumnya sempat kesal kalau ketemu yang macem gitu ya, mungkin harusnya ada aturan barang bawaan maksimal penumpang di kereta semacam di pesawat gitu; tapi sekarang mah gw udah biasa aja lagian cuman kejadian setahun sekali pas lebaran aja, atau bisa jadi barang yang mereka bawa itu adalah oleh-oleh yang udah diharapkan banget ama keluarga di kampung jadi ya udah nggak apa-apa. Peristiwa ini terjadi nggak cuman terjadi di 1 kelas aja ya, gw menemuinya baik itu di kelas ekonomi, bisnis, maupun eksekutif. Meskipun begitu, nggak bisa dipungkiri ya paling banyak di ekonomi.


6. Gerbong Restorasi aka Gerbong Makan

Ini nih mungkin spot favorit buat kalian anak-anak kereta. Memandang keluar jendela, melihat hamparan sawah sambil sesekali menyeruput teh panas, duuh nikmatnya. Gerbong restorasi juga bisa ya jadi tempat menghangatkan badan setelah kedinginan di kursi akibat AC yang dingin keterlaluan. Gw seneng banget nih disini, menikmati nasi goreng atau nasi rames yang lebih sering nasinya keras ditambah dengan segelas teh panas (literally panas) yang bisa membuat lidah terbakar sambil menikmati hamparan persawahan atau Laut Jawa sepanjang Jakarta-Semarang, apalagi kalau gerbong restorasinya lagi sepi jadi gw bisa semakin khidmat menikmati kesendirian ini hahaha.

Pengalaman Kereta Api
Menikmati santapan kereta di gerbong restorasi
Gerbong restorasi ini bisa menjadi awal mula sebuah cerita. Tak jarang orang bertemu dengan pasangannya di gerbong restorasi ini, membuat kaum-kaum jomblo jadi punya modus dan harapan terselubung saat mampir di gerbong restorasi. Tapi beneran lho, gerbong restorasi ini cocok buat jadi latar cerita, lihat aja berapa banyak film atau novel yang mengambil tempat di gerbong restorasi. Masih ingat dimana James Bond bertemu pertama kali dengan Vesper Lynd dalam Casino Royale? Ya di gerbong restorasi. Masih ingat dimana Hercule Poirot menjelaskan kecurigaannya tentang terjadinya pembunuh dalam Murder on the Orient Express? Ya di gerbong restorasi. Masih ingat dimana Angelina Jolie ketemu pertama kali sama Jhonny Depp dalam film The Tourist? Ya di gerbong restorasi. Masih ingat dimana Ray bertemu pertama kali dengan pujaan hatinya dalam Rembulan Tenggelam di Wajahmu? Ya di gerbong restorasi. Tuh banyak cerita kan di gerbong restorasi ^^

Pengalaman Kereta Api
Om James Bond dan Mbak Vesper yang ketemu di gerbong restorasi



7. Makanan Kereta

Sebenarnya sih nggak ada yang spesial juga dengan makanan kereta, nggak yang enak banget sampai terkenang gitu; justru yang terkenang adalah keheranan gw kok mau-maunya beli satu cup teh panas harga 15.000 yang mungkin isinya nggak nyampe 200 ml😆, overpriced-nya keterlaluan. Teh panas yang gw maksud disini beneran panas guys, jadi pas lagi dibikin sama pramusaji-nya beneran dicur-in langsung dari termos panas tanpa ada tambahan air dinginnya, kebayang nggak tuh sepanas apa XD; makanya gw baru bisa minum teh panas itu setelah menunggu 15 menit (sekaligus sebagai alasan untuk berlama-lama di gerbong restorasi).

Untuk makanan yang tersedia ada macam-macam ya, paling mainstream sih ayam goreng, nasi goreng, nasi rames, indomie, dan berbagai macam snack bermicin; meskipun begitu ada menu unik yang bisa kita temukan di kereta berupa makanan khas dari kota yang dilalui kereta tersebut. Contohnya untuk kereta jurusan Jakarta-Semarang, biasanya setelah kereta melalui Stasiun Cirebon, maka di restorasi akan disediakan empal gentong, salah satu kuliner wajib dicoba saat bertandang ke Cirebon. Gw pernah punya pengalaman saat puasa beberapa tahun lalu dimana saat itu PT KAI baik banget nyediain makanan buka puasa gratis buat penumpangnya, sayangnya sekarang udah nggak ada lagi.

Pengalaman Kereta Api
Alhamdulillah dapat menu buka puasa gratis dari PT KAI 😊
Sebenarnya secara keseluruhan bukan cita rasa makanan atau minuman yang menjadikannya menarik dan patut dikenang, melainkan bagaimana memori dari pengalaman itu sendiri: menikmati ayam goreng dengan daging yang alot ditemani dengan secangkir teh yang terlalu panas sambil menikmati alunan goyangan gerbong dan hamparan hijau persawahan.


10. Toilet Bolong

Pemandangan ini mungkin cuman ditemui di kereta ekonomi ya, kalau di bisnis dan eksekutif gw belum pernah menemui; itupun nggak semua kereta ekonomi seperti ini. Jadi guys, bentuk toilet di kereta itu bermacam-macam ya, ada yang jongkok ada yang duduk; dan ada pula yang bolong. Iya, bolong. Maksudnya? Jadi bentuknya cuman bolongan doang yang kemudian langsung terhubung ke rel kereta di bawahnya. Bisa bayangin kan kalau misal kalian BAK atau BAB dan kebetulan dapat toilet seperti itu? Ya langsung "plung" ke bawah. Sejak saat itu, gw jadi suka suudzon tiap liat kereta api lewat dan ada air yang mengucur dari bawah gerbongnya, jangan-jangan... 😆

Pengalaman Kereta Api
Eww bolong
Tapi pemandangan ini gw lihat uda beberapa tahun lalu ya, mayoritas toilet sekarang sudah punya sistem septic tank-nya sendiri jadi nggak otomatis "plung" gitu turun ke bawah.


11. Teman Seperjalanan

Berhubung selama 5 tahun terakhir ini gw seringnya naik kereta sendirian, jadinya gw selalu bertemu dengan orang asing sebagai temen duduk gw di kereta. Dari yang anak SMP, ibu-ibu, mbak-mbak, bapak-bapak, sampai kaki-nini. Ada yang dari awal naik sampai turun kereta, dieeem doang dan mainan hp; ada juga yang ramah dan ngajak ngobrol terus sampai nggak sadar udah 4 jam ngobrol; dan ada juga yang keponya keterlaluan entah kenapa 😅. Ada yang cerita mau ngunjungin cucunya di Semarang, ada yang cerita mau 'kulakan' baju di pekalongan, ada juga yang cerita anaknya sekarang lagi galau menentukan univ pilihan di jalur undangan, sampai cerita dari seorang direktur sebuah perusahaan mengenai pengalamannya menginterview berbagai macam jenis freshgraduate; yap selalu ada cerita dari teman seperjalanan.

Gw sendiri bukan tipe yang memulai pertama kali suatu percakapan saat di kereta, tapi gw pasti akan menanggapi dan tak segan untuk bercerita panjang lebar jika teman duduk gw memulai percakapan apalagi kalau dia terlihat menyenangkan untuk diajak ngobrol. Hal ini menjadi salah satu membuat gw penasaran kira-kira siapa ya yang nanti bakal jadi teman seperjalanan gw, apakah seorang pelajar, seorang ibu, seorang guru, seorang pedagang, atau yang lainnya. Kira-kira apakah kita nanti akan ngobrol panjang, ngrobrol seadanya, atau malah diam tak peduli sama sekali selama 6 jam perjalanan. Dan kira-kira ilmu atau wawasan apa yang akan gw dapat dari obrolan nanti, apakah hanya sekedar basa-basi atau pembahasan dalam mengenai suatu topik. Who knows?


12. Pemandangan

Pemandangan adalah hal nggak boleh luput gw sebutkan disini. Dimulai dari bentangan biru laut utara Jawa setiap menaiki kereta jurusan Jakarta-Surabaya; kemudian menikmati hijaunya persawahan berlatarkan pegunungan saat memasuki wilayah Kendal di kereta jalur utara; atau merasakan jantung yang deg-degan saat melewati Jembatan Cikumbang yang dikelilingi pemandangan indah khas parahyangan di kereta jurusan Jakarta-Bandung; atau merasakan pengalaman membelah perbukitan saat melintasi Purwokerto; dan masih baaaanyak lagi. Pengalaman yang menakjubkan bukan? Gw yakin mungkin ini menjadi salah satu faktor magis yang membuat orang untuk selalu kembali dan kembali menaiki kereta, terlepas dari berbagai macam moda transportasi yang tersedia.

Jembatan Sikumbang


Cuap Cuap Terakhir

Nah itu dia hal-hal menarik yang gw temukan di setiap perjalanan kereta api. Setiap orang punya anggapan sendiri mengenai apa yang dianggapnya menarik, jadi kalau misal kalian ada sesuatu yang menarik namun tidak dibahas oleh gw di post ini, kalian boleh banget cerita di komen di bawah :D.

Semoga tulisan ini bermanfaat ya! Sampai jumpa lagi!





- Safira CA -
Pelajar yang sedang berjuang menulis tugas akhir 
malah memilih mangkir demi menulis kenangan kereta yang tiba-tiba terpikir

Jumat, 10 Januari 2020

Antara Pubertas Dini dan Postur Tubuh Mini

Assalamu'alaikum Warrahmatullah Wabarakatuh



Oke pada post kedua di section Sci-Tech ini, gw mau membahas tentang pubertas dini atau dalam bahasa ilmiahnya adalah "precocious puberty". Kenapa gw membahas topik ini? Karena gw rasa di Indonesia masih kurangnya awareness dari orang tua terhadap kondisi pubertas anaknya dan gw berharap dengan adanya info ini, orang tua bisa melakukan deteksi dini apabila ada dari anaknya yang memiliki gejala-gejala pubertas dini dan bisa mencegah dampak yang ditimbulkannya. Disini gw bukan dokter atau praktisi kesehatan, gw cuman mau sharing karena gw memang punya concern di masalah ini hehe. Meskipun gw bukan orang yang punya latar belakang di bidang kesehatan, gw tetap berusaha sebisa mungkin agar informasi yang ditampilkan disini berasal dari sumber atau artikel imiah yang terpercaya. Oke, g usah lama-lama, langsung aja cekidot.


Apa itu pubertas dini? Kapan suatu proses pubertas dikategorikan "dini"?

Pubertas pada dasarnya merupakan kondisi dimana terjadi perubahan secara fisik, psikis, dan pematangan fungsi secara seksual. Proses pubertas disini meliputi pertumbuhan tulang dan otot, perubahan pada bentuk dan ukuran tubuh, serta terjadi perkembangan kemampuan tubuh untuk melakukan reproduksi. Pubertas dimulai pada range usia 8-10 tahun dan berakhir di range usia 15-16 tahun. 

https://bloximages.newyork1.vip.townnews.com/bendbulletin.com/content/tncms/assets/v3/editorial/7/21/721b3406-8f93-545f-beb9-e4609ca7b9d9/5de9a88d9ebc2.image.jpg?resize=400%2C533
Ilustrasi pubertas dini
Suatu kondisi dikatakan pubertas dini apabila pubertas sudah dimulai di usia kurang dari 8 tahun pada anak perempuan dan pada usia kurang dari 10 pada anak laki-laki. Contoh kasusnya adalah mulai tumbuhnya payudara pada anak perempuan 6 tahun. Pada kasus pubertas dini, gejala yang muncul tidak hanya berupa perubahan fisik (tumbuhnya payudara, membesarnya penis/buah zakar), melainkan juga dibarengi juga percepatan pertumbuhan tinggi tumbuh dan kematangan tulang. 



Kenapa pubertas dini harus segera ditangani?

Menurut gw, kasus pubertas dini bukanlah suatu kasus yang bisa dikesampingkan begitu saja, orang tua perlu waspada apabila mereka melihat adanya gejala pubertas dini pada anaknya. Sebagaimana sudah gw sebutkan sebelumnya, bahwa pada kasus pubertas dini akan diikuti oleh percepatan pertumbuhan tinggi tubuh dan kematangan tulang; hal ini akan menyebabkan proses pertambahan tinggi tumbuh cepat selesai bahkan berakhir sebelum mencapai potensi tinggi maksimalnya yang berakibat pada tinggi tumbuh akhir yang cenderung pendek.  Untuk masalah tinggi potensial seorang anak bisa dihitung dengan mempertimbangkan tinggi kedua orang tuanya, di internet ada banyak sekali kalkulator untuk perhitungannya, berikut gw kasih link untuk kalkulator prediksi tinggi badan.

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di jurnal The Journal of clinical endocrinology & Metabolism 2 menyatakan bahwa pubertas dini menyebabkan tinggi tubuh yang pendek bahkan didapati bahwa perempuan yang mengalami pubertas dini maka tingginya akan tidak lebih dari 151 cm dan bagi laki-laki maka tingginya tidak akan lebih dari 157,8 cm. Penelitian ini pun didukung oleh penelitian lain yang diterbitkan Jurnal Pediatrics dan Therapeutics 3, dimana penelitian dilakukan pada 586 anak perempuan yang mengalami pubertas dini, dimana didapat rata-rata tinggi yang mereka capai sekitar 149.4 cm padahal tinggi target berdasarkan perhitungan tinggi ayah dan ibu mereka adalah sekitar 157.8 cm. Dari sini terlihat terdapat perbedaan sekitar 8,4 cm dari tinggi prediksi/potensialnya. Pada penelitian ini juga didapatkan kesimpulan bahwa terdapat korelasi antara variabel tinggi tumbuh akhir seorang anak dengan waktu mulai menstruasi. Penelitian lain yang dilakukan pada tahun 2004 dan diterbitkan pada jurnal European Journal of Endocrinology menyebutkan bahwa menunda terjadinya pubertas dapat membantu meningkatkan tinggi tubuh akhir seseorang. Dari penelitian-penelitian yang sudah gw sebutkan di atas, jelas menyiratkan bahwa terdapat korelasi antara pubertas dini dengan tinggi tubuh yang pendek.

Ilustrasi emosional
Selain memengaruhi fisik yaitu tinggi tubuh akhir yang pendek, terdapat dampak lain yang disebabkan oleh pubertas dini yaitu dampak psikologis. Pubertas yang lebih awal terjadi, dapat menyebabkan si anak tersebut mengalami perubahan lebih dahulu dibanding anak-anak sebayanya, hal ini pun dapat memberikan tekanan psikologis sendiri pada anak. Contoh kasus yang bisa kita bayangkan adalah, pada anak perempuan usia 8 tahun yang telah tumbuh payudaranya terlebih dahulu dan lebih "terlihat" dibanding anak perempuan sebayanya, bisa membuat si anak tersebut merasa berbeda dari teman sebayanya atau bahkan menjadi bahan ceng2an oleh teman-temannya, tentunya hal ini pada sebagian anak akan menjadi tekanan psikologis sendiri, merasa malu, dan sebagainya. Bahkan pada beberapa literatur yang gw baca, pubertas dini cenderung memengaruhi perkembangan emosi anak dimana di masa dewasanya si anak tersebut berkembang menjadi pribadi yang emosional. Namun, untuk pernyataan ini baru gw temukan di artikel saja, gw belum menemukan penelitian yang bisa membuktikan korelasi ini.

Dari paparan di atas, tentunya kasus pubertas dini perlu menjadi concern bagi orang tua maupun calon orang tua agar bisa mencegah anak-anaknya mengalaminya atau segera menangani bila mendapati anaknya memiliki gejala pubertas dini. Memangnya apa saja penyebab dan gejala pubertas dini, lalu bagaimana cara penanganannya? Tenang aja, pertanyaan ini akan gw bahas satu-satu di bawah. Next! ->>>



Sebenarnya apa penyebab pubertas dini?

Penyebab pubertas dini lebih seringnya tidak dapat ditemukan; namun pada beberapa kasus (-yang itupun sangat jarang terjadi) pubertas dini dapat disebabkan karena infeksi, kelainan hormon, tumor, keabnormalitas-an atau luka pada otak. Pubertas dini atau prcocious puberty dapat dibedakan menjadi 2 jenis berdasarkan penyebabnya yaitu: 
  1. Gonadotropin-dependent Precocious Puberty
    Merupakan pubertas dini yang disebabkan terjadinya sekresi terlalu awal (premature secretion) dari hormon gonadotropin (hormon yang bertanggung jawab terhadap terjadinya pubertas). Berdasarkan literatur, para peneliti percaya bahwa kematangan yang terlalu awal pada hypothalamus-pituitary-ovaries axis-lah yang menyebabkan kelainan ini pada perempuan. Meskipun begitu, penyebab jelas kenapa bisa terjadi premature secretion dari hormon gonadotropin masih belum diketahui. Pubertas dini jenis inilah yang paling sering terjadi.
  2. Gonadotropin-independent Precocious Puberty
    Merupakan pubertas dini yang tidak disebabkan akibat sekresi terlalu awal (premature secretion) dari hormon gonadotropin (-itulah kenapa namanya "independent").
Ilustrasi hormon gonadotropin
Korelasi antara premature secretion hormon gonadotropin sebagai penyebab dari pubertas dini telah dibuktikan melalui penelitian yang dipublikasikan pada tahun 1999 di The Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism 2. Meskipun begitu belum diketahui dengan jelas apa penyebab dari premature secretion hormon gonadotropin pada tubuh.

Apa saja gejala pubertas dini?

Tentunya agar bisa aware terhadap pubertas dini, kita harus tahu apa saja gejala-gejalanya. Gejala dari pubertas dini sama dengan gejala pubertas pada umumnya hanya saja dimulai di usia yang lebih awal, yaitu kurang dari 8 tahun pada anak perempuan dan kurang dari 9 tahun pada anak laki-laki. Gejala-gejala tersebut antara lain:
  • Pertumbuhan payudara dan mentruasi pada anak perempuan
  • Pembesaran penis & buah zakar, pertumbuhan rambut, dan perubahan suara pada anak laki-laki
  • Pertumbuhan rambut pada kemaluan dan ketiak
  • Munculnya jerawat
  • Mulai muncul bau badan
Di luar tanda-tanda pubertas umum di atas, berdasarkan sumber yang gw baca terdapat gejala khusus yang muncul untuk kasus pubertas dini ini antara lain:
  • Si anak berubah jadi moody disebabkan perubahan hormon
  • Meningkatnya agresifitas pada anak
  • Si anak akan lebih tinggi dari anak-anak sebayanya (hanya pada awal saja)


Bagaimana cara diagnosis pubertas dini?

Apabila anda sebagai orang tua mencurigai bahwa anak anda mengalami pubertas dini maka hal pertama yang dilakukan adalah segera pergi ke dokter anak. Kemungkinan pemeriksaan yang akan dilakukan untuk diagnosa antara lain:
  • X-Ray
  • Pengukuran jumlah hormon gonadotropin (LH dan FSH), estradiol, testoterone, dan/atau tiroid.
  • Melakukan ultrasonografi pada kelenjar adrenal dan gonad (ovarium dan testis)
  • Melakukan tes pada Gonadotropin-stimulating-hormone (GnRH)
  • Melakukan magnetic resonance imaging (MRI)


Bagaimana cara penanganan pubertas dini?

Treatment yang dilakukan oleh dokter tentunya bertujuan untuk menghambat atau menghentikan proses pubertas dini yang sedang terjadi. Berdasarkan literatur yang gw baca, terapi yang digunakan salah satunya dengan terapi hormon menggunakan luteinizing-releasing hormone (LHRH). Hormon sintetis ini akan menghentikan proses kematangan seksual dengan cara mencegah kelenjar pituari untuk melepaskan hormon gonadotropin.



Nah itu dia sepenggal paparan gw tentang pubertas dini. Ya mungkin judul artikel ini terlalu lebay ya pakai kata "tubuh mini" hahaha, harusnya cukup tubuh pendek aja; tapi berhubung gw pingin judulnya punya rima yang asyik jadilah dibuat judulnya begitu biar menarik. 

Semoga yang gw tulis ini bisa bermanfaat buat kalian. Sampai jumpa di artikel gw selanjutnya dan jangan lupa cek artikel gw yang lainnya yaa. Bha bhayyyyyy


- Tulisan ini ditulis di dalam keremangan malam 
di atas rangkaian gerbong Argo Muria


Referensi:
D, L.-V., B, V., R, C. M., J, E. S., JD, F.-B., & C., M.-H. (2004). Onset of puberty at eight years of age in girls determines a specific tempo of puberty but does not affect adult height. Acta Paediatrica, 874-879.
Klein, K. O. (1999). Precocious Puberty: Who Has It? Who Should Be Treated? The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, 411-414.
Al-Agha, A. E., & Hadadi, A. A. (2015). Early Puberty and its Effect on Height in Young Saudi Females: A CrossSectional Study. Pediatrics & Therapeutics, 222-226.
Wit, J. M., Balen, H. V.-v., Kamp, G. A., & Oostdijk, W. (2004). Benefit of postponing normal puberty for improving final height. European Journal of Endocrinology, 41-45.
Mayo Clinic. (2019, April 5). Precocious Puberty. Retrieved from Mayo Clinic: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/precocious-puberty/symptoms-causes/syc-20351811
Children's National. (n.d.). Pediatric Precocious Puberty. Retrieved from Children's National: https://childrensnational.org/visit/conditions-and-treatments/diabetes-hormonal-disorders/precocious-puberty

Rabu, 13 November 2019

Review Laneige Clear C Advance Effector EX

Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakatuh



Holaaaa semuanya!!!!

Akhirnya setelah sekian lama vakum dari dunia review skincare #cielah, hari ini gw muncul dengan review salah satu produk skincare yang sangat HITSS ABIZZZ, yaitu Laneige Clear C Advance Effector. Setelah sebelumnya gw dibikin terkagum-kagum dengan Laneige Clear C Peeling Serum (Baca Reviewnya disini), gw memutuskan untuk mencoba seri Clear C yang lain yang tentunya nggak kalah hits dari serumnya. Hohoho. Nggak pakai lama, langsung aja deh cuzz ke reviewnya->>>

Deskripsi Singkat Produk

Oke, produk Laneige Clear C Advance Effector ini adalah salah satu produk dari rangkaiqn Clear C laneige. Rangkaian Clear C sendiri terdiri atas booster, serum, dan peeling mask. Nah si Laneige Clear C Advanced Effector ini berfungsi sebagai booster. Apa sih booster itu? Booster adalah produk yang berfungsi untuk "menge-boost" atau memaksimalkan kerja skincare setelahnya, dalam hal ini si serum. Ya singkatanya, jika kalian menggunakan serum itu sendiri maka hasilnya bagus; namun jika digunakan bersama booster maka hasilnya muaakin bagus. Peletakan urutan penggunaan booster bisa disamakan dengan essence; jadi makai essence/booster dulu baru deh serum.

Review Laneige Clear C Advance Effector EX
Laneige Clear C Advanced Effector EX
Nah dari berbagai macam rangkaian produk Laneige, rangkaian Clear C terutama booster dan serumnya adalah yang paling laris di Indonesia. Lho kok bisa? Yep karena banyak orang yang merasakan efek nyata dari produk-produk ini plus rekomendasi dari Suhay Salim yang kemudian membuat jajaran wanita Indonesia rame-rame belanja rangkaian Clear C ini (oke, lebay).

Harga

Ini dia poin penting yang wajib dipertimbangkan sebelum membeli skincare: Harga XD (ya maklum ya belum jadi crazy rich, jadi masih peduli harga wehehe). Range harga dari Laneige Clear C Advance Effector (hadeuh panjang amat namanya) ini berkisar antara 
Rp 370.000-470.000
tergantung tempat dimana kalian beli. Kalau kalian beli di counter resmi Laneige atau di official online shop Laneige, maka harga yang harus dibayar yaitu sekitar 470.000. Dengan harga segini, kalian mendapatkan 150 mL produk plus 60 helai kapas. Apakah worthed? Probably yes, probably not.

Packaging

Dikarenakan Laneige adalah produk skincare yang semi high end, jadi otomatis kemasan dan desain prodik Laneige beneran mevah saudara-sadara. Untuk rangkaian seri Clear C, Laneige menggunakan warna pink ke ungu-an sebagai identitasnya.
Kita mulai dari packaging kerdusnya deh. Desainnya bener-bener simple tapi cantik dan elegan. Cukup perpaduan warna putih, biru, dan pink ditambah aksen diamond khas Laneige, udah bikin tampilan packahingnya numero uno. 
Review Laneige Clear C Advance Effector EX
Packaging box Laneige Clear C Adavanced Effector EX
Kalau kalian pertama kali unboxing, maka beginilah penampakannya dimana ada sekat pemisah antara produk boosternya dengan kerdus berisi kapas.
Review Laneige Clear C Advance Effector EX
Dibukaaaa~~
Review Laneige Clear C Advance Effector EX
Bonus Kapas Laneige
Review Laneige Clear C Advance Effector EX
Kapas
Ada satu hal yang unik dari kapas bawaan Laneige, dimana kapas ini memiliki tesktur yang berbeda di kedua permukaannya. Permukaan yang satu memiliki tekstur yang bergerigu dan permukaan yang datunya lagi memiliki tekstr yang rata. Perbedaan tekstur ini berkaitan dengan fungsi yang akan disandang. Di pagi hari, dikarenakan kita mungkin akan menggunakan make up, disarankan menggunakan kapas yang bergerigi gunanya untuk "mengamplas" dan membersihkan sisa-sisa kotoran agar nantinya make up lebih menempel. Etapi beneran lho, si Laneige Advance Effector ini bisa kayak micellar water yang ngebersihin sisa sisa kotoran di wajah. Nah gw sendiri nggak tega makai si Laneige ini sebagai "pembersih" wajah, mahal booo. 

Review Laneige Clear C Advance Effector EX
Tekstur Bergerigi
Sedangkan di malam hari, penggunaan produk akan berfokus ke fungsi sebagai skincare sehingga disarankan menggunakan bagian permukaan kapas yang rata; jadi kayak di tap tap gitu di wajah.
Review Laneige Clear C Advance Effector EX
Tekstur lembut
Nah sekarang kita bahas mengenai packaging botolnya. Penampakan botolnya ini benar-benar sedap dipandang deh. Simple, cantik, dan elegan. Bahan yang digunakan adalah plastik yang semi-semi kaca, jadi ya otomatis lumayan berat; ini mungkin yang jadi agak merepotkan kalau kita lagi traveling; meskipun kita bisa akali dengan memindahkannya di botol-botol kecil ya kalau pas travelling.

Review Laneige Clear C Advance Effector EX
Skala penggunaan harian
Produk booster ini akan dikeluarkan melalui pump dan kalau kalian perhatikan di bagian sisi botol ada semacam skala penggunaan dengan tulisan Day 1 sampai Day 30. Jadi itu semacam panduan gitu biar kita bisa mengeluarkan produk yang pas tiap harinya. Nah kalau menyesuaikan skalanya sih, harusnya kita menghabiskan produk ini dalam 30 hari; tapi kenyataannya gw baru menghabiskan produk ini setelah 2 bulan, bukannya gw sok irit tapi ya gw merasa gw udah lumayan banyak kok naruh produknya ke muka #alesan.


Tekstur dan Bau

Tesktur dari produk laneige ini bener-bener cair kayak air. Jadi otomatis akan cepat menyerap ke muka. Penampakannya pun bening seperti air.

Untuk baunya, sebagaimana produk-produk Laneige lainnya, produk Advance Effector ini memiliki wangi yang lembut dan mewah khas Laneige, jadi berasa seneng gitu kalau lagi apply produknya.


Review Setelah Pemakaian 2 Bulan

Sebagaimana sudah gw sebutkan, bahwa gw menghabiskan produk ini dalam kurun waktu 2 bulan. Saat penggunaan produk ini gw pure makainya sendirian tanpa dibarengi produk Laneige lain seperti serumnya. Kenapa? Ya karena gw pingin lihat efek produk ini klo bekerja sendiri plus saat itu si serunm laneige gw udah abis dan bokek buat beli produk yang lain hahaha. 

Jadi gimana efeknya? Yes produk ini membantu mencerahkan wajah gw dan meratakan tekstur wajah. Kulit serasa lebih cerah dan lebih bersih plus lebih lembut. Bhay bhay kulit gradakan!! Teksturnya yang super cair ini juga sangat membantu ya, dalam artian kalau misal gw pagi-pagi mau berangkat dan make up dulu, nggak perlu tunggu lama-lama skincare-nya meresap; yap karena tekstur booster dari Laneige yang super cair ini jadi otomatis mudah terserap. Oh ya efek lain dari produk ini adalah kemampuanny yang melembabkan, setelah memakai produk ini kalian merasa kulit menjadi lebih lembab dan kenyal. Poin plus lainny adalah enth kenapa memakai produk inj ada calming sensationnya, jadi saat kalian memegang kulit yang habis dipakai Advance Effector, maka kalian akan merasakan kulit kalian yang adem/dingin gitu, padahal kalian sama sekali nggak nyimpen si Advance Effector di lemari pendingin. Kece banget kan?

Gw juga sama sekali nggak mengalami break out alias aman-aman aja. Bahan baku yang alami yaitu dari superberry extract menjadi poin plus juga untuk produk ini. Meskipun begitu, gw merasa efek mencerahkan dan meratakan teksturnya nggak sekece serumnya. Yah memang sih kalau di logika, otomatis kinerja serum itu pasti lebih bagus dibanding booster/essence-nya karena serum lebih concentrated. Jadi ya secara keseluruhan essence ini tetap kece parah dan gw rekomendasikan buat dicoba sama temen-temen semua.

Mungkin gw akan kembali memakai produk ini tapi dikombinasikan dengan produk Laneige lain seperti Laneige Clear C Peeling Serum atau Laneige White Dew Ampoule Essence; jadi gw bisa tau apakah kombinasi ini nantinya akan menghasilkan efek yang luar biasa? Nah tunggu aja update review gw ya. Kapan? Belum tahu sih, sekarang gw lagi mulai mencoba Secret Key First Treatment Essence gara-gara penasaran pingin tau gimana rasanya makai produk dupe-nya SKII. Jadi sabar aja haha, dan yah nantikan juga review gw tentang si Secret Key, FTE, dupe-nya SKII.



Yak demikian review dari gw. Semoga bermanfaat. Buat kalian yang ingin bertanya, sharing, atau diskusi jangan sungkan-sungkan ya buat komen di bawah.

Terima kasih buat yang udah mampir kesini, sampai jumpa lagi!!!


Wassalamualaikum Warrahmatullah Wabarakatuh


Rabu, 06 November 2019

Drama Perjuangan Lolos Beasiswa PMDSU (Part 2)

Assalamu'alaikum Warrahmatullah Wabarakatuh



Haiii semuanya!!!
Post ini adalah kelanjutan dari post sebelumnya: Drama Perjuangan Lolos Beasiswa PMDSU (Part 1), jadi pastikan kalian baca dulu ya post sebelumnya. Nggak usah berlama-lama, langsung aja cekidot!

5. Pengumuman SIMAK UI & PMDSU

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu tiba. Senin, 5 Agustus 2019 pukul 13.00 adalah waktu pengumuman SIMAK UI. Setelah membuka websitenya, alhamdulillah gw menemukan pengumuman yang menggembirakan, yaitu lolos SIMAK UI. Seketika gw langsung ngasih kabar ke orang tua gw dan ke teman-teman dekat gw (yang ngikutin cerita gw dari awal sampai akhir). 

Tidak pakai lama, di hari itu juga gw langsung meng-email Prof. Nasikin untuk memberitahukan kabar kelulusan gw sambil berharap semoga gw-lah yang dipilih oleh beliau. Alhamdulillah banget, nggak sampai setengah jam, Prof. Nasikin langsung balas email gw dan memberitahukan bahwa Prof. Nasikin mendapat jatah 2 mahasiswa bimbingan, dan gw termasuk salah satu di antara kedua mahasiswa tersebut. Ya Allah, alhamdulillah banget pokoknya. Allah benar-benar Maha Baik 😊. Oh ya, pengumuman dari Prof. Nasikin itu berarti masih pengumuman yang tidak resmi ya, pengumuman resmi dari PMDSU saat itu belum keluar. Gw udah ngecek ke website PMDSU atau website universitas lainnya, tidak ada satupun tanda-tanda 

6. Resign dari Ruangguru

Nah langkah selanjutnya yang harus gw lakukan adalah bagaimana gw mengkomunikasikan ini ke manager gw di Ruangguru😅. Dan entah bagaimana, malamnya manager gw minta ketemu one on one di minggu itu. Ya Allah, di saat itu gw bersyukur banget, tanpa gw yang meminta langsung ke manager, ternyata kok ya pas kebetulan manager ngajak gw ngomong one on one. Esoknya (6 Agustus 2019), gw dan manager ngomong berdua, dan ternyata manager gw menawarkan untuk mempromosikan gw setelah berakhirnya kontrak gw di 21 Agustus 2019; waduh bayangin tuh galau kan ya, baru mau keluar malah dikasih tawaran promosi 😅. Namun, karena gw sudah istikhoroh meminta petunjuk Allah apakah gw ambil atau tidak beasiswa PMDSU ini, maka gw sudah bulat untuk mengambil beasiswa PMDSU dan (terpaksanya) harus resign dari ruangguru mengingat jadwal kuliah dan jadwal di ruangguru yang tidak bisa bertemu apabila gw menerima tawaran dari manager gw. Alhamdulillah -nya, manager memahami dan mengerti keputusan gw, bahkan mendukung keputusan gw untuk mengambil kuliah lagi. Di saat itu, gw belum menceritakan kelulusan PMDSU ke rekan kerja kantor selain manager gw.

Pokoknya guys, salah satu poin plus bekerja di Ruangguru adalah kita punya atasan yang luar biasa pengertian. Jujur ya meksipun gw hanya sempat bekerja 10 bulan aja di Ruangguru, gw dapat banyak banget pelajaran berharga dan insight-insight keren dari para jajaran atasan di Ruangguru yang membantu mengembangkan diri dan karakter gw. Oh ya, satu lagi poin plusnya, semenjak kerja di Ruangguru, gw jadi lebih sering sholat Dhuhur dan Ashar berjamaah; karena ada semacam kebiasaan dimana tiap adzan dhuhur dan ashar, mayoritas karyawan yang muslim bareng-bareng sholat di masjid terdekat atau di musholla kantor. Masha Allah 😇
Full Team Konten Kimia Ruangguru

7. Simpang Siur Kabar dan Daftar Ulang di UI

Sebagaimana gw bilang sebelumnya, bahwa belum ada pengumuman resmi dari pihak PMDSU-nya. Namun, gw inget banget di tanggal 7 Agustus 2019, gw menemukan suatu twit orang tertanggal 5 Agustus 2019 di twitter yang membahas mengenai pengumuman PMDSU. Di twit tersebut diselipkan dokumen PDF pengumuman PMDSU tertanggal 5 Agustus 2019. Gw shock dong, langsung gw buka dokumen tersebut. 
  • Ada kop suratnya? Check. 
  • Ada nomor surat resmi? Check. 
  • Ada TTD dirjen-nya? Check.
  • Ada list pengumuman anak yang lolos? Check.
  • Ada nama gw? Tet tot, NGGAK ADA.
Waduhh gw shock banget deh waktu itu. Di nama Prof. Nasikin hanya ada 1 mahasiswa bimbingan aja dan itu bukan gw 😥. Gw jadi berpikir apa jangan-jangan Prof. Nasikin nggak jadi dapat 2 bimbingan ya. Di sisi lain gw juga mikir dan berharap semoga dokumen ini palsu wkwkkw, soalnya kan bukan disebar di website PMDSU-nya. Tapi gw mikir juga, siapa tau memang belum dipublish resmi di website namun emang dokumennya aja udah bocor duluan gitu. Yah pokoknya perasaan gw saat itu bingung deh.

Gw langsung menghubungi senior gw yang anak PMDSU Batch III. Dia bilang juga di grup PMDSU angkatan dia udah kesebar dokumen berisi nama-nama anak yang lolos PMDSU di tahun 2019, dan dokumennya sama persis kayak yang disebar di twitter. Ya Allah, makin sedihlah gw. Di saat itu, gw nggak bisa menemui Prof. Nasikin untuk mendapat konfirmasi karena beliau sedang ada acara di luar kota selama seminggu itu. Yang bikin gw tambah galau adalah di hari sebelumnya (6 Agustus 2019), gw sudah mengkomunikasikan ke manager kalau gw mau resign. Yah disisi lain menyesal kenapa gw udah ngomong duluan hanya berbekal pengumuman tidak resmi, harusnya gw nunggu pengumuman resmi. Tapi disisi lain juga mikir, bahwa segalanya serba kebetulan, kebetulan manager gw ngajak gw ngomong kemarin dan kebetulan juga masa kontrak gw bakal berakhir di 21 Agustus 2019; jadi menurut gw alangkah lebih baiknya keputusan untuk tidak melanjutkan kontrak dan resign harus disampaikan jauh-jauh hari. 

Dan akhirnya di hari itu, gw memutuskan untuk menenangkan diri. Di malam itu juga, entah kenapa gw udah ikhlas aja dan nggak punya beban klo misal takdir berkata gw nggak lolos PMDSU. Itu berarti, PMDSU belum rezeki gw. Jujur, memang terbayang rasa malu klo nanti gw kasih kabar ke ortu, temen deket, atau ke manager klo misal nggak jadi dapat PMDSU. Tapi ya mau gimana lagi? Bisa apa? Gw pun berdoa sama Allah dikasih yang terbaik aja buat gw, gw kasih alasan gw ke Allah kenapa gw pingin lanjut sekolah lagi dengan PMDSU, berharap Allah mengerti dan bisa memberikan takdir terbaik untuk gw. Dan di momen itulah gw pertama kalinya ngasih alasan dalam doa gw untuk lolos PMDSU, di doa-doa sebelumnya gw cuman "memaksa" Allah untuk meloloskan gw di PMDSU tanpa ngasih "kenapa gw harus lolos" dan "apa yang akan gw perbuat klo gw lolos".  Gw udah pasrahkan semuanya ke Allah, gw udah berusaha semaksimal yang gw bisa jadi sisanya gw serahkan ke Allah. Kalau PMDSU memang rezeki gw, alhamdulillah. Kalaupun PMDSU saat ini bukan rezeki gw, ya alhamdulillah, Allah pasti mengganti dengan pintu-pintu rezeki yang lain; gw pun ya tinggal jelasin ke orang-orang klo misal nantinya gw nggak jadi dapat beasiswa.

Esoknya tanggal 8 Agustus 2019, Prof. Nasikin mengabarkan gw via chat bahwa pengumuman resmi kelulusan gw belum keluar; meskipun begitu beliau sudah mendapat konfirmasi dari pihak akademik UI bahwa ada 2 nama yang pengumumannya susulan yang kemungkinan baru diumumkan minggu depan, salah satu diantaranya adalah nama gw. Ya Allah, di saat itu gw kayak pingin nangis. Dimana di malam sebelumnya, gw udah di tahap yang ikhlas dengan apapun takdir yang Allah berikan; dan paginya langsung diberi jawaban. Alhamdulillah, makasih Ya Allah.

Singkat cerita, gw pun melakukan daftar ulang di UI. Proses daftar ulang ini juga sempat mengalami kendala gara-gara pihak panitianya menganggap gw nggak lolos PMDSU karena nggak ada namanya di pengumuman. Gw harus datang 2x ke UI buat ngurus daftar ulang gara-gara di hari sebelumnya gw "ditolak" 😅, nah di hari kedua ini gw kekeuh ke Mbak panitia-nya buat memverifikasi proses daftar ulang gw, mbaknya juga masih kekeuh klo nama gw nggak ada di pengumuman PMDSU, akhirnya gw minta mbaknya nelfon bagian akademik UI untuk memastikan apakah gw lolos PMDSU apa enggak. Setelah ditelfon, mbaknya baru deh dapat informasi klo penguman nama gw ini terlambat dan belum dipublish, meskipun begitu sudah dapat dipastikan klo gw lolos PMDSU. Alhamdulillah. Yes akhirnya, gw pun resmi jadi mahasiswa UI lagi. Yeyyy. 

PMDSU
KTM UI baruuuu
Tanggal 20 Agustus 2019, keluarlah pengumuman resmi dari Dikti mengenai susulan penerima beasiswa PMDSU 2019. Dan ya, alhamdulillah, nama gw ada disitu.

PMDSU
Penguman susulan PMDSU


Frequently Ask Question (FAQ) tentang PMDSU

Oke begitulah cerita drama panjang perjuangan gw untuk lolos beasiswa PMDSU. Nah, sekarang gw akan jawab pertanyaan-pertanyaan yang sering ditanyakan buat yang kepo sama beasiswa PMDSU.
  • Berapa biaya living cost yang akan didapatkan mahasiswa?
    Tiap semester, penerima PMDSU akan menerima biaya dengan rincian biaya biaya hidup, uang peneltian, dan uang buku. Besarannya berapa? Nah ini juga tergantung tahunnya. Ada kemungkinan tiap tahun naik. Untuk di tahun 2019, setiap mahasiswa mendapat 22,5 juta per semesternya.
  • Apakah biaya kuliah ditanggung?
    Ya, dan itu diluar biaya living cost yang kita terima.
  • Apakah biaya penelitian ditanggung?
    Ya, besarannya kurang lebih 60juta per semester khusus untuk penelitian saja. Dana tersebut baru diberikan setelah tahun ke-2.
  • Apa saja hak dan kewajiban penerima PMDSU?
    Hak: mendapat dana tunjangan untuk biaya pendidikan, biaya hidup, dan penelitian selama 4 tahun sampai S3.
    Kewajiban: IPK tiap semester harus cumlaude (definisi cumlaude ini tergantung universitas masing-masing ya, di UI sendiri IPK cumlaude untuk S2 adalah >3.7); tidak ada mata kuliah yang mengulang; dan membuat laporan pertanggungjawaban tiap semesternya.
  • Apakah ada ikatan dinas untuk menjadi dosen atau peneliti selepas dari PMDSU?
    Masih belum jelas ya apakah ada ikatan dinas atau enggak. Tapi hasil tanya-tanya sama senior sih, si PMDSU ini nggak ada ikatan dinas-nya.


Nah itu dia, post gw yang panjang kali lebar tentang beasiswa PMDSU. Semoga bermanfaat ya. Jika ada yang ingin ditanyakan atau didiskusikan, jangan segan-segan untuk menuliskannya di kolom komentar 😊.

Sampai jumpa lagi di post-post selanjutnya!!!


Wassalamu'alaikum Warrahmatullah Wabarakatuh


Drama Perjuangan Lolos Beasiswa PMDSU (Part 1)

Assalamu'alaikum Warrahmatullah Wabarakatuh


Halo teman-teman, kali ini gw akan membagikan cerita "drama" perjuangan gw buat lolos beasiswa PMDSU di Teknik Kimia UI. Buat teman-teman yang mencari post singkat, padat, dan jelas mengenai beasiswa PMDSU dan tips-tipsnya, maka post ini bukanlah tempatnya, karena post ini lebih berisi curhatan gw sehingga bakal panjang hahahaha. Oke, nggak usah lama-lama, cekidot!!!

1. Cari-cari Info Beasiswa

Nah sebelum gw mulai menargetkan untuk ikut PMDSU, gw sudah mulai mencari-cari informasi beasiswa tersebut jauuuuh sebelum pembukaannya. Jadi ceritanya waktu Bulan Januari 2019 gw sempat mendaftar S2 di Jepang dengan beasiswa Monbusho, professor dari Jepangnya pun sudah setuju untuk membimbing gw karena kebetulan dia juga merupakan supervisor gw selama mengerjakan skripsi di Jepang (Baca cerita selama gw di Jepang disini). Karena sudah mendapat ACC dari profesornya untuk menerima gw sebagai mahasiswanya plus mendapat info bahwa kuliah akan dimulai pada September 2019, maka gw memutuskan untuk menemui manager gw di Ruangguru, dan gw meminta agar kontrak kerja gw sampai bulan Agustus 2019 aja, sehingga gw bisa resign tanpa embel-embel pinalti. "Manusia hanya bisa berencana, tapi Tuhan yang menentukan", karena satu dan lain hal, pada Bulan Maret gw nggak jadi bisa ambil kesempatan tersebut. Sedih? Jelas. Di bulan Mei 2019 pun gw memberitahukan ke manager kalau gw nggak jadi ambil kesempatan sekolah S2 tersebut (padahal kontrak kerja udah terlanjur dibikin cuman sampai agustus aja XD).

Beasiswa PMDSU
Logo Beasiswa PMDSU
Oke singkat cerita, gw masih berjuang agar mendaftar sekolah lagi dan itupun harus dengan beasiswa. Sejak bulan April gw sudah mulai mencari-cari informasi beasiswa, dan gw memutuskan untuk menargetkan LPDP atau PMDSU. Di akhir bulan April, gw mengajak salah seorang senior gw di kampus yang merupakan awardee PMDSU untuk ketemuan. Nah saat itu, gw tanya setuntas-tuntasnya tentang PMDSU: tips-tipsnya dan lain-lain. Selain itu, gw juga rajin cari-cari informasi PMDSU baik di website resminya, website kampus, maupun blog orang-orang yang sharing tentang pengalamannya ikut PMDSU. Bisa dikatakan gw setiap beberapa hari sekali membuka website kemenristekdikti buat ngecek apakah PMDSU sudah buka? Hehehe. Nah kenapa fase "cari-cari info" ini penting? Karena hal ini bisa membantu kalian untuk bersiap dari awal. Kan "eksekusi yang baik dimulai dari perencanaan yang baik". Dengan begini, gw jadi paham tentang apa saja yang perlu gw siapkan, apakah harus tes IELTS dulu, apakah ada medical check up, adakah syarat yang harus disiapkan jauh-jauh hari, dan lain-lain. Dan ternyata untuk persyaratan berkas PMDSU lumayan mudah, apalagi kalau dibandingkan dengan LPDP. Gw pun memproyeksi kalau syarat-syarat berkas dari PMDSU bisa gw selesaikan saat sudah buka pendafatrannya.

Beasiswa PMDSU

Lalu bagaimana dengan LPDP? LPDP sendiri sudah buka sekitar bulan Mei, gw pun ikut mendaftar dan melengkapi syarat-syaratnya. Salah satu syarat berkas LPDP adalah tes IELTS, nah berhubung gw mengalami musibah berupa dihipnotis (baca ceritanya disini) sehingga mengakibatkan uang yang gw persiapkan untuk IELTS amblas; maka gw pun nggak melanjutkan LPDP karena nggak ada uang buat tes IELTS . Oleh karena itu, gw pun memutuskan untuk melupakan LPDP dan fokus ke persiapan PMDSU yang kalau kata orang-orang bakal buka sekitar bulan Juni-Juli 2019.

2. Persiapan Berkas

Sampailah di bulan Juni. Gw semakin rajin membuka secara berkala website Kemenristekdikti untuk melihat apakah sudah ada info pendaftaran PMDSU, apakah sudah ada list calon promotor? Ternyata masih belum ada. Hingga sampailah di akhir bulan Juni, dimana mungkin gw terlalu "rajin" bekerja 😅, badan gw pun ambruk dan terpaksa harus opname akibat typhus.

Beasiswa PMDSU
Kerja, Kerja, Kerja, Typhus
Gw diopname selama 3 hari sampai hari Jumat, tanggal 21 Juni 2019. Di hari terakhir gw opname, gw dijenguk salah salah seorang temen gw yaitu Yayas (Big thanks to Yayas 😘). Kami bercerita-cerita, hingga sampailah pada cerita mengenai keinginan untuk sekolah lagi. Yayas menginfokan tentang PMDSU yang sedang buka dan akan tutup pada tanggal 26 Juni. Seketika itu gw langsung panik, what??? Gw yang selama ini rajin secara berkala mengecek apakah PMDSU sudah buka atau belum, malah justru kecolongan saat PMDSUnya buka beneran 😥. Ya memang sih, selama opname gw nggak pernah ngecek lagi website itu, namanya juga lagi sakit. Gw pun mengecek website, dan memang PMDSU sudah buka dengan deadline hari Rabu tanggal 26 Juni. Gw langsung panik maksimal. Yes memang sih kesannya masih ada 5 hari lagi buat persiapan, tapi mohon maaf, 2 harinya tanggal 22 & 23 kan weekend. Jadi hari efektif untuk mengurus segala berkas hanyalah 3 hari saja yaitu di hari Senin-Rabu (24-26 Juni). Woaaaa panik! 😱

Untuk berkas-berkasnya sendiri, semua berkas sudah siap (sisa dari persiapan LPDP), jadi yang tinggal gw persiapkan adalah surat keterangan sehat, surat bebas narkoba, dan surat rekomendasi dari dosen pembimbing.

Di hari Minggu, gw menghubungi dosbing gw saat S1 untuk janji temu di hari Senin membuat surat rekomendasi. Gw diminta oleh si Bapak untuk membuat draft surat rekomendasinya, sehingga Bapaknya tinggal ttd saja. Gw juga langsung mencari-cari info mengenai tempat uji bebas narkoba dan surat keterangan sehat. 

Beasiswa PMDSU

Setelah membaca semua review orang-orang, gw memutuskan untuk memilih RSKO dengan alasan sudah biasa menjadi tempat uji tes narkoba dan surat keterangan sehat untuk beasiswa/kerja dll sehingga asumsi gw pasti hasil tesnya akan diterima, juga alasan lain adalah lokasinya yang lumayan deket dari rumah eyang gw di Pasar Minggu.

RSKO
RSKO Cibubur
Di hari Senin pagi, tanggal 24 Juni, gw berangkat naik ojek menuju RSKO. Nah berhubung posisi gw habis sakit typhus, gw tuh khawatir kalau nanti malah hasil tes narkobanya positif gara-gara gw lagi konsumsi obat wkwkwk atau kalau nggak gitu, gw takut gw nggak bisa lolos tes kesehatan gara-gara gw abis opname typhus. Siasatnya di hari itu, gw minum sebanyak-banyaknya, tujuannya biar sisa-sisa obat atau racun bisa keluar lewat air kencing wkwkwk, jadi nggak kedeteksi deh #sotoy. Singkat cerita, alhamdulillah, gw lolos bebas narkoba & tes kesehatan wehehe. Total biaya yang gw keluarkan saat itu adalah 250.000, itu udah termasuk surat bebas narkoba dan surat keterangan sehat. Kalian bisa mengecek disini untuk melihat update biaya surat kesehatan dan bebas narkoba ataupun biaya lainnya di RSKO.
Beasiswa PMDSU
Biaya di RSKO
Tips gw buat kalian yang mau datang ke RSKO, bawalah uang cash untuk membayar dan bawalah alat tulis. Kenapa harus bawa alat tulis? Disana kita harus mengisi form dan tidak disediakan alat tulis. Waktu disana gw nggak bawa alat tulis satupun, jadilah gw muter-muter nanyain orang satu-satu buat pinjem bolpen 😂.

Beasiswa PMDSU

Keseluruhan prosesnya selesai lumayan cepet dimana jam 11 pagi gw udah caw ke UI buat ketemu dosbing gw sesuai janji yang sudah dibuat. Singkat cerita, gw uda nunggu dosen gw itu sampai sore namun dapat kabar kalau dosen gw belum bisa ttd surat rekomendasi hari itu juga, dikarenakan beliau pun sibuk rapat dari pagi sampai sore, gw pun diminta menemui Bapaknya lagi keesokan paginya di hari Selasa. Nah ini bisa juga jadi tips buat kalian, untuk minta surat rekomendasi jangan mepet-mepet ya sama tanggal deadline pengumpulan, karena bisa jadi prosesnya  lama entah dosen kita lagi pergi/rapat/minta revisi surat rekomendasi dll. Sekali lagi "Eksekusi yang baik dimulai dari perencanaan yang Baik".

Beasiswa PMDSU

Di hari Selasa, akhirnya semua berkas gw lengkap, di hari itu gw juga sempat datang ke acara sidang thesis temen deket gw dan hangout bareng temen-temen gw yang masih di kampus hahaha. "Kesempatan dalam kesempitan"

Loh, loh, kok bisa libur gitu sih hari Senin dan Selasanya? Bukannya kerja? Ambil cuti gitu? Hohoho tentu saja tidak. Karena gw opname typhus, jadi otomatis gw dapat izin sakit dari dokter sampai hari Selasa, 25 Juni, buat proses penyembuhan pasca-opname hohoho. Yah sebenarnya kalau dipikir-pikir, gw tuh wajib bersyukur dengan dikasih sakit sama Allah ya 😇, selain menggugurkan dosa, gw juga jadi punya kesempatan buat istirahat, ketemu lagi sama ortu gw (ortu jenguk ke Jakarta), bisa silaturahmi dengan teman-teman masa kampus gw, bisa dapat "libur" gratis tanpa motong cuti kerja, bisa datang sidang thesis temen, bisa ngurus-ngurus segala keperluan PMDSU dengan bebas. Gw justru nggak bisa bayangin gimana kalau gw nggak sakit, gw bingung mau izin dengan alasan apa ke manager gw buat ngurus-ngurus berkas tadi. Hahaha. Ya begitulah jalan Allah, pasti Allah memberikan jalan yang terbaik 😊. Selalu ada hikmah di setiap ujian.

3. Menghubungi Calon Promotor

Nah tahap penting lainnya selain mengumpulkan berkas dan memdaftar di website PMDSU, yaitu tahap menghubungi calon promotor. Yes, tahap ini adalah tahap yang sangat sangat sangat krusial. Kenapa? Karena yang menentukan apakah kamu lolos beasiswa PMDSU atau tidak adalah sang promotor. Istilahnya kalau udah dipilih sama promotor mah, inshaAllah lolos PMDSU hehehe. Makanya sebaiknya bersikaplah sopan saat menghubungi promotor dan entah bagaimana "menjual" diri kalian agar dipilih oleh sang promotor. Eh tunggu, promotor itu apa sih? Promotor ini klo untuk tingkatan S1 itu seperti dosen pembimbing. Nah berhubung PMDSU ini tahapannya sampai dengan S3, maka nama yang dipakai bukan lagi dosen pembimbing, melainkan promotor (orang yang akan mempromosikan sampai meraih gelar doktor).
Beasiswa PMDSU

Untuk gw sendiri memilih untuk melanjutkan di Teknik Kimia UI, dengan promotor Prof Nasikin. Alasan kenapa gw memilih si bapak karena gw tertarik dengan topik penelitiannya yang terkait bioenergy atau renewable energy, kemudian latar belakang Prof Nasikin adalah seorang akademisi yang hebat, bahkan pernah meraih juara 1 Dosen Berprestasi tingkat Nasional, serta gw pingin juga belajar tentang technopreneurship (entrepreneurship berbasis pemanfaatan teknologi) ke beliau mengingat beliau adalah orang yang concern di bidang tersebut dan salah satu anaknya pun mengembangkan wirausaha berbasis technopreneurship (jadi harapannya sih gw bisa menjadi salah seorang wirausaha gitu deh yang produknya memanfaatkan hasil penelitan gw atau penelitian siapapun di bidang keteknikan ini. Aaaamiiin 😁).

Gw pun meng-email Prof Nasikin pada tanggal 25 Juni malam hari. Di email tersebut gw memperkenalkan siapa diri gw, topik skripsi gw, sekilas tentang prestasi gw jaman S1 (jual diri gitu deh), kenapa gw memilih si Bapak dan topik penelitiannya, serta tak lupa melampirkan surat rekomendasi dosbing gw di email tersebut.

Alhamdulillah kurang dari 1 hari, Prof Nasikin membalas email gw, namun sayangnya Prof Nasikin bilang bahwa beliau sudah berjanji dengan orang yang mengemail sebelum gw untuk menjadi promotornya 😭. Meskipun begitu, Prof Nasikin tetap meminta gw melanjutkan pendaftaran dan mengikuti SIMAK UI karena masih ada kemungkinan lain dimana:
  1. Orang yang sudah dipilih oleh Prof Nasikin bisa jadi tidak lolos SIMAK UI, dan bisa jadi gw lolos SIMAK UI (seleksi masuk UI), nah kalau begitu gw bisa dipilih Bapaknya
  2. Bisa jadi tiba-tiba bapaknya diberi jatah membimbing 2 mahasiswa, nah kalau begitu gw bisa dipilih Bapaknya
Dari situ gw jadi galau karena tidakpastian ini, haha. Kalaupun gw berdoa semoga si anak yang sudah dipilih ama Pak Nasikin nggak lolos SIMAK, ya agak gimana ya, masa gw doain yang jelek-jelek nanti malah doanya balik ke gw sendiri. Itupun klo gw juga lolos SIMAK UI, klo nggak? Udah rugi dapat dosa doain orang jelek, nggak lolos pula 😆. Kemudian untuk kemungkinan kedua, gw merasa di sini gw nggak punya power apapun untuk mewujudkan hal tersebut dan merasa bahwa Allah-lah satu-satunya yang bisa gw andalkan karena Dia mempunyai kuasa agar "keajaiban"  datang ke gw sehingga Prof. Nasikin -entah bagaimana- mendapat kesempatan untuk membimbing 2 mahasiswa. Itupun gw harus memastikan gw lolos SIMAK dulu. Di situlah -entah darimana- gw mendapat pikiran galau untuk antara atau tidak mengikuti SIMAK UI dengan fakta bahwa calon promotor gw sudah memilih calon anak bimbingannya, karena gw sendiri berprinsip gw hanya akan lanjut sekolah dengan beasiswa. 

Gw tanya keluarga, teman-teman dekat gw, apakah gw tetap lanjut ikut SIMAK UI (seleksi masuk UI) apa enggak. Karena gw mikir lumayan juga biaya yang akan gw keluarkan untuk test simak UI yaitu 1 juta sendiri. Setelah minta pendapat ke semua orang yang gw percaya dan curhat ke Allah, akhirnya gw memutuskan untuk tetap lanjut daftar tes SIMAK UI.

Beasiswa PMDSU


4. Ikut Tes SIMAK UI

Oke, untuk persiapan test SIMAK UI, gw mencari-cari info mengenai jenis soal yang nantinya akan gw hadapi (TPA & Bahasa Inggris) serta membeli buku untuk latihan mengerjakan soal. Disini gw menyempatkan malam hari sepulang kerja untuk belajar dan mengerjakan soal-soal. Selain dari buku, gw juga mempelajari tips pengerjaan via video belajar ruangguru di section persiapan USM PKN STAN, karena kebetulan STAN pun jenis soalnya sama yaitu TPA dan bahasa inggris. Di section itu, banyak sekali tips-tips berguna saat mengerjakan berbagai macam tipe soal TPA #promosi; disitu gw bersyukur gw bekerja di ruangguru, jadi gw mendapat akses ke aplikasinya 😉.

Beasiswa PMDSU
Buku latihan soal yang gw pakai
Ada cerita lucu mengenai tes SIMAK UI ini: kebetulan gw memutuskan untuk tidak memberitahu satupun teman kerja klo gw mau ikut SIMAK UI. Gw pun kaget saat mengetahui salah satu teman satu tim di Ruangguru yaitu Fakhrian, menjadi pengawas tes pascasarjana SIMAK UI di gedung H,  Fakultas FISIP, UI; gedung dan fakultas yang sama yang akan gw tempati untuk tes SIMAK nanti 😆. Disitu gw g berani tanya lebih lanjut lagi di ruangan mana si temen gw bakal ngawasin, takutnya dia curiga ama gw hahaha. Gw sendiri memang tipe yang "saat masih berjuang" tidak mau koar-koar ke orang lain, gw hanya mau menshare proses perjuangan gw ke keluarga dan orang terdekat aja; ditambah gw g mau teman atau atasan di kantor tau gw ada kemungkinan bakal resign klo gw keterima PMDSU. Akhirnya gw berdoa sama Allah agar gw nggak ketemu sama si fakhrian pas gw lagi tes SIMAK UI 😆. Dan alhamdulillah, gw nggak ketemu Fakhrian sama sekali selama tes; triknya sehabis gw ujian gw nggak langsung turun & keluar gedung (ruang ujian gw di lantai 3) karena gw nggak mau tiba-tiba papasan pas lagi turun tangga atau pas lagi di lobby gedung hahaha, makanya gw tunggu sampai sepi dan nggak ada orang lagi baru deh keluar. 

Oh ya, menurut gw soal-soal TPA dan bahasa inggris di SIMAK UI lebih susah levelnya dibanding level soal-soal di buku yang gw beli 😆. Lebih advanced gitu deh. Tapi ya nggak papa, dengan persiapan belajar yang dilakukan, gw jadi tau bayangan soalnya bakal kayak gimana sekaligus belajar "melanyahkan" pengerjaan soal, belajar mengatur manajemen waktu pengerjaan soal, plus sudah tau basic tips pengerjaannya; sehingga meskipun gw menghadapi soal yang levelnya lebih susah, gw tetep bisa ngerjainnya. Gw juga yakin bahwa Allah pasti melihat usaha dan doa yang sudah kita lakukan, sehingga Allah pasti menolong kita 😊.

Beasiswa PMDSU


Cuap Cuap

Nah itu dia cerita gw gimana cerita part 1 perjuangan gw untuk meraih beasiswa PMDSU. Lalu gimana kelanjutan ceritanya?
  • Apakah gw lolos SIMAK UI? 
  • Apakah gw lolos PMDSU? 
  • Berapa besaran biaya PMDSU yang akan gw dapat? 
  • Apa saja benefit mendapat beasiswa PMDSU? 
  • Apa saja kewajiban penerima beasiswa PMDSU?

Kalian bakal dapat jawabannya di post Drama Perjuangan Lolos Beasiswa PMDSU (Part 2)

Wassalamu'alaikum Warrahmatullah Wabarakatuh