Minggu, 24 Juni 2018

Laneige Pore Control BB Cushion No. 21 & 23 : A Review

Assalamual'aikum Warahmatullah Wabarakatuh ^^


Hai, akhirnya bisa nulis lagi setelah sebulan ini direbekkan dengan urusan skripsi 😉. Nah, kali ini gw mau ngereview lagi satu produk beauty yaitu Laneige BB Cushion. Yeayy. Nah sebenarnya sih gw lebih tertarik untuk review ke perawatan kulit a.k.a skincare dibandingkan make up, namun berhubung post sebelumnya tentang cushion (baca postnya disini) yaudalah sekalian cushion lagi aja post kali ini. Tanpa kebanyakan cincong, marilah kita langsung menuju ke review-nya. Yuhuuu

Ta'aruf

Oke mari kita mulai review ini dengan ta'aruf alias berkenalan dulu dengan Laneige. Jadi laneige adalah salah satu brand skincare & make up Korea dari perusahaan Amore Pacific. Nah perusahaan ini menaungi 3 brand terkenal: Sulwalshoo, Laneige, dan Innisfree. Sulwalshoo adalah brand untuk lini high-end, Laneige untuk lini middle to high-end, sedangkan innisfree untuk lini low to middle-end. Dan produk laneige bb cushion adalah salah satu produk laneige yang paling terkenal dan paling dicari seantero dunia (*lebay 😋). Eh tapi ini bener lho, menurut klaim dari pihak Laneige, produk Laneige BB Cushion terjual sebanyak 14,8 juta sekaligus dan memenangkan 82 penghargaan beauty awadrs secara global. Di Indonesia sendiri si Laneige BB Cushion ini baru saja memenangkan Female Daily Beauty Awards 2017 untuk kategori Best BB Cushion. Mancayy lah.

Laneige BB Cushion Pore Control
Box Laneige BB Cushion Pore Control
Selain itu, kalau pemirsa sekalian jeli pasti pernah lihat Song Hye Kyo touch up menggunakan Laneige BB Cushion di drama Descendants of the Suns, hayoo liat nggak? (padahal diri ini juga nggak pernah lihat DOTS 😆). Kenapa bisa begitu? kebetulan Mbak Song Hye Kyo ini adalah ambassador dari Laneige jadi ya wajar sekalian promosi. 

Oh ya produk laneige BB Cushion ini sudah diproduksi sejak jaman 2012 masehi, jadi bisa disebut sesepuh cushion lah yaw. Untuk seri dari Laneige BB Cushion ada beberapa yaitu: seri whitening, pore control, dan anti aging. Nah gw milih seri pore control karena sadar diri dengan kulit wajah yang berminyak dan memang seri pore control peruntukannya untuk mengatasi kulit yang berminyak dengan klaim dapat menyamarkan pori. Selain itu, menurut gw seri pore control ini lebih mudah ditemui di Indonesia dibanding seri lainnya baik apabila kita datang ke konter laneige langsung maupun beli via olshop. 

Harga: 370.000-560.000

Yak harga gw taruh di awal karena pada dasarnya merupakan pertimbangan yang sangat penting hehe. Kalau dilihat sekilas sih mahal ya boo harganya apalagi kalau dibandingkan sama Missha Cushion (baca review disini). Eits, pasti ada alasan lah kenapa pihak laneige mematok harga segini namun tetap diserbu pembeli dengan klaim terjual sampai 14,8 juta sekaligus. 

Laneige BB Cushion Pore Control Review
Harga Cushion di Salah Satu Platform Olshop
Nah bisa dilihat range harganya bisa sejauh itu ya. Yap, kalau kalian beli di olshop bisa dapat harga sekitar 370-400ribuan, bahkan kalau beruntung bisa dapat harga 300an saat flash sale. Untuk harga segitu kalian akan mendapat 1 paket berisi: case+isi, refill, dan 2 puff. Sedangkan apabila kalian membeli di konter laneige langsung (sudah ada di Indonesia) bisa menyedot uang kalian sebanyak 560k. Beuhh mahal amit ya boo. Meskipun begitu, ada untungnya kalau beli di konter laneige bisa dapet gretongan alias gratisan banyak (lip sleeping mask, water sleeping mask, multi fx cleanser, dll). 

Laneige BB Cushion Pore Control Review
Harga di Official Olshop Laneige: 560.000
Untuk yang ingin beli tapi tetap ingin menerapkan prinsip hemat atau ingin beli tapi takut sudah beli mahal tapi tidak cocok, bisa banget pemirsa sekalian untuk membeli dulu case+isi saja yang harganya jauh lebih murah yaitu sekitar 250-270k, yah mirip-mirip sama harganya Maybelline Super Cushion yang lagi hits. Oh ya kalau kalian udah beli kan otomatis sudah punya case-nya tuh, untuk pembelian selanjutnya cukup dengan beli refill saja dan harganya sekitar 130-160k, sudah terjangkau lah yaw. 

Laneige BB Cushion Pore Control Review
1 paket Laneige: Case+isi+refill
Oh ya, mau saran guys, sehabis menyisihkan uang untuk beli suatu barang (makeup/skincare misalnya) jangan lupa menyisihkan uang juga untuk sedekah #eaaa. Logikanya kalau kita aja mau dan bisa menyisihkan uang untuk keperluan kita, harusnya bisa juga dong menyisihkan uang untuk saudara kita yang kurang beruntung atau bisa juga ke proyek-proyek kebaikan di sekitar kita ^^. 

Unboxing & Packaging

Sebagaimana gw sebutkan sebelumnya kalau beli 1 paket Laneige BB cushion akan mendapatkan case+isi+refill. Nha ini dia penampakannya. Oh ya, ini adalah packaging terbaru dari Laneige BB cushion ya guys. Kalau pas jaman jadul warnanya biru telor bebek yang flat sekarang warnanya silver dan bisa membiaskan cahaya hingga membentuk ilusi pelangi *waiyah 😆. 

Laneige BB Cushion Pore Control Review
Penampakan Saat Membuka Box Laneige BB Cushion
Laneige BB Cushion Pore Control Review
Packaging Laneige BB Cushion yang Elegan
Laneige BB cushion memiliki packaging yang mewah dan elegan, kesannya mahal gitu deh *lah, emang mahal Buu 😅. Selain seri packaging yang umum dan normal ini, Laneige BB Cushion juga seringkali mengeluarkan packaging seri limited edition. Untuk desainnya nggak perlu ditanya lagi deh, cantik cantik semua sista, gw sih paling favorit yang milky way warnanya ungu-ungu berpendar gimana gituu. 

Laneige BB Cushion Pore Control Review
Seri Limited Edition: MilkyWay
Laneige BB Cushion Pore Control Review
Packaging Laneige yang Masih Tersegel Spons-nya
 Sebagaimana bb cushion lain, packaging dari Laneige memiliki desain yang kompak jadi memudahkan untuk dibawa kemana-mana. Didalam casenya sudah terdapat kaca jadi memudahkan kalau mau touch up. Juga terdapat batasan antara tempat puff dengan spons bb cushionnya, sehingga bisa menjaga kehigienisan dari bb cushion. 

Kandungan SPF & Klaim

Dapat dilihat pada boxnya bahwa Laneige BB Cushion sudah dilengapi dengan SPF 50 dan PA+++ yang tentu saja siap menampol efe buruk sinar matahari. Klaim yang diberikan pihak Laneige untuk seri pore controlnya adalah dapat menutup pori-pori wajah selama 12 jam. Nah, apakah klaim ini terbukti? bisa dibaca di bawah ya hehe. Laneige BB cushion pore control ini dilengkapi dengan teknologi "Two-Step Oil Control System" yang katanya sih bisa memaksimalkan kecerahan dan kelembapan kulit dengan dua tahapan lapisan pigmen dengan bubuk mutiara yang halus, pelembap, dan refleksi cahaya 360 derajat yang menyerupai piringan refleksi. Jadi pada intinya seri pore control ini dapat mengurangi produksi minyak berlebih di wajah dengan cara menghidrasi kulit sehingga yang tampil di permukaan kulit adalah hasil riasan yang matte.

 

Puff

Okay point selanjutnya adalah puff. Untuk puffnya sendiri, memiliki warna putih pada sisi untuk tempat jari sedangkan warna biru pada sisi untuk menekan spons bb cushion. Gw sendiri sebenarnya agak kurang suka dengan warna sisi puff yang putih karena mudah untuk kotor, bisa dilihat di gambar gimana bedanya puff cushion gw yang udah coreng moreng dibandingkan sama puff cushion yang masih baru. Ya ini sebenernya masalah buat gw pribadi sih soalnya anaknya pecicilan sampai bb creamnya meleber kemana-mana 😂, kalau untuk yang anaknya kalem nggak neko-neko pasti deh puffnya masih putih bersih. 

Laneige BB Cushion Pore Control Review
Puff Baru vs Puff Lama
Tekstur dari puff-nya lembut banget Gan,  Sis. Menurut gw jauh lebih baik dari puff-nya Missha. Jadi kalau misal gw taruh bb creamnya dengan si puff hasilnya di kulit bisa rata dan lembut gimanaa gitu. Puff ini pun dengan mudahnya mentransferkan bb cushion dari spons ke kulit. Puffnya sendiri pun tidak menyerap produk terlalu banyak sehingga bisa menghemat saat pengaplikasian. Oh ya karena saking enaknya puff punya Laneige ini, bisa digunakan juga untuk aplikasi produk lain misal bedak atau foundation. 

Laneige BB Cushion Pore Control Review
Puff Laneige BB Cushion yang Lembut

 

Spons

Oke selanjutnya kita bahas tentang sponsnya Laneige BB cushion yang punya desain unik yaitu: diamond. Kalau cushion lainnya bentuk sponsnya normal dan flat-flat aja, Laneige ini beda wankawan dia bentuknya bangun datar layang-layang macam diamond gitu deh ceritanya. Jadi makin cantik deh. Poin plus spons dari laneige selain desainnya yang cantik, juga memiliki pori-pori yang besar sehingga memudahkan saat mengambil produk bb cream dari spons, jadi nggak perlu lagi deh kesal akibat nekan-nekan spons gara-gara produk yang keluar dikit. 

Laneige BB Cushion Pore Control Review
Spons Baru vs Spons Lama
Bisa dilihat di gambar gimana bedanya antara spons yang baru dan yang lama. Untuk spons yang baru bisa dilihat masih diselimuti dengan banyak produk bb cream, sedangkan untuk Laneige BB cushion gw yang uda abis, sponsnya udah kesepian nggak ditemani lagi oleh bb creamnya. Oh ya untuk produk BB cushion gw yang abis itu nomor 23N sedangkan yang baru nomor 21N.

Shades

Oke point selanjutnya adalah shades, menurut gw ini penting banget apalagi mayoritas cushion korea kurang ramah shadesnya dengan warna kulit orang tropis. Daaan pemirsaa, sejauh ini shades dari Laneige BB cushion paling cucok buat orang tropis macam kita kita ini. Yeaahh. Hmm, kok bisa begitu? Yah, setelah gw telaah satu persatu cushion-cushion lainnya, shades dari Laneige BB cushion memiliki range dan variasi yang paling banyak. Terbentang dari shades 13 yang paling terang kemudian berlanjut ke 21, 23, 30, 31, 33, 35, sampai 37 yang paling gelap, ditambah di setiap varian shades tersebut dibedakan lagi untuk tipe cool tone (kode: C) dan neutral tone (kode: N). Widii widii, nikmat mana lagi yang engkau dustakan? 

Laneige BB Cushion Pore Control Review

Untuk varian cool tone diperuntukkan untuk kulit yang cool undertone (*yaiyalah 😑)  sedangkan varian neutral tone diperuntukkan untuk kulit yang neutral dan warm undertone. Keberadaan variasi untuk neutral undertone ini merupakan sesuatu yang 'sesuatu banget' secara mayoritas cushion korea shadesnya cenderung cool/pink undertone jadi saat dipakai oleh orang yang kulitnya warm/yellow undertone akan memberikan kesan abu-abu di kulit. Bagaimana kita tahu apakah kulit kita cool atau warm undertone? cara mudahnya bisa melihat warna nadi di tangan kita, apabila warnanya biru maka kulit kita dikategorikan cool/pink undertone, sedangkan apabila warna nadi kita terlihat hijau maka kulit kita termasuk warm/yellow undertone. Lalu bagaimana kalau warna nadinya bercampur baur antara biru dan hijau? nah berarti anda termasuk golongan neutral undertone. 

Laneige BB Cushion Pore Control Review
Panduan Menentukan Undertone Kulit
Untuk gw sendiri,  gw memilih varian netral karena memang kulit gw yellow undertone. Disini gw punya 2 shades yaitu nomor 23N dan 21N. Nah nomor 21N dan 23N cocok banget untuk yang kulitnya kuning langsat sampai yang lebih cerah. Awalnya gw pilih nomor 23N tapi ternyata agak lebih gelap warnanya dari warna kulit wajah, akhirnya setelah 23N habis gw beli lagi nomor 21N dan alhamdulillah cocok warnanya. Kalau menurut gw shades no 23N cocok untuk yang kulitnya kuning langsat ke sawo matang, sedangkan 21N cocok untuk yang kulitnya kuning langsat ke yang lebih cerah lagi. Kesimpulannya cushion laneige ini ramah untuk digunakan orang dengan berbagai macam range warna kulit dari yang paling cerah dan pucat sampai yang hitam. Beuhh, mantap !!

Coverage

Menurut gw coverage dari Laneige ini medium. Klaim menyamarkan porinya gw bilang so so sih, kalau porinya normal sih emang nutupin tapi kalau porinya gede banget ya masih samar-samar kelihatan.  Coveragenya ini juga cukup untuk menutupi complexion wajah yang tidak rata, kemerahan di wajah, dan mata panda. Untuk bekas jerawat yang berwarna hitam, si Laneige ini kurang bisa menutupi full, hanya bisa menyamarkan. Yah kayaknya emang rata-rata produk cushion diciptakan untuk orang yang kulitnya mulus deh 😜 beda sama foundation yang bisa menutupi segala macam bentuk kekurangan wajah. Meskipun begitu, overall gw suka banget sama coveragenya yang pas (nggak kekurangan juga nggak kelebihan). Kalau terlalu high coverage malah bisa ngasih kesan wajah yang palsu banget karena kesannya yang terlalu berat. 

Tekstur

Selanjutnya adalah tekstur dan menurut gw tekstur si Laneige ini benar-benar JUARA cuyy. Dia teksturnya super ringan dan cair gitu, dan saat diaplikasikan ke kulit ada kesan cooling sensationnya. Plus, wanginya ituloh, lembut bangeeet sis. Tekstur dari BB cushion yang ringan bikin berasa nggak pakai apa-apa. Oh ya teksturnya ini juga ajaib gimana gitu, jadi kalau diaplikasikan ke kulit muka kok bisa-bisanya ngeblend dengan baik gitu loh, kalaupun misal ditambah produk lagi dia nggak akan cakey dan bisa mudah diratakan lagi. Saat diaplikasikan ke bagian wajah yang memiliki fine lines atau kerutan (misal di bawah mata atau di garis senyum) pun bisa mengisi dengan baik. 

Laneige BB Cushion Pore Control Review
Swatch di Tangan
Finishing dari bb cushion ini adalah semi-matte jadi kayak kalau misal gw pegang pipi gw setelah pakai ini nggak ada kesan lengket padahal kalau dilihat/ngaca kerasanya di kulit kayak ada glowing-glowing macam pakai higlighter 😱 Bagus bat emang. Meskipun udah semi-matte, gw tetap mengunci bb cushion ini dengan bedak tabur karena maklum ya boo muka berminyak ditambah iklim Indonesia yang panas lembab, bisa bubar jalan nanti kalau nggak dikunci. 

Ketahanan

Untuk ketahanan di wilayah tropis macam Indonesia, pemakaian BB cushion bisa bertahan sekitar 5-6 jam. Akan bertambah lama kalau misal aktivitasnya di ruangan AC apalagi kalau dipakai pas winter *yaiyalah. Oh ya dengan semakin berjalannya waktu, BB cushion ini di kulit akan makin kelihatan glowy dan cenderung sulit terjadi oksidasi (penggelapan warna) , beda banget sama pengalaman gw makai produk tertentu yang malah makin lama makin bikin kesan muka tambah kusam. Kalau gw sih paling pertama hilang pasti di bagian hidung karena memang bagian hidung yang mudah berminyak. 

Kesimpulan

Dari keseluruhan cuap-cuap review gw yang ternyata kok panjang banget ya 😅, Laneige BB cushion ini memiliki banyak kelebihan jadi wajarlah si Laneige mematok harga segitu. Bahkan kalau gw mengamati review bb cushion terbarik menurut para beauty guru, pasti si Laneige BB cushion selalu masuk deh. Jangka waktu penggunaan BB cushion ini juga lama, gw makai ini hampir setiap hari selama 2,5 bulan dan masih belum habis padahal ini hanya pakai isinya saja belum refillnya. Mungkin kalau gw pakai sepaket (isi+refill) bisa jadi habis dalam 6-7 bulan dengan intensitas penggunaan yang sering. Jadi yah 400.000 untuk 6-7 bulan masih worthed lah ya, apalagi dengan kualitas yang topcer😁

Demikian review jujur dari gw, apakah gw akan repurchase? Absolutely yes, dan lagian uda terbukti gw beli lagi 😏
Semoga bermanfaat😊


Jangan lupa untuk cek review Mishha BB Cushion , Rollover Reaction Cushion,  dan produk Laneige lainnya !

Minggu, 20 Mei 2018

Review: Missha M Magic Cushion for Yellow Undertone Skin

Assalamu'alaikum Warrahmatullah Wabarakatuh


Nah, ini adalah review pertama gw terkait ke-Beauty-an karena memang niat awal gw bikin blog sebenarnya buat sharing tentang beauty review baik itu skincare maupun make up 😄. Nah nggak usah cuap-cuap lebih lama lagi, langsung cus ke reviewnya.

Mishha Magic Cushion

Review Missha Magic Cushion
Missha Magic Cushion
Mishha magic cushion ini adalah cushion pertama yang gw beli setelah berkali-kali cek review berbagai macam cushion hingga kemudian jatuhlah pilihan gw ke cushion ini. Cushion ini berasal dari Korea dan bisa dibilang termasuk sesepuh cushion sebelum akhirnya banyak brand mengeluarkan seri cushionnya masing-masing seperti sekarang. Gw beli cushion ini sekitar bulan September 2017 dan cushion ini abis di akhir bulan Februari 2017. Weww lama banget kan? 

Harga : Rp180.000-250.000

Review Missha Magic Cushion
Gratis Refill
Sebelum gw lompat ke reviewnya, gw kasih dulu deh berapa harga cushion ini. Harga ini tergantung dimana tempat kalian beli, klo gw sih waktu itu belinya di online shop Shopee dengan harga sekitar 200-an. Nah harga ini bisa dibilang murah untuk sebuah cushion ya guys, karena dengan 200ribu kalian udah dapet case, isi, refill, dan 2 spons. Tumpeh-tumpeh gitu lah. Misal kalau mau dibandingin sama Maybelline Super Cushion yang sekitar 260.000 dan hanya dapat case+isi+spons, jelas si Mishha ini jauh lebih murah.

Packaging & Puff

Review Missha Magic Cushion
Brown yang Imut-Imut

Dari segi packaging, cushion ini imut banget secara gw pas beli sengaja beli yang edisi Brown Line Friends, jadilah dapetnya yang unyu-unyu ini. Bentuknya juga compact jadi bisa dibawa kemana-kemana. Sebagaimana desain cushion lain, Missha cushion ini terdiri atas kaca; kemudian pembatas antara kaca dan cushion; dan cushion itu sendiri. Gw beberapa kali nggak sengaja menjatuhkan cushion ini, dan Alhamdulillah nggak ada masalah dengan wadahnya, padahal kalau dipikir wadah cushion ini terbuat dari plastik. 

Kandungan

Review Missha Magic Cushion
Saat Cushion dibuka

Terdapat 3 kandungan utama dari Missha M Magic Cushion ini yaitu bamboo water, baobab tree fruit extract, dan witch hazel extracts. Kalau gw baca di website Missha Indonesia, 3 kandungan utama ini memiliki fungsi untuk menghidrasi/melembabkan kulit dan menyegarkan/menenangkan kulit. Jadi bisa dibilang Missha Cushion ini lebih berfokus ke 'melembabkan kulit'. Selain 3 kandungan tersebut, kandungan dari Missha yang gw suka adalah sudah mengandung SPF 50 dan PA +++ yang berguna banget buat melindungi kulit kita dari efek buruk matahari. SPF 50 bisa menghalangi efek buruk sinar UVB yang dapat menyebabkan sunburn dan kulit menghitam sedangkan PA+++ bisa menghalangi efek buruk sinar UVA yang dapat menyebabkan kanker kulit. Meskipun si Missha cushion ini sudah mengandung SPF, kita tetap harus pakai sunscreen dulu karena kandungan suncreen di Missha ini bukanlah kandungan utama jadi efek perlindungannya tidak maksimal. Kalau mau kepo kenapa bisa begini bisa buka channelnya Wayne Goss di Youtube dimana dia membahas mengenai kandungan SPF di kosmetik/make up dan alasan kenapa harus tetap memakai sunscreen terpisah meskipun sudah memakai produk kecantikan/make up yang mengandung sunscreen/SPF.

Tekstur

Review Missha Magic Cushion
BB cream di Sponge-nya
Selanjutnya, gimana tekstur dari Missha Magic Cushion? Teksturnya seperti BB cream, cuman dia agak lebih cair gitu. Karena teksturnya yang cenderung cair, maka lebih mudah diblend ke wajah. Finishing dari cushion ini adalah dewy alias mengkilap-kilap gitu kayak artis Korea. Oh ya, saat kita ngeblend cushion ini ke wajah kalian akan mencium wangi-wangi soft gitu dan ada kesan "ncesss" dingin gitu di kulit. Untuk ngeblend pun nggak harus pakai puff dari Missha, bisa juga menggunakan beauty blender jadi lebih cepat pengaplikasiannya dibandingkan dengan menggunakan puff yang kecil. 

Ada salah satu kekurangan yang gw kurang suka dari tekstur si Mishha ini yaitu teksturnya yang terlalu light/ringan, jadi kalau dilihat dari konsistensinya itu lebih cair kalau dibandingkan dengan bb cream normal. Kenapa gw bandingin sama bb cream? karena pada dasarnya cushion itu adalah bb cream yang dikemas dalam bentuk compact, ya meskipun sebenarnya ada juga cushion yang dasarnya itu foundation sepeti YSL. Karena tekturnya yang terlalu light/ringan/cair ini akan berpengaruh ke coverage dan ketahanan cushion sebagaimana akan gw bahas di poin-poin di bawah. Selain itu, kalau misal kita mengaplikasikan cushion ini ke daerah yang ada lipatannya misalnya ketiak bawah mata atau smile lines maka akan terlihat seperti pecah-pecah atau retak. Ya jadi secara estetika kurang bagus. 

Shades

Nah ini penting untuk dibahas. Kekurangan lain dari mishha magic cushion menurut gw adalah terbatasnya shades yaitu cuman ada shades no 21 dan 23. Nomor 21 yang paling terang sedangkan no 23 yang paling gelap. Yah, karena gw sadar diri kalau kulit gw nggak seputih mbak-mbak Korea, gw pun milih shades no 23. Sekedar info, kulit gw punya undertone kuning dan yah kata orang-orang kulit gw bisa dibilang termasuk cerah. Namun ternyata ee ternyata, shades no 23 tetap lebih cerah dari kulit gw 😱. Mungkin lebih tepatnya bukan 'lebih cerah' ya tapi salah 'undertone'. Untuk shades no 23 ini undertone-nya pink sedangkan kulit gw undertone-nya kuning. Jadi kalau abis make Missha Magic Cushion, wajah gw terlihat berwarna "putih abu-abu pink" beda banget sama leher gw yang warnanya kuning. Hadeuuh. Dan setelah gw search baik itu di youtube maupun di blog-blog, ternyata emang mayoritas cushion korea itu undertone-nya pink, jadi yah kurang cocok sama gw dan manusia-manusia lain yang punya undertone kuning. 


Sebenarnya masalah perbedaan undertone ini bisa diakali dengan penimpaan bedak yang ber-undertone kuning atau penambahan contouring. Cuman ya karena gw bukan tipe yang pake make up full set bersama contour dkk, jadi maunya yang instan yang udah undertone kuning dari sananya. Biasanya gw abis pake Missha cushion, gw timpa pake loose powder yang translucent (tidak berwarna) kayak zero sebum-nya Etude House atau bedak bayi, jadi masih meninggalkan kesan "putih abu-abu pink" di muka gw.

Coverage

Oke, poin selanjutnya untuk dinilai adalah coverage. Untuk masalah coverage, cushion ini bisa dibilang lumayan, untuk menutupi kemerah-merahan di wajah dijamin bisa dicover dengan baik namun untuk kasus bekas jerawat yang hitam, dengan pemakaian cushion ini masih samar-samar kelihatan bekas jerawatnya sehingga masih perlu bantuan concealer. Bisa dibilang coverage-nya medium. Lalu bagaimana dengan coverage terhadap mata panda? Untuk kasus mata panda ini tergantung jenis mata panda kalian seperti apa, untuk mata panda yang berwarna coklat muda, abu-abu putih, oranye, kemungkinan besar masih bisa dicover oleh cushion ini. Namun, untuk kasus mata panda yang hitam atau coklat tua, apabila hanya mengcover menggunakan cuhsion ini saja akan meninggalkan warna abu-abu pada bagian mata panda yang ditimpa cushion. Dan memang menurut gw, sangat wajar untuk kasus mata panda yang kayak gitu (coklat tua atau hitam) lebih baik dikoreksi dulu dengan color corrector baru setelah itu ditimpa dengan cushion atau concealer sehingga menghasilkan hasil yang lebih alami (tidak tampak abu-abu). 

Ketahanan

Selanjutnya adalah ketahanan. Nah sebagaimana udah gw bilang sebelumnya kalau cushion ini punya finishing yang dewy dan kebetulan kulit gw berminyak, jadinya cushion ini kurang bertahan lama 😓. Sekitar 3 jam udah mulai luntur gitu, bahkan sebelnya karena bagian wajah yang paling berminyak adalah di bagian hidung, maka cushionnya hanya luntur di bagian hidung padahal baru 3 jam pakai. Sedih deh. Jadi kelihatan belang gitu pas cushion di hidung luntur secara hidung gw yang tone warnanya kuning bertemu dengan pipi bewarna ke abu-abuan akibat pakai cushion. Hmm mungkin cushion ini lebih bagus untuk yang kulitnya normal-kering kali ya jadi tidak mudah luntur.

Repurchase?

Hmmm sayangnya tidak. Mungkin akan cari cushion lain yang lebih cocok dengan kulit berminyak dan sesuai dengan undertone kulit gw yang kuning.


*Update
Untuk yang ingin lihat bagaimana review Laneige BB Cushion pore control bisa klik disini

Rabu, 25 April 2018

Kenapa Mudah Kesetrum Saat Musim Dingin?

Sering tiba-tiba tersengat listrik saat menutup pintu? 
atau saat memegang gagang tangga?
Atau malah, jangan-jangan teman kalian ikut kesetrum saat menyentuh tubuh kalian?

Trus gimana cara menghindarinya?


Tenang saudara-saudara !
Anda tidak hanya mengalami peristiwa itu sendirian, sayapun sudah khatam dengan per-setrum-an 😂
Tenang saja, peristiwa seperti ini bukan berarti kalian punya kekuatan super, peristiwa ini bisa dijelaskan secara ilmiah. Duileh.
Penasaran bagaimana? Cekidot !!

Listrik Statis

Nah sebelum kita mulai, marilah kita berkenalan dahulu dengan listrik statis karena listrik statis inilah yang membuat kalian kesetrum/tersengat listrik. Listrik statis sendiri mengacu pada muatan listrik yang terdapat pada permukaan suatu benda dan sifat dari muatan listrik ini adalah 'buildable' alias bisa nambah-nambah terus jumlah muatan listriknya. Hmm bagaimana bisa muatan listrik terus bertambah? Nah apabila permukaan tadi yang memiliki muatan listrik bertemu dengan sesama insulator maka yang terjadi adalah keduanya makin bertambah muatan, yang satu makin positif muatannya, yang satu makin negatif. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat di gambar di bawah ini.

Electric Shock in Winter
Gambaran Listrik Statis di antara Insulator

Nah gambaran lebih jelasnya bisa dilihat di gambar di atas dimana saat 2 insulator berkontak (digosok-gosok) yaitu kain dan batang plastik maka yang terjadi adalah kain menyumbangkan elektronnya ke batang plastik. Karena kehilangan elektron (muatan negatif) maka kain menjadi bermuatan positif sedangkan karena platik menerima elektron membuatnya bermuatan negatif. Oh, ya, insulator itu adalah benda-benda yang tidak dapat menghantarkan listrik ya guys. 

Electric Shock in Winter
Deg-Degan pas Mau Buka Pintu 😱

Nah, analoginya sama juga dengan kenapa tubuh kita bisa bermuatan listrik. Jadi kontak/gesekan antara tubuh kita dengan baju/sepatu/selimut yang merupakan insulator menyebabkan penumpukan muatan listrik yang siap untuk 'menyetrum' kita kapanpun. Hmm bagaimana muatan listrik tersebut bisa menyetrum? Ini dia yang ditunggu-tunggu, saat tubuh kita yang sudah dipenuhi dengan muatan listrik kemudian bertemu dengan bahan yang bersifat konduktor seperti logam, gagang pintu, gagang tangga, pintu lift, dan kawan-kawannya; maka yang terjadi kemudian adalah loncatan muatan dari tubuh kita ke konduktor yang menyebabkan perasaan kesetrum. Makin besar muatan yang sudah kita simpan, maka makin terasa-lah 'kesetrum'nya. Disini gw udah pengalaman kesetrum mulai dari bunyi kesetrum yang cuman 'tik' hingga yang 'cetak' 'pletak' sampai-sampai orang seruangan kaget denger bunyi tangan gw yang kesetrum karena saking kerasnya 😑

Electric Shock in Winter
All about Static Electricity

Hal ini pun mengakibatkan gw suka ketakutan kalau mau buka pintu dan selalu menyediakan waktu sekian detik sebelum buka pintu untuk menyiapkan diri menghadapi kejutan listrik 😅. Pengalaman gw selama kesetrum tidak cuman berhenti saat megang benda-benda berbau besi, melainkan temen gw pun suka ikut-ikutan kesetrum klo nggak sengaja dia nyentuh tangan gw atau ya emang dia sengaja mau nyentuh tangan gw biar gandengan gitu ekekekek tapi yang terjadi kemudian dia malah kesetrum 😆. Hal annoying lainnya adalah saat gw mau menyisir rambut, habis disisir bukannya makin rapi tapi malah makin mengembang berdiri kayak singa. Yah, mungkin dari kalian ada yang inget dengan praktikum listrik statis entah pas SD atau pas SMP dimana kita menggosok-gosokkan penggaris/sisir ke rambut/potongan kertas; dan yang terjadi kemudian adalah rambut/potongan kertas tersebut terangkat mendekati penggaris/sisir. Pas dulu gw praktikum jaman sekolah, gw gagal membuat rambut gw untuk berdiri sehabis digosok sama penggaris, ya mungkin penyebabnya rambut gw terlalu lepek secara masih anak-anak yang suka panas-panasan. Dan sekarang yang terjadi kebalikannya: rambut gw berdiri. 

Musim Dingin = Kelembaban Udara Rendah = Udara Kering

Electric Shock in Winter
Musim Dingin di Tokyo
Nah, meskipun sebenarnya peristiwa tersetrum/tersengat listrik ini bisa terjadi kapan saja, namun saat musim dingin probabilitasnya makin tinggi. Hmmm, kenapa ya? Ternyata o ternyata, udara juga merupakan insulator dan makin kering udara tersebut maka makin kuat sifat insulatornya. Saat musim dingin, udara akan memiliki tingat kelembaban yang rendah sehingga mengakibatkan udara tersebut kering. Nah menurut yang gw baca, udara kering itu sifat insulatornya makin tinggi karena jumlah air yang terkandung di udara sedikit sehingga menghalangi elektron untuk berpindah tempat. Ditambah penggunaan heater di ruangan yang makin membuat udara makin kering. Beuhh mantap udah plus plus dah muatannya.

Sedangkan pada udara macam di Indonesia negara tropis dengan kelembaban udaranya tinggi yang berarti ada banyak kandungan air di udara sehingga elektron mudah berpindah dan mencegah terjadinya penumpukan elektron di suatu tempat misal di tubuh kita. Oleh karena itu, pada udara yang dingin, muatan elektron di tubuh kita sulit untuk berpindah sehingga makin lama makin menumpuklah muatan dan saat kita menyentuh konduktor terjadilah "PLETAKK !!" kesetrum. Yeeeahhh 😜

Electric Shock in Winter
Winter Outfits juga  Bisa Menyebabkan Kesetrum
Faktor lain yang menyebabkan peristiwa kesetrum makin menjadi-jadi saat musim dingin adalah pemakaian OUTFIT. Iya sih, kalau pas musim dingin enaknya pakai sweater, mantel, syal, kaos kaki wol, rajutan, dan segala yang berbulu-bulu; padahal justru outfit seperti itulah yang makin membuat penumpukan muatan makin menjadi-jadi. Nah terus pakai apa dong kalau winter? Baca Tipsnya di bawah yaw 😄

Bagaimana Menghindarinya

Berikut gw bagikan tips & trick bagaimana menghindari atau setidaknya me-minimalisir peristiwa kesetrum ini.
1. Pasang Humidifier
Ini dia bray tips yang pertama. Sebagaimana telah gw paparkan bahwa pada udara dingin memiliki tingkat kelembaban yang rendah yang kemudian makin meningkatkan sifat insulatornya. Oleh karena itu, dengan memasang humidifier bisa meningkatkan kelembaban udara sehingga bisa mengurangi kekuatan sifat insulator dari udara. 

2. Ganti Pakaian berbahan Wol/Rajut/Nilon/Polyester dengan KATUN
Tips selanjutnya adalah seberusaha mungkin mengganti bahan pakaian kalian dengan bahan katun. Yah meskipun bahan katun dengan bahan seperti wol, rajut, nilon, polyester; adalah sama-sama insulator, namun bahan katun memiliki sifat insulator yang lebih lemah bahkan cenderung netral dibanding jenis bahan-bahan tersebut sehingga bisa meminimalisir dampak kesetrum, at least mengurangi tegangan listriknya. Nah sebenarnya kalau yang ini gw agak kurang nurut sih, karena biasanya sweater atau rajutan secara penampilan terlihat lebih OK dibanding katun, kesannya unyu-unyu gimana gitu. #plakk. Secara kapan lagi bisa pakai sweater/rajutan unyu kalau nggak pas musim dingin hehehe. Jadi ya poin ini tergantung prioritas kalian mana yang lebih utama, penampilan atau kesehatan mental 😂

3. Pakailah Alas Kaki berbahan Kulit
Electric Shock in Winter
Usahakan pakai alas kaki berbahan kulit
Nah ini dia juga salah satu faktor penentu. Di pasaran ada berbagai macam bahan untuk alas kaki winter misalnya suede, rubber, leather/kulit, dan lain-lain. Pada alas kaki yang berbahan insulator, gesekan antara badan dengan alas kaki atau gesekan antara alas kaki dengan karpet berbahan wol semakin membuat penumpukan muatan makin menjadi-jadi. Untuk me-minimalisir kejutan listrik, bisa digunakan alas kaki berbahan kulit sehingga bisa mengurangi penumpukan muatan di kaki.

4. Peganglah Benda Besi Terus Menerus
What??? Pegang benda besi terus menerus? Kesetrum dong? 😱 Oke ini memang terdengarnya aneh si guys, tapi harus kita bedakan terlebih dahulu antara "memegang benda besi tiba-tiba setelah selama beberapa waktu tidak memegang benda besi" dengan "memegang benda besi terus menerus". Pada kasus pertama wajar apabila kalian kesetrum, karena pada tubuh kalian sudah terkumpul muatan kemudian menyentuh besi sebagai konduktor sehingga terasa kesetrum. Namun, di kasus kedua, karena kalian memegang benda besi terus menerus maka tidak terjadi penumpukan muatan/elektron sehingga dapat mencegah terjadinya electric shock alias kesetrum.

5. Nyeker
Tips terakhir dari gw adalah "nyeker" alias tidak memakai alas kaki. Hmm kok bisa? Jadi dengan kita nyeker, maka bagian kaki kita akan menyentuh lantai/ground/bumi sehingga muatan yang ada dalam tubuh kita akan disalurkan ke bumi sehingga tubuh kita kembali netral. Nah untuk prinsipnya mungkin kalian ingat pelajaran jaman SD/SMP dimana ada istilah "electricity grounding" dimana dalam sistem perlistrikan kita selalu menghubungkan perabot listrik ke tanah gunanya apabila ada kelebihan tegangan listrik bisa disalurkan ke tanah/bumi/ground sehingga lebih aman. Jadi tips ini bisa dicoba misal mau memegang gagang pintu, bisa sambil melepas alas kaki dulu hehehe jadi biar listriknya disalurkan ke ground/tanah.


Nah itu dia sharing beserta tips gw tentang Kesetrum saat musim dingin. Moga bisa bermanfaat buat kalian para pembaca budiman.Sampai jumpa di post-post gw selanjutnya. 😁



Salam Hangat,

-ceasafira-
Mahasiswa yang sedang berjuang menulis skripsi tapi karena muak, 
memilih untuk membuat artikel tentang kesetrum 😋





Senin, 09 April 2018

6th Week In Japan: Jalan Jalan ke Kamakura

Dibanding tempat-tempat wisata lain yang udah pernah gw kunjungi di Jepang, gw rasa Kamakura inilah yang paling dabest. Wiii, kok bisa? Yap, meskipun dari segi biaya entah itu transportasi maupun tiket masuk ke objek wisata adalah paling mahal kalau dibandingkan dengan destinasi-destinasi sebelumnya, Kamakura tetap menang. Oh ya, Kamakura inilah destinasi pertama gw yang keluar dari perfektur Tokyo karena Kamakura sendiri terletak di Perfektur Kanagawa. Apa sih yang bikin Kamakura keren banget dan wajib dikunjungi? Yes, disinilah gw pertama kalinya lihat bunga sakura karena sakura di Tokyo belum tumbuh/mekar, selain itu Kamakura memiliki sebutan "Kyoto of the East" dikarenakan Kamakura dipenuhi banyak sekali objek wisata berbau tradisional dan atmosfir pedesaan seperti Kyoto. Trus darimana sebutan "East-nya"? karena Kamakura sendiri terletak di dekat Tokyo yang dimana merupakan wilayah bagian timur di Jepang.

Terlalu banyak objek wisata yang ada di Kamakura, bahkan gw bingung pas bikin itinerary mau kemana aja karena rata-rata objek wisata tutup pada pukul 5 sore dan dengan posisi objek wisata yang tersebar di seantero Kota Kamakura makanya gw terpaksa kudu menseleksi dan milih objek wisata apa aja yang harus dikunjungi dalam 1 hari kunjungan. Eits, kenapa nggak nginep aja biar bisa full keliling Kamakura? Yah gimana lagi cyyn, saya mahasiswa miskin tak punya duit buat sewa hotel. Hehehe. Yap, sebelum gw cuap-cuap lebih jauh gw mau pamer dulu foto bunga sakura di Kamakura hahaha. Ini dia, tadaaaa.


Kamakura
Bunga Sakura yang Mulai Mekar di Kamakura
Nah, tapi tenang aja gw udah berusaha semaksimal mungkin bisa berkunjung dan keliling Kamakura mulai dari ujung kota ke ujung lain kotanya hahaha. Oh ya gw lupa bilang kalau Kamakura sendiri bisa dibilang lumayan dekat dari Tokyo yaitu di sebelah selatannya Tokyo. Untuk menentukan itinerary ke Kamakura, gw pake panduan dari Kamakura Travel Map yang gw download di Google, bisa dilihat di gambar di bawah. Panduannya bisa dibilang cukup representatif, jadi kita bisa punya bayangan untuk turun di stasiun apa dan berapa biaya yang dikeluarkan unuk memasuki tiap objek wisata.

Kamakura
Panduan Lengkap Jalan-Jalan ke Kamakura

Gw lupa berapa duit yang gw habisin buat transportasi ke Kamakura dari Tokyo tapi yang pasti antara 1000-1500 yen untuk sekali jalan. Jadi buat perjalanan PP persiapkan aja duit sekitar 3000 yen untuk transportasi. Eh tapi jangan ngeluh dulu dengan harga transportasinya, pokoknya 3000 yen benar-benar worthed lah buat Kamakura. Nah tuh kan gw kebanyakan cuap-cuap lagi, yak langsung cekidot aja !

Kencho-Ji Temple

Oke inilah destinasi pertama gw, untuk kesini gw turun di stasiun Kita-Kamakura yang merupakan stasiun pertama kali dilewati saat memasuki daerah Kamakura dari arah Tokyo. Perjalanan menuju Kamakura dari arah Tokyo memakan waktu sekitar 1,5 jam. Nah kalau ada kata "Temple" berari dia adalah rumah ibadah untuk penganut agam Budha, sedangkan kalau "Shrine" adalah untuk agama Shinto. Dan biasanya orang Jepang menganut 2 kepercayaan ini ya meskipun orang Jepang sekarang rata-rata tidak memiliki agama/kepercayaan dan menjadikan berkunjung ke Temple/Shrine atau bahkan merayakan natal sebagai tradisi (kata temen lab gw yang orang Jepang). Pas gw nyampe di stasiun Kita-Kamkura gw benar-benar ngerasain atmosfir yang sangat berbeda dibanding Tokyo. Kalau di Tokyo stasiun pasti besar, padat, dan ramai. Nah stasiun Kita-Kamakura ini super slim dan deso-deso gimana gitu, bentuknya cuman segaris doang macam stasiun KRL Pancasila. Pemandangan di sekitar stasiun juga yang deso-deso gimana gituu.

Kamakura
Stasiun Kita-Kamakura
Kamakura
Jalanan Khas Pedesaan keluar dari Stasiun Kita-Kamakura
Nah lokasi Kencho-Ji Temple dengan Stasiun Kita-Kamakura sangatlah dekat, dengan jalan kaki hanya membutuhkan waktu kurang dari 5 menit. Oh ya, Kencho-Ji Temple ini merupakah salah satu temple terbesar di Kamakura. Biaya masuk menuju temple adalah 300 yen. Saat pertama kali masuk temple, maka akan disambut oleh gerbang yang gw nggak tahu apa namanya.

Kamakura
Tiket Masuk Kencho-Ji Temple

Kamakura
Gerbang Menuju Kencho-Ji Temple

Wilayah di dalam temple sangatlah luas. Jangan tertipu dengan pintu masuk temple ini yang bisa dibilang kecil, saat kalian masuk ke dalam temple barulah sadar kalau temple ini benar-benar luas dan panjang. Oh ya, pas masuk ke temple, pengunjung akan diberi semacam guide map tentang apa saja yang bisa ditemukan di temple. Oh ya, disinilah gw lihat bunga sakura mekar uhuyyy. Nah tanpa babibu bisa langsung cek ajalah foto dibawah.

Kamakura
Sakura di Kencho-Ji Temple

Kamakura
Kencho-Ji Temple

Kamakura
Spot di Kencho-Ji Temple



Meigetsuin Temple

Perjalanan pun gw lanjutkan menuju Meigetsuin Temple yang terkenal bunga hydrangea-nya. Kayak gimana sih bunga hydrangea? Itu tuh yang biasanya ada di puncak yang bentuknya bola-bola. Nah sayangnya, karena gw kesini pas winter, gw kebingungan kemana si bunga hydrangea kok nggak kelihatan batang hidungnya padahal kalau gw lihat di google, temple ini benar-benar dipenuhi dengan bunga hydrangea. Yap, tak lain dan tak bukan, dikarenakan winter bunga hydrangea tidak tumbuh. Yahhh. Padahal gw udah bayar 300yen buat tiket masuk demi lihat bunga hydrangea.

Kamakura
Ekspektasi

Kamakura
Realita: Bunga Hydrangea yang Kering Kerontang :"(
Yah nggak papalah, memang ya, paling bagus ke Jepang itu pas musim semi atau setidaknya musim gugur lah, jadi pemandangannya bisa cantik-cantik entah itu bunganya atau warna-warna dan musim gugur. Yap, meskipun begitu temple ini cukup bagus kok dan yah, sebenarnya ada spot buat foto ala-ala lagi minum teh gitu, cuman karena mahal biayanya sekitar 1000 yen, nggak jadi deh *dasarkismin. Nah ini gw langsung kasih aja lah ya foto-foto di Meigetsuin Temple.

Kamakura
Orang-Orangan Sawah

Kamakura
Taman Zen = Taman Khas Jepang

Kamakura
Bangku berlatar Bunga Ume
Kamakura
Eksis
Kamakura
Patung

Oh ya gw mau cuap-cuap dikit nih, bisa dilihat di salah satu foto yang gw upload ada satu yang bercaption "Taman Zen". Nah fyi, Taman Zen ini adalah taman yang memiliki desain khas Jepang. Hmm apa sih uniknya? Bisa dilihat di gambar kalau taman Zen ini menggunakan kombinasi antara batu, pasir, dan semak-semak/tanaman untuk membentuk lansekapnya. Jadi ceritanya. pasir yang ada di taman ini melambangkan air dimana bisa dilihat dari adanya pola "sisiran" pasir yang membentuk riak-riar air. Nah, kalau ingin lihat taman tipe seperti ini, biasanya satu lokasi dengan kuil/temple zen contohnya si Meigetsuin temple ini.

Hachimangu Shrine

Nah, untuk menuju Hachimangu Shrine, gw kudu berpindah dari stasiun Kita Kamakura ke stasiun lain yaitu stasiun Kamakura. Pas gw kesini, lagi ada upacara pernikahan dan upacara agama di shrine-nya jadilah gw nggak masuk ke dalam. Pas gw kesini ada semacam stand-stand makanan di luar shrine, nah jadinya disini gw yang udah bosen sama shrine dan temple' memilih untuk beli makanan aja di luar shrine. Yeah.

Kamakura
Perjalanan Menuju Hachimangu Shrine
Makanan yang gw beli disini adalah manisan sejenis ringgo ame, cuman bedanya disini buah yang dipakai untuk manisan adalah anggur dan strawberry. Harganya pun murah banget guys, yang anggur cuman 100yen dan strawberry cuman 200 yen. Bisa dilihat gambarnya dibawah.

Kamakura
Manisan Strawberry

Kamakura
Manisan Anggur 100 yen


Kosoku-Ji Temple

Dari stasiun Kamakura, gw beralih ke Stasiun Hase. Di stasiun ini gw berkunjung ke 2 temple yaitu Kosoku-Ji Temple dan Kohtoku-In Temple. Di Kosoku-Ji Temple inilah gw melihat banyak bungan sakura yang mulai mekar padahal saat itu masih bulan Februari. Lokasi Kosoku-Ji Temple ini antara stasiun Hase dengan Kohtoku-In Temple. Jadi kalau mau ke Kohtoku-In Temple bisa sekalian mampir dulu di Kosoku-Ji Temple.
Kamakura
Bunga Sakura yang Mulai Mekar di Taman Kohtoku-In Temple


Kamakura
Kohtoku-In Temple

Kohtoku-In Temple

Nah, rata-rata orang yang berkunjung ke Kamakura, menjadikan Kohtoku-In Temple sebagai tujuan utamanya. Jadi Kohtoku-In Temple ini semacam landmark-nya Kamakura dengan patung Budha-nya yang super besar. Pokoknya kalau di Kamakura, rata-rata souvernir yang dijual ada gambar/ornamen si patung Budha ini.

Kamakura
Patung Budha Besar Landmark Kamakura
Kohtoku-In Temple
Tiket Masuk

Enoshima-Beach

Nah akhirnya sampelah ke tujuan terakhir gw di Kamakura yaitu Enoshima-Beach. Pantai ini letaknya lumayan dekat dari stasiun Hase (arah berlawanan dengan Kohtoku-In temple). Yap, disini gw sekalian nunggu sunset (padahal nggak kelihatan sunsetnya -,-). Anehnya, meski saat itu gw lagi musim dingin dengan suhu sekitar 5C, masih aja ada orang-orang yang surfing di pantai ini. Beuhh.

Kamakura
Surfer

Kamakura
Kapal di Pantai Enoshima

Kamakura

Nah, itu dia sepenggal perjalanan gw di Kamakura siapa tahu bisa jadi referensi buat agan-agan dan sista-sista yang ingin dan akan berkunjung ke Jepang.

Happy Vacation !!!