Minggu, 26 April 2020

Pain is Normal, but Suffering is Optional

Belajar memaafkan

Assalamu'alaikum Warrahmatullah Wabarakatuh

Hai! Berhubung hari ini sedang dilanda rasa sedih, kuputuskan untuk menulis tentang rasa sedih serta nasihat untuk diriku sendiri agar keluar dari jerat kesedihan ini :)

~~~

Ada kalanya kita marah, kecewa, dan sedih atas apa yang orang lain lakukan. Apalagi kalau orang lain itu adalah orang terdekat kita yang seharusnya melindungi, menghargai, atau menyayangi kita.

Emosi itu akan semakin terakumulasi saat kita secara konstan menerima perlakuan tidak baik tersebut selama bertahun-tahun atau mungkin selama lebih dari separuh umur kita. Membuat perasaan marah, kecewa, dan sedih semakin menjadi-jadi hingga kita ada di titik dimana kita merasa menderita dan tidak nyaman.

Seseorang pernah berkata padaku bahwa kunci untuk menghilangkan emosi negatif tersebut adalah dengan dimulai dari "memaafkan"

Dan benar apa yang dikatakannya, memaafkan tidak hanya membantu kita untuk berdamai dengan subjek yang telah "menyakiti" kita, melainkan lebih utamanya berdamai dengan diri kita sendiri.

Kenapa?
Jika kita tilik lebih jauh, memaafkan pada dasarnya adalah demi kesehatan jiwa kita sendiri, bukan demi orang lain. Memaafkan berarti kita menerima kesalahannya dan melepaskan kemarahan atau dendam. Pemaafan sejatinya adalah upaya self-care untuk diri kita sendiri agar tidak terjerat rasa sakit berkelanjutan.

Apa maksudnya pemaafan adalah self-care?
Kecewa, sakit hati, dan marah itu adalah reaksi normal saat kita dilanggar atau dilukai. Namun reaksi-reaksi itu bisa berangsur mereda, kecuali KITA SENGAJA (ATAU TANPA SENGAJA) memperpanjangnya. Atas dasar itu, memaafkan adalah upaya proaktif kita untuk memicu, memproses, dan mempercepat peredaan rasa sakit (hati) agar tidak berkepanjangan. Memaafkan adalah keputusan untuk berhenti menyimpan kemarahan, kebencian, pemikiran negatif, dan sebagainya; karean sadar bahwa hal tersebut akan MEMPERPARAH rasa sakit yang ada.

Ada suatu istilah berbahasa inggris yang sepertinya tepat untuk menggambarkan masalah ini yaitu Ruminating. 

"Ruminating are excessive and intrusive thoughts about negative experiences and feelings"

Jujur sulit untuk menemukan apa padanan 1 kata yang tepat dalam bahasa Indonesia untuk kata ini, namun jika berusaha untuk diterjemahkan kurang lebih seperti ini "Berulang-ulang membayangkan masalah serta menerka-nerka berbagai alasan, faktor, dan kejadian di sekelilingnya". Hal ini benar-benar akan semakin memperpanjang dan memperparah sakit. Sikap ruminating itulah yang biasanya OTOMATIS kita lakukan saat dilukai oleh orang lain, makanya kita merasa jauh lebih parah dan sengsara daripada yang sebenarnya terjadi. Sayangnya, perilaku ruminating ini sulit sekali disadari dan cukup sulit juga untuk dikurangi. -Berlaku pula untukku.

Belajar memaafkan
The Trap of Ruminating

Jika sikap ruminating ini sangat berlebihan hingga kita sendiri tidak dapat mengontrolnya dan membuat sulit merasakan kebahagiaan, mungkin itulah saat dimana kita harus menghubungi profesional seperti psikolog atau psikiater. Bahkan telah diteliti bahwa ada korelasi yang kuat antara sikap ruminating dengan mental health problem baik itu memicu ataupun memperparah mental health problem yang sudah ada. Berikut adalah beberapa penelitian yang menjelaskan bagaimana ruminating bisa memicu PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) dan pembuatan suatu model untuk menghubungkan antara depresi, ruminating, dan stressor (pemicu stress). 

Belajar memaafkan

Alirkanlah emosi

Tentunya kita ingin hidup kita dijauhkan dari kesedihan, kekecewaan, dan berbagai macam emosi negatif, apalagi terkena mental health problem, sebaiknya tidak usah. Sebagaimana sudah disebutkan sebelumnya bahwa kitalah yang bisa memilih apakah kita ingin terus terluka atau tidak. Kita adalah yang membuat keputusan. Marilah membuat keputusan untuk berdamai dengan diri kita.

Salah satu caranya bisa dengan melepaskan emosi kita. Seseorang pernah memberitahu bahwa kita bisa memulainya dengan berlatih mengelola emosi dengan cara melepaskan dan tidak menahannya. Semakin banyak emosi yang tertahan akan semakin sulit untuk mengelolanya, ibarat seperti banjir yang terjadi karena banyaknya air yang datang namun tertahan karena saluran air yang kecil. Tentu kita akan sulit mengendalikannya bukan?

Ada banyak cara yang bisa kita lakukan. Misal dengan memiliki jurnal emosi dimana kita bisa mencurahkan semua emosi yang kita rasakan tiap hari di masa-masa terberat kita. Bisa juga dengan art therapy dimana kita membuat 1 karya entah itu lukisan, sketsa, atau tulisan untuk membantu kita mengalirkan emosi yang ada (ya, tulisan ini adalah usaha yang kulakukan untuk mengalirkan emosi). 

Cara  terbaik lainnya adalah apabila kita memiliki teman dekat yang bisa kita hubungi atau telfon untuk dijadikan support system saat kita sedang down. Tentunya apabila posisinya dibalik: kita berada di posisi sebagai si support system, maka kita cukup mendengarkan cerita teman kita saja tanpa menghakimi mereka. Yap karena mereka hanya butuh didengarkan bukan di salah-salahkan. (Untuk hal ini aku ingin bercerita satu pengalaman.  Ada satu waktu dimana aku menerima kabar yang benar-benar membuat sedih, marah, kesal, takut, dan khawatir bercampur jadi satu. Saat itu posisiku sedang di bandara, sendirian & bingung. Tanpa babibu, aku langsung menelpon teman dekatku dan mencurahkan segala kebingungan dan kesedihan yang ada. Alhamdulillah, aku memiliki teman dekat yang begitu baik. Tak sedikitpun dia melontarkan kata-kata yang menghakimiku, namun justru kata-katanya membuat hatiku tenang dan tidak khawatir lagi. Sebenarnya malu juga kalau dibayangkan momen saat itu: ada gadis -duduk di antara pohon-pohon di spot foto instagrammable bandara- sedang menelpon dengan air mata yang mengalir, macam orang abis diputus cinta via telpon aja. Saking fokusnya curhat, sampai kelupaan kalau gate masuk akan ditutup, dan ya hasilnya ketinggalan pesawat :" Anehnya saat itu aku merasa tidak masalah dan tidak menyesal sama sekali saat mengetahui ketinggalan pesawat. Aku berpikir bahwa yang terpenting saat itu adalah hatiku yang tenang. Tidak bisa membayangkan juga bagaimana bisa melalui penerbangan 2 jam dengan hati yang runyam).

Terapi lainnya adalah dengan menyiapkan toples dan sticky notes, jadi saat kita merasakan keberuntungan atau kebahagiaan, kita bisa tuliskan di notes lalu gulung dan masukkan ke toples. Selanjutnya kita bisa buka setiap periode tertentu, misal: setiap bulan, dan kita baca kembali. Bahkan saat menuliskan ini saja, aku sudah membayangkan adegan kebahagiaan dan ulasan senyum yang akan muncul saat membaca satu demi satu gulungan kertas. Intermezzo--Adegan ini mengingatkanku pada salah satu scene di film A Millionaire First Love dimana saat itu si Om Hyun-Bin memberikan satu toples berisi kapsul gulungan kertas yang harus dibaca oleh mbak-mbak gebetannya setiap hari. Gulungan itu berisi kata-kata positif dan kata-kata cinta untuk si gebetannya. Om Hyun-Bin menyebut gulunagn tersebut sebagai "obat" dengan dosis satu kali setiap hari, karena di saat itu posisi gebetannya sedang sakit keras. Duh, gimana nggak tersentuh coba?

Belajar memaafkan
Wondering why I like you, I miss you. It's a disease

Selanjutnya cara lain adalah dengan melakukan random aktivitas positif, misalnya dengan memberikan nasi padang kepada seorang pengemis, membelikan ayam untuk kucing di jalanan, menyingkirkan batu yang ada di tengah jalan, membantu ibu kos merapikan sepatu dan sandal di depan kos, dan lain-lain. 

Hal ini tentunya selain membantu menghilangkan emosi negatif, juga akan membantu kita untuk memahami bahwa kita memiliki arti dan kebermaknaaan hidup. Bahwa kita seharusnya lebih memikirkan apa yang kita punya daripada apa yang kita tidak punya.

Nah itu dia sepenggal tulisan dan curahan hati tentang rasa sakit dan memaafkan. Semoga bermanfaat :)

Pain is normal, but Suffering is Optional



Tulisan ini ditulis di siang hari
dikala masa self-distancing aka pembatasan diri
- ceasafira -



Sumber:
  • Hosseinichimeh, N., Wittenborn, A.K., Rick, J., M.S., & Rahmandad, H. (2018). Modelling and estimating the feddback emchanisms among depressions, rumination, and stressors in adolescents. PLOS ONE, 13(9), e0204389. doi:10.1371/journal.pone.0204389
  • Claycomb, M. A., Wang, L., Sharp, C., Ractliffe, K.C., & Elhaj, J.D. (2015). Assessing Relations between PTSD's Dysphoria and Reexperiencing Factors and Dimensions of Rumination. PLOS ONE, 10(3), e0118435. doi:10.1371/journal.pone.0118435
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/326944#when-to-see-a-doctor
  • https://www.bbc.com/news/magazine-24444431

Jumat, 24 April 2020

Hari Pertama Ramadhan 1441 H

Assalamu'alaikum Warrahmatullah Wabarakatuh

Ramadan 1441 H

Beberapa kali aku mendengar selentingan bahwa kebanyakan wanita suka mengingat-ngingat kenangan dan kemudian cenderung untuk meromantisasinya. Seperti seseorang gadis yang tak bosan untuk pulang kampung ke rumah orang tuanya untuk sekedar melepas rindu dengan pohon kersen yang sering ia panjat saat masih kecil atau sekedar bersepeda berputar-putar mengitari persawahan untuk kembali membangkitkan kenangan di waktu pulang sekolah dulu saat bersepeda ditiup semilir angin serta disambut aroma pembakaran balok-balok tanah liat yang akan dijadikan bata. Bagi orang lain mungkin tak ada yang istimewa dengan hal tersebut, tapi bagi si gadis kenangan-kenangan kecil itulah yang akan membuatnya tak bosan dan tak sabar untuk pulang kembali ke rumah (-tentunya selain ingin bertemu orang tua). Jadi apakah aku setuju dengan pernyataan bahwa "wanita suka mengingat-ngingat kenangan dan kemudian cenderung untuk meromantisasinya"? Ya, sepertinya iya -setidaknya itu berlaku untuk diriku sendiri.

Di hari ini, Hari Jum'at, tanggal 1 Ramadan 1441 H; otakku memerintahkan dirinya sendiri untuk membangkitkan kenangan bulan Ramadhan tahun-tahun sebelumnya yang semarak. Ya, Ramadhan tahun ini begitu berbeda, maksudku suasananya. Suara lantunan bacaan sholat tarawih yang bergaung di speaker masjid serta deretan penjaja takjil dan lauk pauk untuk buka puasa atau sahur yang berderet di jalanan, kini tidak lagi aku menemukannya, -setidaknya di daerah tempat tinggalku. 

Ya, aku kangen suasana Ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Tak kusangka kenangan-kenangan itu akan begitu berarti di kala Ramadhan tahun ini, dimana kami semua diharuskan berdiam diri dan melaksanakan ibadah di rumah. Mungkin ramadhan kali ini tak akan ada lagi undangan berkumpul untuk buka puasa dari semua kalangan teman entah itu teman TK, SD, SMP, SMA, kuliah, kerja, paguyuban, asrama, kosan, geng A, geng B, dan banyaaak lagi yang mungkin sebelumnya membuat kantong kita semua kering. Bahkan mungkin shalat ied tahun ini pun belum tentu kami rasakan dengan sholat berjama'ah di masjid atau lapangan yang kemudian dilanjutkan dengan halal bi halal ke tetangga dan sanak saudara. 

Sekarang aku jadi kangen untuk melakukan semua itu. Izinkan aku untuk membangkitkan kenangan Ramadan 3 tahun terakhir.

Aku kangen Ramadan tahun 2017 

Aku kangen Ramadan tahun 2017 dimana di saat itu aku menghabiskan 2 minggu Ramadan bersama temanku Yayas di Karanganyar, saat itu kami melaksanakan kerja praktik. Selama disana, kami menginap di rumah kosong milik teman orang tua Yayas, di sebuah desa dekat dengan Pabrik Gula Colomadu, pabrik gula yang sudah ada sejak 1861 dan pernah jaya di masa penjajahan Belanda dulu. Mungkin dikarenakan lokasi penginapan kami yang ada di pedesaan, membuat suasana ramadan saat itu terasa syahdu & berkesan. 
Foto Pabrik Gula Colomadu tahun 2018 yang sudah direvitalisasi
Aku kangen dimana tiap malam sambil memakai mukenah kami berdua mengendarai sepeda melewati hamparan sawah dengan penerangan jalan yang seadanya. Teringat saat kami mempercepat kayuhan pedal saat harus melewati suatu rumah yang dijaga anjing galak -yang selalu menggonggong saat kami lewat. Ingat sekali di hari ketiga aku tarawih, sepeda yang biasa kukendarai untuk berangkat tarawih hilang dimaling orang di parkiran masjid. Sejak saat itu, aku sering mendengar bisik-bisik di kala tarawih dari ibu-ibu atau anak-anak yang membicarakanku "Itu lho, mbak yang dari Jakarta yang sepedanya hilang" atau malah ada yang terang-terangan menghampiriku "Kamu mahasiswa dari Jakarta yang sepedanya hilang ya?", sepertinya dari respon mereka, aku adalah korban pertama  kasus kemalingan di desa itu (?) hehehe. Sejak saat itu pula, pemerintah Desa tersebut membangun portal di beberapa jalan untuk mencegah kemalingan lagi, yap sekitar 3 hari setelah kejadian kemalinganku, kutemui di beberapa jalan tiba-tiba sudah dipasangi portal saja. Bayangkan kehadiran si mahasiswa dari ibukota ini tiba-tiba membuat perubahan secara tidak langsung di suatu desa? (Fyi sejak saat itu, aku tetap naik sepeda saat berangkat tarawih, bedanya kali ini tidak sendiri-sendiri melainkan berboncengan dengan temanku).

Aku juga kangen dengan suara lantunan Al Qur'an setiap sehabis maghrib dan sepulang tarawih dari Yayas atau Dek Novi (anak umur 10 tahun, tetangga depan rumah tempat kami menginap yang sering main ke tempat kami). Kangen setiap pulang tarawih, menemani Dek Novi mampir ke warung dekat masjid buat sekedar membeli es fanta atau es krim atau terkadang kami harus menasihatinya setiap Dek Novi ingin membeli berbagai macam jenis petasan. Kangen membeli makanan berbuka setiap pulang magang di depan Stadion Manahan Solo yang harga-harganya membuat syok saking murahnya bila dibandingkan dengan harga di ibukota. Kangen main make up make up an sama Dek Novi buat ngabuburit nunggu waktu berbuka puasa. Kangen bantuin Dek Novi mengerjakan PR matematikanya. Kangen kami bertiga zumba malam-malam sehabis tarawih. Kangen juga di saat kami bertiga berboncengan mengendarai motor butut yang tarikan gas-nya sudah endat-endut untuk membeli takjil dekat rumah, membeli STMJ (susu telur madu jahe) ke Surakarta, atau mengambil uang di ATM yang sayangnya lokasi ATM terdekat ada di sebuah mall di Kota Boyolali hahaha jauh bat.  

Aku kangen Ramadan tahun 2018

Aku kangen Ramadan tahun 2018. Itu adalah ramadan terakhirku sebagai mahasiswa S1 di UI. Hal-hal yang menjadi favoritku saat menjalankan ramadan selama berkuliah di UI adalah bagaimana aku dengan teman-teman se-kontrakanku keluar mencari ta'jil terutama di daerah perempatan dekat RS Graha Permata Ibu. Setiap Ramadhan, daerah tersebut benar-benar ramai dipenuhi oleh penjaja ta'jil dan makanan lauk pauk. Sayangnya di tahun ini dipastikan penjaja ta'jil itu tidak ada, bukan saja karena korona, melainkan juga kini tempat tersebut sudah berubah menjadi jalan tol kukusan. Ada 1 penjual favorit yang dulunya berhabitat disitu yang sayangnya sekarang aku tidak tahu pindah kemana abangnya, yaitu penjual bubur kacang ijo madura. Yes, dulu aku dan teman-teman senge-fans itu sama bubur kacang ijo karya abangnya, kami membelinya selepas sholat tarawih, itu beneran bubur kacang ijo terenak di Kukusan deh. Aku sendiri adalah fans bubur kacang ijo, sudah banyak warteg dan warkop di Kukusan yang kudatangi untuk sekedar mencicipi bubur kacang ijonya, sayangnya selalu ada kekurangan seperti kuahnya yang terlalu kental, kacang ijonya yang terlalu hancur, rasanya yang hambar, dan lain-lain. Intinya bubur kacang ijo madura yang dulu habitatnya di daerah gerbang tol kukusan, adalah bubur kacang ijo terenak di seantero kukusan!
Masjid UI
Hal favorit lainnya menghabiskan ramadan di lingkungan UI adalah shalat tarawih di MUI (Masjid Ukhuwah Islamiyah) UI. Entah karena apa, rasa dan atmosfirnya berbeda saat menunaikan tarawih di sana, meskipun kami tahu untuk menuju kesana, haruslah sedikit repot dengan naik bikun atau naik motor. Bisa jadi juga karena lantunan bacaan sholat yang sangat merdu dari imamnya yang tentunya semakin mendinginkan kalbu. Yap, MUI memang memiliki kebijakan menggilir imam shalat tarawih, biasanya berasal dari qari' mahasiswa UI yang sudah pernah menang lomba tilawah Al Qur'an, jadi ya wajar suaranya merdu-merdu. Temenku ulpeh yang bahkan baru mendengar lantunan takbir imam-nya saja langsung berkomentar "Cea, suara imamnya lembut banget". Sebenarnya di MUI ada banyak sekali kegiatan saat bulan Ramadhan termasuk di antaranya ifthar, kajian tematik rutin tiap hari dan pesantren Ramadhan. 

Selanjutnya hal favorit lainnya saat ramadan adalah adanya keberadaan pasar malam di Kukusan. Sekali lagi posisi pasar malam ini adalah di daerah yang sekarang sudah menjadi tol Kukusan. Bagaimana bentuk pasar malamnya? Seperti pasar malam pada umumnya, ada kora-kora, bianglala, kereta mini, dan lain-lain. Karena penasaran, aku dan temanku Ulpeh memutuskan untuk mengunjungi pasar malam tersebut seusai tarawih. Kami mencoba kora-kora ala-ala, yang bahkan harga tiketnya saat itu mungkin sekitar 7000 saja hahaha. Bagaimana sensasinya? Seram! Bahkan lebih seram dibanding kora-kora ancol yang tentu ukurannya lebih besar. Bisa jadi karena si kora-kora itu dijalankan dengan tenaga manusia (di awal ada mas-mas berotot yang bertugas mendorong kora-kora itu biar bisa bergerak) jadi rasanya lebih tidak safety (?) Ditambah dengan suara deritan besi dan engselnya yang seakan-akan mengatakan bahwa engselnya bisa patah kapanpun dan kami penumpangnya akan terhempas (?) Terakhir adalah TIDAK ADA REM-nya!! Lho? Ya, yang menjadi rem-nya adalah si mas-mas berotot tadi, jadi dia akan mulai mengganduli sisi kora-kora agar lama-lama terhenti. Nah, kalau mas-nya lagi iseng nggak mau jadi rem gimana? Itulah kenapa kora-kora versi ini jauh lebih seram! Hahahahaha.
Uji Nyali dengan Kora-Kora Pasar Malam


Aku kangen Ramadan tahun 2019

Aku kangen Ramadan tahun 2019, dimana di tahun itulah pertama kalinya aku menghabiskan Ramadhan sendirian (Yah, maksudku sebelumnya aku hidup bersama orang tuaku selama 18 tahun dan saat kuliah S1 pun aku memilih untuk mengontrak satu rumah dengan sahabat-sahabatku, jadi aku selalu bersama-sama saat menghabiskan ramadan). Di tahun itu aku dan sahabatku sudah memasuki dunia kerja yang tentunya membuat kami tinggal terpisah satu sama lain, membuatku pertama kalinya merasakan hidup sendirian yang tentunya awalnya sangat sulit bagiku yang ekstrovert ini. 
Masjid Al Barkah, Tebet
Masih teringat, sepulang kerja aku akan mencari-cari takjil dan makanan di depan Masjid Al Barkah, Tebet; yang berhubung lokasinya hanya 15 m dari kosanku. Favoritku tentu nasi kuning dan tape ketan susu, kedua makanan itu adalah nasi kuning dan tape ketan susu terenak yang pernah kucoba selama ini, yap kalian harus mencobanya! 

Bersyukurnya di Ramadhan tahun 2019, 2 orang sahabatku yaitu Ulpeh dan Deci sering sekali menginap di kosanku, yah setidaknya bulan Ramadhan itu tidak sepenuhnya aku sendirian hahaha. Mereka berdua akan kuajak menikmati kuliner di depan Masjid Al Barkah atau di dekat Pasar Jaya Bukit Duri. Mereka berdua pun berpendapat hal yang sama bahwa nasi kuning dan tape ketan susu di depan Masjid Al Barkah adalah nasi kuning dan tape ketan susu terenak! Saking seringnya kami membeli makanan tersebut, ibu penjual nasi kuning dan uda tape ketan susu sampai mengenal kami bertiga. Hmm sepertinya saat wabah korona ini berakhir nanti, aku akan mengunjungi lagi nasi kuning dan tape ketan susu tersebut. Semoga penjualnya senantiasa diberi kesehatan. Aaamiin

Sehabis melaksanakan tarawih di Al Barkah, biasanya kami langsung memesan makanan via ojol ke Burger King Tebet yang rencana awalnya sih buat makan sahur. Namun, berhubung sehabis tarawih kami malah mengobrol ngalor ngidul sampai tengah malam (maklum lah ya, namanya juga cewek lagi kumpul), akhirnya tengah malam itu kami kelaparan dan memakan si burger king hahaha. Terus waktu sahur? Ya kami merebus mie instan dan makan lagi. Duh, gimana nggak makin gendut coba?

Cuap-Cuap Terakhir

Well, itu dia tulisan panjang kali lebar-ku tentang sepenggal kisah Ramadan 3 tahun terakhir ini. Menuliskannya kembali menyadarkanku bahwa aku harus selalu bersyukur di setiap momen yang aku jalani sekarang terlepas bagaimanapun itu, karena aku tidak tahu apakah di masa depan aku masih bisa merasakannya lagi dan yang pasti momen-momen yang pernah terjadi di masa lalu pastilah memberikan 'ibrah atau pelajaran untuk diriku di masa sekarang atau di masa depan. 

Terlepas ramadan tahun ini yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya, tentunya kita sebagai umat muslim seyogyanya menyambut ramadan sebagaimana Rasulullah pun menyampaikan datangnya Ramadan sebagai kabar gembira karena banyaknya kebaikan yang berlimpah dalam berbagai bentuknya.

Ramadan tahun ini yang berbeda atau tidak sesemarak tahun-tahun sebelumnya pun seharusnya bukan menjadi bahanku untuk mengeluh atau membuat sedih diri sendiri. Betapa banyak kabar menyedihkan yang kuterima, dari seorang Ibu di Serang yang meninggal setelah 2 hari sebelumnya tidak makan, dari tetanggaku yang meninggal akibat positif COVID-19, dari teman dekatku yang baru saja diPHK karena perusahaan tempat dia bekerja bangkrut tidak memiliki pemasukan selama wabah COVID-19, dari teman dekatku yang harus melalui puasa dan lebaran sendirian di perantauan karena adanya larangan mudik dan pembatasan transportasi, teman dekatku yang calon suaminya di PHK akibat wabah COVID-19 saat mereka baru mulai menjajaki hubungan yang lebih serius; itu semua masih merupakan kasus individual belum terhitung kasus kumulatif seeprti total pegawai yang kehilangan pekerjaan akibat COVID 19, total orang yang meninggal, dll. Dari situ tentunya tidak patut kalau aku masih mengeluh dan lebih baik melakukan semampuku untuk membantu mereka yang kesusahan.

Semoga Allah segera mencabut wabah COVID-19 ini di muka bumi ini. Aaaamiin


Ditulis di hari pertama Ramadan 1441H

Kamis, 30 Januari 2020

Hal Menarik di Setiap Perjalanan Kereta Api

Assalamu'alaikum Warrahmatullah Wabarakatuh


Halo semuanyaaaa!!! 😄

Di post kali ini, gw mau agak berbeda nih dimana sebagai "anak anker" alias anak kereta (kereta api lho, bukan KRL) gw mau berbagi hal-hal menarik yang gw alami sebagai pengguna setia kereta api. Bisa dibilang, ada sesuatu yang magis (#cielah) dari kereta api, yang membuat kalian tetap akan kangen naik moda satu ini dibanding moda transportasi yang lain seperti pesawat, bis, atau mobil.

Pengalaman Kereta Api
Menunggu kedatangan kereta dengan berlatar pemandangan monas
Gw sendiri sudah naik kereta api dari semenjak gw ada di dalam kandungan 😂. Wadaw, kok bisa? Jadi orang tua gw tinggal di kota yang berbeda dengan kakek-nenek gw dan moda yang paling nyaman untuk berkunjung ke rumah kakek-nenek gw adalah kereta api; ditambah sekarang pun gw kuliah di ibukota yang sekali lagi membuat gw menggunakan moda kereta api untuk pulang kampung. Mungkin kalau dihitung sampai umur gw yang ke 23 sekarang ini, udah lebih dari 50 kali ya gw naik kereta api dengan berbagai macam kondisi dan bentuknya hahaha. 

Jadi, disini gw mau merangkum apa aja hal-hal menarik yang gw temui di kereta yang tentunya akan menjadi kenangan tersendiri buat gw untuk tetap kangen dan kangen lagi dengan kereta 😊.


1. Ticket War Tiap Mau Lebaran

Kalau di UI terkenal dengan istilah SIAK WAR, di dunia perkereta-api-an ada juga nih istilah yang gw bikin-bikin sendiri #plakk yaitu ticket war. Dibanding SIAK war yang bertujuan buat milih kelas dan dosen demi IP semester yang melegakan, si ticket War ini juga nggak kalah menegangkan buat memastikan kursi agar pulang kampung saat lebaran dengan selamat dan harga yang masih bersahabat. Sebelum pembukaan tiket, sedari 15 menit sebelumnya gw udah siap-siap dengan segala amunisi seperti internet, cemilan, dan berbagai macam gadget: laptop & hp semua dikerahkan untuk menghadapi war ini 😝. Website KAI atau traveloka udah gw refresh berkali-kali tiap 1 menit hahaha. Saat udah teng waktu bukaannya, gw langsung milih kereta dan kursi dan ngisi data-data secepat mungkin, kemudian langsung gw transfer atau lari-lari penuh kepanikan ke indomaret/alfamart buat bayar tiketnya karena waktu batas pembayaran cuman 38 menit 😆. 

Tentu saja segala sesuatu nggak selalu berjalan mulus, guys. 
  • Server down pas pembukaan tiket? Pernah. 
  • Ketiduran pas pembukaan tiket? Pernah (Mohon dimaklumi guys, pembukaan tiketnya itu jam 12 malam huhu). 
  • Udah lari-lari ke indomaret/alfamaret tapi ternyata disana antre panjang yang berakibat waktu habis dan nggak dapat tiket? Pernah. 
  • Udah lari-lari ke indomaret/alfamaret tapi ternyata lagi nggak berfungsi layanan bayar tiketnya? Pernah. 
  • Lagi buru-buru panik ngisi data diri KTP dan kawan-kawannya tinggal check out, tiba-tiba ke-out sendiri karena tiketnya udah habis? Pernah.
  • Terlalu lama galau milih kursi antara deket jendela atau deket jalan sampai akhirnya kehabisan tiket? Pernah.
  • Nggak ada masalah teknis apapun pas milih tiket atau masalah galau pilih kursi yang mana, tapi ada masalah kantong kering alias nggak punya duit buat beli tiket? Pernah 😆.
Pengalaman Kereta Api
Perjuangan demi selembar tiket
Nah ticket war ini cuman terjadi pas lagi high season aja ya macam lebaran, kalau di hari biasa mah santai-santai aja. Kalau dulu pembukaan tiket itu 3 bulan atau 90 hari sebelum hari keberangkatan, kalau sekarang di aturan yang baru pembukaan tiket itu 1 bulan atau 30 hari sebelum keberangkatan. Apa akibatnya kalau kalah dalam ticket war? Ya antara nggak dapat tiket atau dapat tiket tapi dengan harga yang mahal (di kereta api ada subclassnya, dimana kalau kita telat atau terlambat beli harga tiket maka akan dapat harga yang lebih mahal).


2. Tiket Tanpa Kursi

Fenomena tiket tanpa kursi ini cuman terjadi pas jaman dahulu, jaman sebelum Ignasius Jonan jadi Dirut KAI. Ini sebenernya bukan pengalaman yang menyenangkan ya, tapi kalau diingat-ingat lucu juga haha. Jadi jaman dulu, PT. KAI nggak cuman menjual tiket yang benar, tapi juga menjual tiket tanpa ada kursi -entah apa alasannya PT KAI kok bisa jualan tiket begitu. Namun, sejak Dirutnya Pak Ignasius Jonan, perlahan kereta api jadi jauuuh lebih rapi, termasuk penertiban tiket.

Gw sendiri pernah di kedua pihak: yang dapat tiket "benar" dan dapat tiket tanpa kursi. Pas gw dapet tiket yang emang "benar", gw jujur suka kesal sama orang-orang yang nggak dapat kursi dan nebeng di gagang kursi gw, ganggu gitu lho (-pikir gw saat itu yang masih SD). Hingga kemudian ada momen di mana keluarga gw kehabisan tiket lebaran yang berakibat terpaksa beli tiket tanpa kursi. Waktu itu ibu ama adek gw duduk di lantai kereta, bapak gw berdiri dan mondar-mandir kesana-kemari (ya Allah kasian kalau inget ini), sedangkan gw? Gw duduk di gagang kursi seorang penumpang (ortu gw izin ama penumpang itu biar gw bisa duduk di gagang kursinya). Gw merasa nggak enak sama itu orang takutnya dia nggak ikhlas atau nggak nyaman ada gw disitu. Nah, lho; kualat kan? Hahahaha. 


3. Tidur Beralaskan Koran di Lantai Kereta

Pengalaman ini juga nggak terlepas dari jaman-jaman PT. KAI belum dipegang Pak Ignasius Jonan hahaha, yah pokoknya di jaman itu kereta masih berantakan dan amburadul deh. Jadi ceritanya nih kalau misal sekeluarga naik kereta kan otomatis milih tempat duduk buat 4 orang terus kursinya dibikin hadap-hadapan gitu (jaman dulu kursi masih bisa digeser ngadep belakang atau depan). Saat ingin tidur, berhubung tidur dengan posisi duduk itu sama sekali nggak enak, ya akhirnya gelar koran dong di bawah kursi (toh masih termasuk teritori kursi) dan bobok disitu dengan kaki bebas telentang wkwkwkwk. Ya Allah, kalau dingat-ingat sekarang  kok ngenes banget yaaa hahaha. Tapi yang gw herannya kok waktu itu gw merasa nyaman-nyaman aja tidur beralaskan lantai kereta yang keras dan nggak merasa jijik sama sekali. Ditambah dengan ayunan dan goyangan gerbong yang meliuk-liuk membuat tidur semakin pulas. Duh, kangen deh jaman-jaman begitu 😊.


4. Dengkul Ketemu Dengkul

Pengalaman ini hanya bisa didapat bagi teman-teman yang naik kereta ekonomi, yang naik bisnis-eksekutif atau bahkan priority-luxury dijamin can't relate. Terkadang gw merasa bahwa pengalaman unik macam gini cuman bisa didapetin saat kita nggak punya banyak uang ya hahaha, ada hikmahnya juga. 

Jadi nih guys, posisi duduk kereta ekonomi itu hadap-hadapan ada yang formasinya 4 orang hadap-hadapan dan ada juga yang 6 orang hadap-hadapan. Namanya juga ekonomi; udah sempit, hadap-hadapan, jarak antar kursinya deket pula; jadilah seringkali lutut ketemu lutut 😆. Wah kalau udah kayak gini, nggak enak banget deh, udah gitu kudu tahan selama berjam-jam bahkan belasan jam buat di posisi macam itu. Coba bayangin kalau yang ketemu lutut-lutut itu sama-sama cowok atau cewek-cowok yang nggak saling kenal? Kan awkward ya hahaha, udah mukanya hadap-hadapan ditambah dengkul yang saling sentuh-sentuhan, awkward maksimal atau risih makmisal. Untung kaki gw pendek ya, jadi gw mah nggak pernah menemui masalah macam gini hahaha. Ada solusi lain sih, yaitu kalian janjian ama penumpang di depan biar kakinya selisih-selisihan; tapi masalah baru muncul lagi: siapa yang bisa duduk dengan nyaman kalau ada kaki orang lain ada di dekat dengan selangkangan kalian? 😆. Nah lho, serba salah kan?


5. Rebutan Bagasi

Kalau lagi musim lebaran, jangan heran dengan pemandangan seperti ini: satu keluarga dengan banyak tas: koper ada, tas jinjing ada bahkan tiap anaknya bawa tas ransel masing-masing, ditambah entah berapa buah kardus (biasanya isinya oleh-oleh), dan sekarung beras. Nah kalau udah ketemu yang semacam itu dan kalian telat masuk gerbong, yaudahlah pasrah dan ikhlas aja kalau misal kalian nggak kebagian bagasi hahaha. 

Jadi pas jaman-jaman lebaran, emang wajar bakal banyak orang plus banyak juga bawaannya, jadi kita-kita nih yang jomblo dan single dengan barang bawaan cuman 1 ransel atau 1 koper aja harus berjuang biar dapat bagasi atau kalau nggak ya nggak dapat bagasi. Cuman masalahnya guys, tipe-tipe penumpang yang bawa banyak bawaan seperti ini, kereta belum datang aja mereka udah baris di peron; apalagi pas keretanya dateng beuhhh mereka langsung lari secepat kilat buat ngetag bagasi. Ya jadilah orang macem gw yang nggak kuat adu serobot dan otot memilih untuk ngalah aja dan dapat bagasi seadanya, kalau nggak dapat bagasi pun yaudah gw taruh bawaan gw di bawah kolong kursi.
Pengalaman Kereta Api
Pemandangan bawaan penumpang khas mudik: kerdus-kerdus
Gw sebelumnya sempat kesal kalau ketemu yang macem gitu ya, mungkin harusnya ada aturan barang bawaan maksimal penumpang di kereta semacam di pesawat gitu; tapi sekarang mah gw udah biasa aja lagian cuman kejadian setahun sekali pas lebaran aja, atau bisa jadi barang yang mereka bawa itu adalah oleh-oleh yang udah diharapkan banget ama keluarga di kampung jadi ya udah nggak apa-apa. Peristiwa ini terjadi nggak cuman terjadi di 1 kelas aja ya, gw menemuinya baik itu di kelas ekonomi, bisnis, maupun eksekutif. Meskipun begitu, nggak bisa dipungkiri ya paling banyak di ekonomi.


6. Gerbong Restorasi aka Gerbong Makan

Ini nih mungkin spot favorit buat kalian anak-anak kereta. Memandang keluar jendela, melihat hamparan sawah sambil sesekali menyeruput teh panas, duuh nikmatnya. Gerbong restorasi juga bisa ya jadi tempat menghangatkan badan setelah kedinginan di kursi akibat AC yang dingin keterlaluan. Gw seneng banget nih disini, menikmati nasi goreng atau nasi rames yang lebih sering nasinya keras ditambah dengan segelas teh panas (literally panas) yang bisa membuat lidah terbakar sambil menikmati hamparan persawahan atau Laut Jawa sepanjang Jakarta-Semarang, apalagi kalau gerbong restorasinya lagi sepi jadi gw bisa semakin khidmat menikmati kesendirian ini hahaha.

Pengalaman Kereta Api
Menikmati santapan kereta di gerbong restorasi
Gerbong restorasi ini bisa menjadi awal mula sebuah cerita. Tak jarang orang bertemu dengan pasangannya di gerbong restorasi ini, membuat kaum-kaum jomblo jadi punya modus dan harapan terselubung saat mampir di gerbong restorasi. Tapi beneran lho, gerbong restorasi ini cocok buat jadi latar cerita, lihat aja berapa banyak film atau novel yang mengambil tempat di gerbong restorasi. Masih ingat dimana James Bond bertemu pertama kali dengan Vesper Lynd dalam Casino Royale? Ya di gerbong restorasi. Masih ingat dimana Hercule Poirot menjelaskan kecurigaannya tentang terjadinya pembunuh dalam Murder on the Orient Express? Ya di gerbong restorasi. Masih ingat dimana Angelina Jolie ketemu pertama kali sama Jhonny Depp dalam film The Tourist? Ya di gerbong restorasi. Masih ingat dimana Ray bertemu pertama kali dengan pujaan hatinya dalam Rembulan Tenggelam di Wajahmu? Ya di gerbong restorasi. Tuh banyak cerita kan di gerbong restorasi ^^

Pengalaman Kereta Api
Om James Bond dan Mbak Vesper yang ketemu di gerbong restorasi



7. Makanan Kereta

Sebenarnya sih nggak ada yang spesial juga dengan makanan kereta, nggak yang enak banget sampai terkenang gitu; justru yang terkenang adalah keheranan gw kok mau-maunya beli satu cup teh panas harga 15.000 yang mungkin isinya nggak nyampe 200 ml😆, overpriced-nya keterlaluan. Teh panas yang gw maksud disini beneran panas guys, jadi pas lagi dibikin sama pramusaji-nya beneran dicur-in langsung dari termos panas tanpa ada tambahan air dinginnya, kebayang nggak tuh sepanas apa XD; makanya gw baru bisa minum teh panas itu setelah menunggu 15 menit (sekaligus sebagai alasan untuk berlama-lama di gerbong restorasi).

Untuk makanan yang tersedia ada macam-macam ya, paling mainstream sih ayam goreng, nasi goreng, nasi rames, indomie, dan berbagai macam snack bermicin; meskipun begitu ada menu unik yang bisa kita temukan di kereta berupa makanan khas dari kota yang dilalui kereta tersebut. Contohnya untuk kereta jurusan Jakarta-Semarang, biasanya setelah kereta melalui Stasiun Cirebon, maka di restorasi akan disediakan empal gentong, salah satu kuliner wajib dicoba saat bertandang ke Cirebon. Gw pernah punya pengalaman saat puasa beberapa tahun lalu dimana saat itu PT KAI baik banget nyediain makanan buka puasa gratis buat penumpangnya, sayangnya sekarang udah nggak ada lagi.

Pengalaman Kereta Api
Alhamdulillah dapat menu buka puasa gratis dari PT KAI 😊
Sebenarnya secara keseluruhan bukan cita rasa makanan atau minuman yang menjadikannya menarik dan patut dikenang, melainkan bagaimana memori dari pengalaman itu sendiri: menikmati ayam goreng dengan daging yang alot ditemani dengan secangkir teh yang terlalu panas sambil menikmati alunan goyangan gerbong dan hamparan hijau persawahan.


10. Toilet Bolong

Pemandangan ini mungkin cuman ditemui di kereta ekonomi ya, kalau di bisnis dan eksekutif gw belum pernah menemui; itupun nggak semua kereta ekonomi seperti ini. Jadi guys, bentuk toilet di kereta itu bermacam-macam ya, ada yang jongkok ada yang duduk; dan ada pula yang bolong. Iya, bolong. Maksudnya? Jadi bentuknya cuman bolongan doang yang kemudian langsung terhubung ke rel kereta di bawahnya. Bisa bayangin kan kalau misal kalian BAK atau BAB dan kebetulan dapat toilet seperti itu? Ya langsung "plung" ke bawah. Sejak saat itu, gw jadi suka suudzon tiap liat kereta api lewat dan ada air yang mengucur dari bawah gerbongnya, jangan-jangan... 😆

Pengalaman Kereta Api
Eww bolong
Tapi pemandangan ini gw lihat uda beberapa tahun lalu ya, mayoritas toilet sekarang sudah punya sistem septic tank-nya sendiri jadi nggak otomatis "plung" gitu turun ke bawah.


11. Teman Seperjalanan

Berhubung selama 5 tahun terakhir ini gw seringnya naik kereta sendirian, jadinya gw selalu bertemu dengan orang asing sebagai temen duduk gw di kereta. Dari yang anak SMP, ibu-ibu, mbak-mbak, bapak-bapak, sampai kaki-nini. Ada yang dari awal naik sampai turun kereta, dieeem doang dan mainan hp; ada juga yang ramah dan ngajak ngobrol terus sampai nggak sadar udah 4 jam ngobrol; dan ada juga yang keponya keterlaluan entah kenapa 😅. Ada yang cerita mau ngunjungin cucunya di Semarang, ada yang cerita mau 'kulakan' baju di pekalongan, ada juga yang cerita anaknya sekarang lagi galau menentukan univ pilihan di jalur undangan, sampai cerita dari seorang direktur sebuah perusahaan mengenai pengalamannya menginterview berbagai macam jenis freshgraduate; yap selalu ada cerita dari teman seperjalanan.

Gw sendiri bukan tipe yang memulai pertama kali suatu percakapan saat di kereta, tapi gw pasti akan menanggapi dan tak segan untuk bercerita panjang lebar jika teman duduk gw memulai percakapan apalagi kalau dia terlihat menyenangkan untuk diajak ngobrol. Hal ini menjadi salah satu membuat gw penasaran kira-kira siapa ya yang nanti bakal jadi teman seperjalanan gw, apakah seorang pelajar, seorang ibu, seorang guru, seorang pedagang, atau yang lainnya. Kira-kira apakah kita nanti akan ngobrol panjang, ngrobrol seadanya, atau malah diam tak peduli sama sekali selama 6 jam perjalanan. Dan kira-kira ilmu atau wawasan apa yang akan gw dapat dari obrolan nanti, apakah hanya sekedar basa-basi atau pembahasan dalam mengenai suatu topik. Who knows?


12. Pemandangan

Pemandangan adalah hal nggak boleh luput gw sebutkan disini. Dimulai dari bentangan biru laut utara Jawa setiap menaiki kereta jurusan Jakarta-Surabaya; kemudian menikmati hijaunya persawahan berlatarkan pegunungan saat memasuki wilayah Kendal di kereta jalur utara; atau merasakan jantung yang deg-degan saat melewati Jembatan Cikumbang yang dikelilingi pemandangan indah khas parahyangan di kereta jurusan Jakarta-Bandung; atau merasakan pengalaman membelah perbukitan saat melintasi Purwokerto; dan masih baaaanyak lagi. Pengalaman yang menakjubkan bukan? Gw yakin mungkin ini menjadi salah satu faktor magis yang membuat orang untuk selalu kembali dan kembali menaiki kereta, terlepas dari berbagai macam moda transportasi yang tersedia.

Jembatan Sikumbang


Cuap Cuap Terakhir

Nah itu dia hal-hal menarik yang gw temukan di setiap perjalanan kereta api. Setiap orang punya anggapan sendiri mengenai apa yang dianggapnya menarik, jadi kalau misal kalian ada sesuatu yang menarik namun tidak dibahas oleh gw di post ini, kalian boleh banget cerita di komen di bawah :D.

Semoga tulisan ini bermanfaat ya! Sampai jumpa lagi!





- Safira CA -
Pelajar yang sedang berjuang menulis tugas akhir 
malah memilih mangkir demi menulis kenangan kereta yang tiba-tiba terpikir

Jumat, 10 Januari 2020

Antara Pubertas Dini dan Postur Tubuh Mini

Assalamu'alaikum Warrahmatullah Wabarakatuh



Oke pada post kedua di section Sci-Tech ini, gw mau membahas tentang pubertas dini atau dalam bahasa ilmiahnya adalah "precocious puberty". Kenapa gw membahas topik ini? Karena gw rasa di Indonesia masih kurangnya awareness dari orang tua terhadap kondisi pubertas anaknya dan gw berharap dengan adanya info ini, orang tua bisa melakukan deteksi dini apabila ada dari anaknya yang memiliki gejala-gejala pubertas dini dan bisa mencegah dampak yang ditimbulkannya. Disini gw bukan dokter atau praktisi kesehatan, gw cuman mau sharing karena gw memang punya concern di masalah ini hehe. Meskipun gw bukan orang yang punya latar belakang di bidang kesehatan, gw tetap berusaha sebisa mungkin agar informasi yang ditampilkan disini berasal dari sumber atau artikel imiah yang terpercaya. Oke, g usah lama-lama, langsung aja cekidot.


Apa itu pubertas dini? Kapan suatu proses pubertas dikategorikan "dini"?

Pubertas pada dasarnya merupakan kondisi dimana terjadi perubahan secara fisik, psikis, dan pematangan fungsi secara seksual. Proses pubertas disini meliputi pertumbuhan tulang dan otot, perubahan pada bentuk dan ukuran tubuh, serta terjadi perkembangan kemampuan tubuh untuk melakukan reproduksi. Pubertas dimulai pada range usia 8-10 tahun dan berakhir di range usia 15-16 tahun. 

https://bloximages.newyork1.vip.townnews.com/bendbulletin.com/content/tncms/assets/v3/editorial/7/21/721b3406-8f93-545f-beb9-e4609ca7b9d9/5de9a88d9ebc2.image.jpg?resize=400%2C533
Ilustrasi pubertas dini
Suatu kondisi dikatakan pubertas dini apabila pubertas sudah dimulai di usia kurang dari 8 tahun pada anak perempuan dan pada usia kurang dari 10 pada anak laki-laki. Contoh kasusnya adalah mulai tumbuhnya payudara pada anak perempuan 6 tahun. Pada kasus pubertas dini, gejala yang muncul tidak hanya berupa perubahan fisik (tumbuhnya payudara, membesarnya penis/buah zakar), melainkan juga dibarengi juga percepatan pertumbuhan tinggi tumbuh dan kematangan tulang. 



Kenapa pubertas dini harus segera ditangani?

Menurut gw, kasus pubertas dini bukanlah suatu kasus yang bisa dikesampingkan begitu saja, orang tua perlu waspada apabila mereka melihat adanya gejala pubertas dini pada anaknya. Sebagaimana sudah gw sebutkan sebelumnya, bahwa pada kasus pubertas dini akan diikuti oleh percepatan pertumbuhan tinggi tubuh dan kematangan tulang; hal ini akan menyebabkan proses pertambahan tinggi tumbuh cepat selesai bahkan berakhir sebelum mencapai potensi tinggi maksimalnya yang berakibat pada tinggi tumbuh akhir yang cenderung pendek.  Untuk masalah tinggi potensial seorang anak bisa dihitung dengan mempertimbangkan tinggi kedua orang tuanya, di internet ada banyak sekali kalkulator untuk perhitungannya, berikut gw kasih link untuk kalkulator prediksi tinggi badan.

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di jurnal The Journal of clinical endocrinology & Metabolism 2 menyatakan bahwa pubertas dini menyebabkan tinggi tubuh yang pendek bahkan didapati bahwa perempuan yang mengalami pubertas dini maka tingginya akan tidak lebih dari 151 cm dan bagi laki-laki maka tingginya tidak akan lebih dari 157,8 cm. Penelitian ini pun didukung oleh penelitian lain yang diterbitkan Jurnal Pediatrics dan Therapeutics 3, dimana penelitian dilakukan pada 586 anak perempuan yang mengalami pubertas dini, dimana didapat rata-rata tinggi yang mereka capai sekitar 149.4 cm padahal tinggi target berdasarkan perhitungan tinggi ayah dan ibu mereka adalah sekitar 157.8 cm. Dari sini terlihat terdapat perbedaan sekitar 8,4 cm dari tinggi prediksi/potensialnya. Pada penelitian ini juga didapatkan kesimpulan bahwa terdapat korelasi antara variabel tinggi tumbuh akhir seorang anak dengan waktu mulai menstruasi. Penelitian lain yang dilakukan pada tahun 2004 dan diterbitkan pada jurnal European Journal of Endocrinology menyebutkan bahwa menunda terjadinya pubertas dapat membantu meningkatkan tinggi tubuh akhir seseorang. Dari penelitian-penelitian yang sudah gw sebutkan di atas, jelas menyiratkan bahwa terdapat korelasi antara pubertas dini dengan tinggi tubuh yang pendek.

Ilustrasi emosional
Selain memengaruhi fisik yaitu tinggi tubuh akhir yang pendek, terdapat dampak lain yang disebabkan oleh pubertas dini yaitu dampak psikologis. Pubertas yang lebih awal terjadi, dapat menyebabkan si anak tersebut mengalami perubahan lebih dahulu dibanding anak-anak sebayanya, hal ini pun dapat memberikan tekanan psikologis sendiri pada anak. Contoh kasus yang bisa kita bayangkan adalah, pada anak perempuan usia 8 tahun yang telah tumbuh payudaranya terlebih dahulu dan lebih "terlihat" dibanding anak perempuan sebayanya, bisa membuat si anak tersebut merasa berbeda dari teman sebayanya atau bahkan menjadi bahan ceng2an oleh teman-temannya, tentunya hal ini pada sebagian anak akan menjadi tekanan psikologis sendiri, merasa malu, dan sebagainya. Bahkan pada beberapa literatur yang gw baca, pubertas dini cenderung memengaruhi perkembangan emosi anak dimana di masa dewasanya si anak tersebut berkembang menjadi pribadi yang emosional. Namun, untuk pernyataan ini baru gw temukan di artikel saja, gw belum menemukan penelitian yang bisa membuktikan korelasi ini.

Dari paparan di atas, tentunya kasus pubertas dini perlu menjadi concern bagi orang tua maupun calon orang tua agar bisa mencegah anak-anaknya mengalaminya atau segera menangani bila mendapati anaknya memiliki gejala pubertas dini. Memangnya apa saja penyebab dan gejala pubertas dini, lalu bagaimana cara penanganannya? Tenang aja, pertanyaan ini akan gw bahas satu-satu di bawah. Next! ->>>



Sebenarnya apa penyebab pubertas dini?

Penyebab pubertas dini lebih seringnya tidak dapat ditemukan; namun pada beberapa kasus (-yang itupun sangat jarang terjadi) pubertas dini dapat disebabkan karena infeksi, kelainan hormon, tumor, keabnormalitas-an atau luka pada otak. Pubertas dini atau prcocious puberty dapat dibedakan menjadi 2 jenis berdasarkan penyebabnya yaitu: 
  1. Gonadotropin-dependent Precocious Puberty
    Merupakan pubertas dini yang disebabkan terjadinya sekresi terlalu awal (premature secretion) dari hormon gonadotropin (hormon yang bertanggung jawab terhadap terjadinya pubertas). Berdasarkan literatur, para peneliti percaya bahwa kematangan yang terlalu awal pada hypothalamus-pituitary-ovaries axis-lah yang menyebabkan kelainan ini pada perempuan. Meskipun begitu, penyebab jelas kenapa bisa terjadi premature secretion dari hormon gonadotropin masih belum diketahui. Pubertas dini jenis inilah yang paling sering terjadi.
  2. Gonadotropin-independent Precocious Puberty
    Merupakan pubertas dini yang tidak disebabkan akibat sekresi terlalu awal (premature secretion) dari hormon gonadotropin (-itulah kenapa namanya "independent").
Ilustrasi hormon gonadotropin
Korelasi antara premature secretion hormon gonadotropin sebagai penyebab dari pubertas dini telah dibuktikan melalui penelitian yang dipublikasikan pada tahun 1999 di The Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism 2. Meskipun begitu belum diketahui dengan jelas apa penyebab dari premature secretion hormon gonadotropin pada tubuh.

Apa saja gejala pubertas dini?

Tentunya agar bisa aware terhadap pubertas dini, kita harus tahu apa saja gejala-gejalanya. Gejala dari pubertas dini sama dengan gejala pubertas pada umumnya hanya saja dimulai di usia yang lebih awal, yaitu kurang dari 8 tahun pada anak perempuan dan kurang dari 9 tahun pada anak laki-laki. Gejala-gejala tersebut antara lain:
  • Pertumbuhan payudara dan mentruasi pada anak perempuan
  • Pembesaran penis & buah zakar, pertumbuhan rambut, dan perubahan suara pada anak laki-laki
  • Pertumbuhan rambut pada kemaluan dan ketiak
  • Munculnya jerawat
  • Mulai muncul bau badan
Di luar tanda-tanda pubertas umum di atas, berdasarkan sumber yang gw baca terdapat gejala khusus yang muncul untuk kasus pubertas dini ini antara lain:
  • Si anak berubah jadi moody disebabkan perubahan hormon
  • Meningkatnya agresifitas pada anak
  • Si anak akan lebih tinggi dari anak-anak sebayanya (hanya pada awal saja)


Bagaimana cara diagnosis pubertas dini?

Apabila anda sebagai orang tua mencurigai bahwa anak anda mengalami pubertas dini maka hal pertama yang dilakukan adalah segera pergi ke dokter anak. Kemungkinan pemeriksaan yang akan dilakukan untuk diagnosa antara lain:
  • X-Ray
  • Pengukuran jumlah hormon gonadotropin (LH dan FSH), estradiol, testoterone, dan/atau tiroid.
  • Melakukan ultrasonografi pada kelenjar adrenal dan gonad (ovarium dan testis)
  • Melakukan tes pada Gonadotropin-stimulating-hormone (GnRH)
  • Melakukan magnetic resonance imaging (MRI)


Bagaimana cara penanganan pubertas dini?

Treatment yang dilakukan oleh dokter tentunya bertujuan untuk menghambat atau menghentikan proses pubertas dini yang sedang terjadi. Berdasarkan literatur yang gw baca, terapi yang digunakan salah satunya dengan terapi hormon menggunakan luteinizing-releasing hormone (LHRH). Hormon sintetis ini akan menghentikan proses kematangan seksual dengan cara mencegah kelenjar pituari untuk melepaskan hormon gonadotropin.



Nah itu dia sepenggal paparan gw tentang pubertas dini. Ya mungkin judul artikel ini terlalu lebay ya pakai kata "tubuh mini" hahaha, harusnya cukup tubuh pendek aja; tapi berhubung gw pingin judulnya punya rima yang asyik jadilah dibuat judulnya begitu biar menarik. 

Semoga yang gw tulis ini bisa bermanfaat buat kalian. Sampai jumpa di artikel gw selanjutnya dan jangan lupa cek artikel gw yang lainnya yaa. Bha bhayyyyyy


- Tulisan ini ditulis di dalam keremangan malam 
di atas rangkaian gerbong Argo Muria


Referensi:
D, L.-V., B, V., R, C. M., J, E. S., JD, F.-B., & C., M.-H. (2004). Onset of puberty at eight years of age in girls determines a specific tempo of puberty but does not affect adult height. Acta Paediatrica, 874-879.
Klein, K. O. (1999). Precocious Puberty: Who Has It? Who Should Be Treated? The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, 411-414.
Al-Agha, A. E., & Hadadi, A. A. (2015). Early Puberty and its Effect on Height in Young Saudi Females: A CrossSectional Study. Pediatrics & Therapeutics, 222-226.
Wit, J. M., Balen, H. V.-v., Kamp, G. A., & Oostdijk, W. (2004). Benefit of postponing normal puberty for improving final height. European Journal of Endocrinology, 41-45.
Mayo Clinic. (2019, April 5). Precocious Puberty. Retrieved from Mayo Clinic: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/precocious-puberty/symptoms-causes/syc-20351811
Children's National. (n.d.). Pediatric Precocious Puberty. Retrieved from Children's National: https://childrensnational.org/visit/conditions-and-treatments/diabetes-hormonal-disorders/precocious-puberty

Rabu, 13 November 2019

Review Laneige Clear C Advance Effector EX

Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakatuh



Holaaaa semuanya!!!!

Akhirnya setelah sekian lama vakum dari dunia review skincare #cielah, hari ini gw muncul dengan review salah satu produk skincare yang sangat HITSS ABIZZZ, yaitu Laneige Clear C Advance Effector. Setelah sebelumnya gw dibikin terkagum-kagum dengan Laneige Clear C Peeling Serum (Baca Reviewnya disini), gw memutuskan untuk mencoba seri Clear C yang lain yang tentunya nggak kalah hits dari serumnya. Hohoho. Nggak pakai lama, langsung aja deh cuzz ke reviewnya->>>

Deskripsi Singkat Produk

Oke, produk Laneige Clear C Advance Effector ini adalah salah satu produk dari rangkaiqn Clear C laneige. Rangkaian Clear C sendiri terdiri atas booster, serum, dan peeling mask. Nah si Laneige Clear C Advanced Effector ini berfungsi sebagai booster. Apa sih booster itu? Booster adalah produk yang berfungsi untuk "menge-boost" atau memaksimalkan kerja skincare setelahnya, dalam hal ini si serum. Ya singkatanya, jika kalian menggunakan serum itu sendiri maka hasilnya bagus; namun jika digunakan bersama booster maka hasilnya muaakin bagus. Peletakan urutan penggunaan booster bisa disamakan dengan essence; jadi makai essence/booster dulu baru deh serum.

Review Laneige Clear C Advance Effector EX
Laneige Clear C Advanced Effector EX
Nah dari berbagai macam rangkaian produk Laneige, rangkaian Clear C terutama booster dan serumnya adalah yang paling laris di Indonesia. Lho kok bisa? Yep karena banyak orang yang merasakan efek nyata dari produk-produk ini plus rekomendasi dari Suhay Salim yang kemudian membuat jajaran wanita Indonesia rame-rame belanja rangkaian Clear C ini (oke, lebay).

Harga

Ini dia poin penting yang wajib dipertimbangkan sebelum membeli skincare: Harga XD (ya maklum ya belum jadi crazy rich, jadi masih peduli harga wehehe). Range harga dari Laneige Clear C Advance Effector (hadeuh panjang amat namanya) ini berkisar antara 
Rp 370.000-470.000
tergantung tempat dimana kalian beli. Kalau kalian beli di counter resmi Laneige atau di official online shop Laneige, maka harga yang harus dibayar yaitu sekitar 470.000. Dengan harga segini, kalian mendapatkan 150 mL produk plus 60 helai kapas. Apakah worthed? Probably yes, probably not.

Packaging

Dikarenakan Laneige adalah produk skincare yang semi high end, jadi otomatis kemasan dan desain prodik Laneige beneran mevah saudara-sadara. Untuk rangkaian seri Clear C, Laneige menggunakan warna pink ke ungu-an sebagai identitasnya.
Kita mulai dari packaging kerdusnya deh. Desainnya bener-bener simple tapi cantik dan elegan. Cukup perpaduan warna putih, biru, dan pink ditambah aksen diamond khas Laneige, udah bikin tampilan packahingnya numero uno. 
Review Laneige Clear C Advance Effector EX
Packaging box Laneige Clear C Adavanced Effector EX
Kalau kalian pertama kali unboxing, maka beginilah penampakannya dimana ada sekat pemisah antara produk boosternya dengan kerdus berisi kapas.
Review Laneige Clear C Advance Effector EX
Dibukaaaa~~
Review Laneige Clear C Advance Effector EX
Bonus Kapas Laneige
Review Laneige Clear C Advance Effector EX
Kapas
Ada satu hal yang unik dari kapas bawaan Laneige, dimana kapas ini memiliki tesktur yang berbeda di kedua permukaannya. Permukaan yang satu memiliki tekstur yang bergerigu dan permukaan yang datunya lagi memiliki tekstr yang rata. Perbedaan tekstur ini berkaitan dengan fungsi yang akan disandang. Di pagi hari, dikarenakan kita mungkin akan menggunakan make up, disarankan menggunakan kapas yang bergerigi gunanya untuk "mengamplas" dan membersihkan sisa-sisa kotoran agar nantinya make up lebih menempel. Etapi beneran lho, si Laneige Advance Effector ini bisa kayak micellar water yang ngebersihin sisa sisa kotoran di wajah. Nah gw sendiri nggak tega makai si Laneige ini sebagai "pembersih" wajah, mahal booo. 

Review Laneige Clear C Advance Effector EX
Tekstur Bergerigi
Sedangkan di malam hari, penggunaan produk akan berfokus ke fungsi sebagai skincare sehingga disarankan menggunakan bagian permukaan kapas yang rata; jadi kayak di tap tap gitu di wajah.
Review Laneige Clear C Advance Effector EX
Tekstur lembut
Nah sekarang kita bahas mengenai packaging botolnya. Penampakan botolnya ini benar-benar sedap dipandang deh. Simple, cantik, dan elegan. Bahan yang digunakan adalah plastik yang semi-semi kaca, jadi ya otomatis lumayan berat; ini mungkin yang jadi agak merepotkan kalau kita lagi traveling; meskipun kita bisa akali dengan memindahkannya di botol-botol kecil ya kalau pas travelling.

Review Laneige Clear C Advance Effector EX
Skala penggunaan harian
Produk booster ini akan dikeluarkan melalui pump dan kalau kalian perhatikan di bagian sisi botol ada semacam skala penggunaan dengan tulisan Day 1 sampai Day 30. Jadi itu semacam panduan gitu biar kita bisa mengeluarkan produk yang pas tiap harinya. Nah kalau menyesuaikan skalanya sih, harusnya kita menghabiskan produk ini dalam 30 hari; tapi kenyataannya gw baru menghabiskan produk ini setelah 2 bulan, bukannya gw sok irit tapi ya gw merasa gw udah lumayan banyak kok naruh produknya ke muka #alesan.


Tekstur dan Bau

Tesktur dari produk laneige ini bener-bener cair kayak air. Jadi otomatis akan cepat menyerap ke muka. Penampakannya pun bening seperti air.

Untuk baunya, sebagaimana produk-produk Laneige lainnya, produk Advance Effector ini memiliki wangi yang lembut dan mewah khas Laneige, jadi berasa seneng gitu kalau lagi apply produknya.


Review Setelah Pemakaian 2 Bulan

Sebagaimana sudah gw sebutkan, bahwa gw menghabiskan produk ini dalam kurun waktu 2 bulan. Saat penggunaan produk ini gw pure makainya sendirian tanpa dibarengi produk Laneige lain seperti serumnya. Kenapa? Ya karena gw pingin lihat efek produk ini klo bekerja sendiri plus saat itu si serunm laneige gw udah abis dan bokek buat beli produk yang lain hahaha. 

Jadi gimana efeknya? Yes produk ini membantu mencerahkan wajah gw dan meratakan tekstur wajah. Kulit serasa lebih cerah dan lebih bersih plus lebih lembut. Bhay bhay kulit gradakan!! Teksturnya yang super cair ini juga sangat membantu ya, dalam artian kalau misal gw pagi-pagi mau berangkat dan make up dulu, nggak perlu tunggu lama-lama skincare-nya meresap; yap karena tekstur booster dari Laneige yang super cair ini jadi otomatis mudah terserap. Oh ya efek lain dari produk ini adalah kemampuanny yang melembabkan, setelah memakai produk ini kalian merasa kulit menjadi lebih lembab dan kenyal. Poin plus lainny adalah enth kenapa memakai produk inj ada calming sensationnya, jadi saat kalian memegang kulit yang habis dipakai Advance Effector, maka kalian akan merasakan kulit kalian yang adem/dingin gitu, padahal kalian sama sekali nggak nyimpen si Advance Effector di lemari pendingin. Kece banget kan?

Gw juga sama sekali nggak mengalami break out alias aman-aman aja. Bahan baku yang alami yaitu dari superberry extract menjadi poin plus juga untuk produk ini. Meskipun begitu, gw merasa efek mencerahkan dan meratakan teksturnya nggak sekece serumnya. Yah memang sih kalau di logika, otomatis kinerja serum itu pasti lebih bagus dibanding booster/essence-nya karena serum lebih concentrated. Jadi ya secara keseluruhan essence ini tetap kece parah dan gw rekomendasikan buat dicoba sama temen-temen semua.

Mungkin gw akan kembali memakai produk ini tapi dikombinasikan dengan produk Laneige lain seperti Laneige Clear C Peeling Serum atau Laneige White Dew Ampoule Essence; jadi gw bisa tau apakah kombinasi ini nantinya akan menghasilkan efek yang luar biasa? Nah tunggu aja update review gw ya. Kapan? Belum tahu sih, sekarang gw lagi mulai mencoba Secret Key First Treatment Essence gara-gara penasaran pingin tau gimana rasanya makai produk dupe-nya SKII. Jadi sabar aja haha, dan yah nantikan juga review gw tentang si Secret Key, FTE, dupe-nya SKII.



Yak demikian review dari gw. Semoga bermanfaat. Buat kalian yang ingin bertanya, sharing, atau diskusi jangan sungkan-sungkan ya buat komen di bawah.

Terima kasih buat yang udah mampir kesini, sampai jumpa lagi!!!


Wassalamualaikum Warrahmatullah Wabarakatuh