Senin, 09 April 2018

6th Week In Japan: Jalan Jalan ke Kamakura

Dibanding tempat-tempat wisata lain yang udah pernah gw kunjungi di Jepang, gw rasa Kamakura inilah yang paling dabest. Wiii, kok bisa? Yap, meskipun dari segi biaya entah itu transportasi maupun tiket masuk ke objek wisata adalah paling mahal kalau dibandingkan dengan destinasi-destinasi sebelumnya, Kamakura tetap menang. Oh ya, Kamakura inilah destinasi pertama gw yang keluar dari perfektur Tokyo karena Kamakura sendiri terletak di Perfektur Kanagawa. Apa sih yang bikin Kamakura keren banget dan wajib dikunjungi? Yes, disinilah gw pertama kalinya lihat bunga sakura karena sakura di Tokyo belum tumbuh/mekar, selain itu Kamakura memiliki sebutan "Kyoto of the East" dikarenakan Kamakura dipenuhi banyak sekali objek wisata berbau tradisional dan atmosfir pedesaan seperti Kyoto. Trus darimana sebutan "East-nya"? karena Kamakura sendiri terletak di dekat Tokyo yang dimana merupakan wilayah bagian timur di Jepang.

Terlalu banyak objek wisata yang ada di Kamakura, bahkan gw bingung pas bikin itinerary mau kemana aja karena rata-rata objek wisata tutup pada pukul 5 sore dan dengan posisi objek wisata yang tersebar di seantero Kota Kamakura makanya gw terpaksa kudu menseleksi dan milih objek wisata apa aja yang harus dikunjungi dalam 1 hari kunjungan. Eits, kenapa nggak nginep aja biar bisa full keliling Kamakura? Yah gimana lagi cyyn, saya mahasiswa miskin tak punya duit buat sewa hotel. Hehehe. Yap, sebelum gw cuap-cuap lebih jauh gw mau pamer dulu foto bunga sakura di Kamakura hahaha. Ini dia, tadaaaa.


Kamakura
Bunga Sakura yang Mulai Mekar di Kamakura
Nah, tapi tenang aja gw udah berusaha semaksimal mungkin bisa berkunjung dan keliling Kamakura mulai dari ujung kota ke ujung lain kotanya hahaha. Oh ya gw lupa bilang kalau Kamakura sendiri bisa dibilang lumayan dekat dari Tokyo yaitu di sebelah selatannya Tokyo. Untuk menentukan itinerary ke Kamakura, gw pake panduan dari Kamakura Travel Map yang gw download di Google, bisa dilihat di gambar di bawah. Panduannya bisa dibilang cukup representatif, jadi kita bisa punya bayangan untuk turun di stasiun apa dan berapa biaya yang dikeluarkan unuk memasuki tiap objek wisata.

Kamakura
Panduan Lengkap Jalan-Jalan ke Kamakura

Gw lupa berapa duit yang gw habisin buat transportasi ke Kamakura dari Tokyo tapi yang pasti antara 1000-1500 yen untuk sekali jalan. Jadi buat perjalanan PP persiapkan aja duit sekitar 3000 yen untuk transportasi. Eh tapi jangan ngeluh dulu dengan harga transportasinya, pokoknya 3000 yen benar-benar worthed lah buat Kamakura. Nah tuh kan gw kebanyakan cuap-cuap lagi, yak langsung cekidot aja !

Kencho-Ji Temple

Oke inilah destinasi pertama gw, untuk kesini gw turun di stasiun Kita-Kamakura yang merupakan stasiun pertama kali dilewati saat memasuki daerah Kamakura dari arah Tokyo. Perjalanan menuju Kamakura dari arah Tokyo memakan waktu sekitar 1,5 jam. Nah kalau ada kata "Temple" berari dia adalah rumah ibadah untuk penganut agam Budha, sedangkan kalau "Shrine" adalah untuk agama Shinto. Dan biasanya orang Jepang menganut 2 kepercayaan ini ya meskipun orang Jepang sekarang rata-rata tidak memiliki agama/kepercayaan dan menjadikan berkunjung ke Temple/Shrine atau bahkan merayakan natal sebagai tradisi (kata temen lab gw yang orang Jepang). Pas gw nyampe di stasiun Kita-Kamkura gw benar-benar ngerasain atmosfir yang sangat berbeda dibanding Tokyo. Kalau di Tokyo stasiun pasti besar, padat, dan ramai. Nah stasiun Kita-Kamakura ini super slim dan deso-deso gimana gitu, bentuknya cuman segaris doang macam stasiun KRL Pancasila. Pemandangan di sekitar stasiun juga yang deso-deso gimana gituu.

Kamakura
Stasiun Kita-Kamakura
Kamakura
Jalanan Khas Pedesaan keluar dari Stasiun Kita-Kamakura
Nah lokasi Kencho-Ji Temple dengan Stasiun Kita-Kamakura sangatlah dekat, dengan jalan kaki hanya membutuhkan waktu kurang dari 5 menit. Oh ya, Kencho-Ji Temple ini merupakah salah satu temple terbesar di Kamakura. Biaya masuk menuju temple adalah 300 yen. Saat pertama kali masuk temple, maka akan disambut oleh gerbang yang gw nggak tahu apa namanya.

Kamakura
Tiket Masuk Kencho-Ji Temple

Kamakura
Gerbang Menuju Kencho-Ji Temple

Wilayah di dalam temple sangatlah luas. Jangan tertipu dengan pintu masuk temple ini yang bisa dibilang kecil, saat kalian masuk ke dalam temple barulah sadar kalau temple ini benar-benar luas dan panjang. Oh ya, pas masuk ke temple, pengunjung akan diberi semacam guide map tentang apa saja yang bisa ditemukan di temple. Oh ya, disinilah gw lihat bunga sakura mekar uhuyyy. Nah tanpa babibu bisa langsung cek ajalah foto dibawah.

Kamakura
Sakura di Kencho-Ji Temple

Kamakura
Kencho-Ji Temple

Kamakura
Spot di Kencho-Ji Temple



Meigetsuin Temple

Perjalanan pun gw lanjutkan menuju Meigetsuin Temple yang terkenal bunga hydrangea-nya. Kayak gimana sih bunga hydrangea? Itu tuh yang biasanya ada di puncak yang bentuknya bola-bola. Nah sayangnya, karena gw kesini pas winter, gw kebingungan kemana si bunga hydrangea kok nggak kelihatan batang hidungnya padahal kalau gw lihat di google, temple ini benar-benar dipenuhi dengan bunga hydrangea. Yap, tak lain dan tak bukan, dikarenakan winter bunga hydrangea tidak tumbuh. Yahhh. Padahal gw udah bayar 300yen buat tiket masuk demi lihat bunga hydrangea.

Kamakura
Ekspektasi

Kamakura
Realita: Bunga Hydrangea yang Kering Kerontang :"(
Yah nggak papalah, memang ya, paling bagus ke Jepang itu pas musim semi atau setidaknya musim gugur lah, jadi pemandangannya bisa cantik-cantik entah itu bunganya atau warna-warna dan musim gugur. Yap, meskipun begitu temple ini cukup bagus kok dan yah, sebenarnya ada spot buat foto ala-ala lagi minum teh gitu, cuman karena mahal biayanya sekitar 1000 yen, nggak jadi deh *dasarkismin. Nah ini gw langsung kasih aja lah ya foto-foto di Meigetsuin Temple.

Kamakura
Orang-Orangan Sawah

Kamakura
Taman Zen = Taman Khas Jepang

Kamakura
Bangku berlatar Bunga Ume
Kamakura
Eksis
Kamakura
Patung

Oh ya gw mau cuap-cuap dikit nih, bisa dilihat di salah satu foto yang gw upload ada satu yang bercaption "Taman Zen". Nah fyi, Taman Zen ini adalah taman yang memiliki desain khas Jepang. Hmm apa sih uniknya? Bisa dilihat di gambar kalau taman Zen ini menggunakan kombinasi antara batu, pasir, dan semak-semak/tanaman untuk membentuk lansekapnya. Jadi ceritanya. pasir yang ada di taman ini melambangkan air dimana bisa dilihat dari adanya pola "sisiran" pasir yang membentuk riak-riar air. Nah, kalau ingin lihat taman tipe seperti ini, biasanya satu lokasi dengan kuil/temple zen contohnya si Meigetsuin temple ini.

Hachimangu Shrine

Nah, untuk menuju Hachimangu Shrine, gw kudu berpindah dari stasiun Kita Kamakura ke stasiun lain yaitu stasiun Kamakura. Pas gw kesini, lagi ada upacara pernikahan dan upacara agama di shrine-nya jadilah gw nggak masuk ke dalam. Pas gw kesini ada semacam stand-stand makanan di luar shrine, nah jadinya disini gw yang udah bosen sama shrine dan temple' memilih untuk beli makanan aja di luar shrine. Yeah.

Kamakura
Perjalanan Menuju Hachimangu Shrine
Makanan yang gw beli disini adalah manisan sejenis ringgo ame, cuman bedanya disini buah yang dipakai untuk manisan adalah anggur dan strawberry. Harganya pun murah banget guys, yang anggur cuman 100yen dan strawberry cuman 200 yen. Bisa dilihat gambarnya dibawah.

Kamakura
Manisan Strawberry

Kamakura
Manisan Anggur 100 yen


Kosoku-Ji Temple

Dari stasiun Kamakura, gw beralih ke Stasiun Hase. Di stasiun ini gw berkunjung ke 2 temple yaitu Kosoku-Ji Temple dan Kohtoku-In Temple. Di Kosoku-Ji Temple inilah gw melihat banyak bungan sakura yang mulai mekar padahal saat itu masih bulan Februari. Lokasi Kosoku-Ji Temple ini antara stasiun Hase dengan Kohtoku-In Temple. Jadi kalau mau ke Kohtoku-In Temple bisa sekalian mampir dulu di Kosoku-Ji Temple.
Kamakura
Bunga Sakura yang Mulai Mekar di Taman Kohtoku-In Temple


Kamakura
Kohtoku-In Temple

Kohtoku-In Temple

Nah, rata-rata orang yang berkunjung ke Kamakura, menjadikan Kohtoku-In Temple sebagai tujuan utamanya. Jadi Kohtoku-In Temple ini semacam landmark-nya Kamakura dengan patung Budha-nya yang super besar. Pokoknya kalau di Kamakura, rata-rata souvernir yang dijual ada gambar/ornamen si patung Budha ini.

Kamakura
Patung Budha Besar Landmark Kamakura
Kohtoku-In Temple
Tiket Masuk

Enoshima-Beach

Nah akhirnya sampelah ke tujuan terakhir gw di Kamakura yaitu Enoshima-Beach. Pantai ini letaknya lumayan dekat dari stasiun Hase (arah berlawanan dengan Kohtoku-In temple). Yap, disini gw sekalian nunggu sunset (padahal nggak kelihatan sunsetnya -,-). Anehnya, meski saat itu gw lagi musim dingin dengan suhu sekitar 5C, masih aja ada orang-orang yang surfing di pantai ini. Beuhh.

Kamakura
Surfer

Kamakura
Kapal di Pantai Enoshima

Kamakura

Nah, itu dia sepenggal perjalanan gw di Kamakura siapa tahu bisa jadi referensi buat agan-agan dan sista-sista yang ingin dan akan berkunjung ke Jepang.

Happy Vacation !!!


Senin, 05 Maret 2018

5th Week In Japan: Jalan Jalan ke Ueno & Tokyo Dome

Assalamu'alaikum Warrahmatullah Wabarakatuh

Akhirnya bisa juga menyempatkan nulis post ini di tengah-tengah keriwehan ngelab. Tulisannya sih "Japan Week 5", tapi nulisnya baru di "Week 9". Hehehe. Yaudalah ya. Nah jalan-jalan kali ini masih di sekitaran Tokyo dan destinasinya adalah Ueno dan Tokyo Dome. Yeayyy.

Tempat pertama yang dikunjungi adalah Ueno, salah satu kota di Tokyo. Kalau searching-searching di google sih, Ueno ini termasuk salah satu list tempat wisata yang wajib dikunjungi saat berkunjung di Tokyo saat musim semi. Hmm kok bisa? Kalau pas winter gimana? Nah, langsung aja cek tulisan di bawah. ^^ Cekidot

Ueno Zoo

Tempat di Ueno yang pertama dikunjungi adalah kebon binatang Ueno. Destinasi ini gw pilih karena pingin tahu gimana variasi fauna dan penataan landscape di kebun binatang di luar negeri. Yah siapa tahu nemu binatang yang nggak ada di Ragunan kan ya. Hohoho. Nah, lokasi Ueno Zoo ini terletak di area Ueno Park. Jadi kalau berkunjung ke Ueno Park, bisa sekalian jackpot dapat banyak tempat wisata: kebon binatang, museum. taman, dan lain-lain. Review tentang Ueno Park bisa dibaca di bawah.

Ueno Zoo
Tiket Masuk
Sebelum masuk kebun binatang Ueno, kita diharuskan antri untuk membeli tiket. Karena kebetulan pas kita kesini adalah weekend, jadilah padat sekali antrian. Oh ya loket di kebon binatang ini otomatis ya, jadi nanti kita akan memilih berapa jumlah tiket yang ingin dibeli, kemudian memasukkan uang, dan keluarlah tiket beserta uang kembaliannya. Waktu itu, biaya untuk setiap orang dewasa sekitar 600 yen, anak-anak gratis (0-12 th), pelajar (13-15) 300 yen, dan untuk orang tua (>65) 300 yen. 1 yen=Rp 120. Yah kalau dibandingkan sama harga masuk kebon binatang ragunan ya jelas lebih mahal, secara Ragunan cuman bayar Rp 3500/orang. Hahaha. Makanya cyyn, kalau ke luar negeri jangan suka dirupiahin, bikin nyesek.

Sebenarnya pas banget gw kesini, kebon binatang Ueno lagi punya keluarga baru yaitu bayi panda. Jadi ceritanya salah satu panda di kebon binatang Ueno habis melahirkan dan sekarang usia bayinya sudah 100 hari. Jadi lagi imut-imutnya tuh. Nah animo masyarakat yang tinggi terhadap kelahiran bayi panda ini dibuktikan dengan habisnya tiket khusus untuk melihat si dedek Hmm gw antara sedih dan senang dengan berita ini.Sedihnya karena nggak bisa libat dedek panda yang baru lahir, senang-nya karena secara nggak langsung nggak perlu ngeluarin duit extra buat masuk ke wahana ini. #Plakk.

Ueno Zoo
Ueno Zoo Map

Area kebon binatang Ueno ini dibagi menjadi 2 yaitu timur dan barat. Kalau masuk dari arah Ueno Park, maka kita masuk ke area Ueno Zoo bagian timur. Hewan di bagian timur ini rata-rata adalah hewan berbadan besar semacam singa dan keluarganya, beruang dan keluarganya, monyet dan keluarganya, yah pokoknya mamalia yang besar-besar. Disini gw nemu satwa khas Indonesia yaitu beruang madu hohoho (bahkan hewan ini jadi simbol dari provinsi Bengkulu). Kandang beruang madu Indonesia ini berdekatan dengan beruang Jepang alias nama lengkapnya Hokkaido Brown Bear. NAH, jadi kelihatan tuh betapa imutnya (baca: kecil) beruang madu Indonesia kalau dibandingkan dengan beruang coklat Jepang. Yang ternyata setelah gw search, beruang madu Indonesia emang species beruang dengan tubuh terkecil di dunia. Yap bisa dilihat di gambar beruang madu (sun bear) kalau dibandingkan ukurannya sama beruang-beruang lain.

Ueno Zoo
Hokkaido Brown Bear

Ukuran Beruang
Di area keluarga beruang juga gw temuin beruang kutub. Dan ini pertama kalinya gw lihat beruang kutub. Hohoho. Sering banget terdengar komen-komen dari pengunjung macam "Kawaiiiii" "Sugoiiiii" alias "Ih, imuuut, lucuuu" "Ih, gede banget beruangnya".  Oh ya, ada cerita unik pas di kandang beruang kutub ini, gw yang dari kejauhan udah melihat kandang beruang kutub, tanpa pikir panjang langsung jalan menuju kandang dan berdiri dekat pagarnya biar bisa puas melihat dan foto-foto si beruang. Setelah gw puas lihat beruangnya dan mau menuju ke kandang hewan lain, gw baru sadar kalau ada antrian super panjang (*sampai berkelok-kelok) dari kandang beruang kutub. Cobak tebak antrian apa itu!? Yap, antrian buat lihat beruang kutub. Dan itu berarti tadi gw asal "motong antrian" !! Weleh-weleh gw merasa antara sedih, malu, dan kocak gimanaaa gitu. Yah meneketehe lah kalau mau lihat beruang kutub kudu antri dulu, secara kalau di kebon binatang setahu gw kalau mau lihat hewan ya lihat aja tinggal ndusel-ndusel maju ke dekat pagar #plakk. Dan herannya nggak ada orang jepang/pengunjung yang nasehatin/negor gw pas ndusel-ndusel ke kandang beruang kutub. Hmm mungkin mereka memaklumi kalau gw turis kali ya wkwkkwk, jadi wajar kalau nggak paham. Tapi dari sini, gw belajar satu hal tentang budaya antri dan tertibnya orang Jepang. Budaya antri dan tertibnya orang Jepang nggak cuman isepan jempol belaka seperti yang dikoar-koarkan ama guru SD/SMP/SMA dan orang-orang lain, gw jadi saksi betapa budaya tertib dan antri ini benar-benar ada dan diterapkan, bahkan untuk hal remeh macam lihat beruang kutub.

Ueno Zoo
Beruang Kutub
Fasilitas di kebun binatang ini cukup lengkap lho. Bagi pengunjung yang membawa bayi/anak bisa meminjam kereta bayi (baby strollers) di kebun binatang, juga bagi pengunjung dengan disabilitas atau yang sudah lansia bisa juga meminjam kursi roda. Di setiap toilet umum yang ada tersedia toilet khusus penyandang disabilitas dan anak-anak, bahkan juga tersedia ruang menyusui dan ruang ganti popok. Mungkin Indonesia bisa mencontoh ini nih, jadi setiap public places ramah baik untuk lansia, penyandang disabilitas, maupun ibu dengan bayi. Didalam kebon binatang juga banyak sekali restauran atau tempat makan, banyak juga bangku dan meja yang disediakan buat pengunjung yang ingin istirahat atau makan. Di kebon binatang ini juga dibolehkan untuk membawa makanan berat, jadi bisa piknik gitulah di dalam kebon binatangnya.

Ueno Zoo
Warung Makan
Puas menjelajahi fauna area timur, gw pun melanjutkan perjalanan ke area barat. Nah ada 2 opsi sebenarnya untuk menuju area barat. Bisa dengan jalan kaki atau bisa dengan menggunakan monorail. Berhubung perut udah kelaparan tak punya tenaga dan merasa punya duit banyak, gw dan teman-teman pun memutuskan untuk naik monorail. Harga tiket monorail sekitar 150 yen untuk orang dewasa. Murah banget kan? Antrian untuk naik monorail ini juga panjang dan sekali lagi proses pembelian tiketnya juga otomatis pakai mesin. Di bagian depan bangunan stasiun monorail terdapat informasi tentang monorail ini. Ternyata monorail di Ueno Zoo ini merupakan monorail yang pertama kali dibangun di Jepang yaitu pada tahun 1958. (Lah, Indonesia tahun 2018 sekarang monorail masih dalam tahap konstruksi -,-). Bahkan, Ueno Zoo merupakah kebun binatang pertama di dunia yang dilengkapi dengan monorail. Ketjeh sekalee qaqa. 

Ueno Zoo
Menunggu Monorail
Oh ya, meskipun monorail ini usianya sudah lebih dari setengah abad, bukan berarti dia bentuknya macam besi tua dan kursi-kursinya sudah usang ya. Monorail ini tetep ketjeh kok, kalau nggak baca informasi tentang monorail ini, gw nggak bakal nyangka kalau dia umurnya udah lebih dari setengah abad. Awet muda gitu lah ya. Dengan monorail maka kita menuju ke area kebun binatang di sebelah barat. Pemandangan dari monorail selama perjalanan ya biasa-biasa aja. So so. Tidak sampai 1,5 menit sampailah kita di stasiun area Barat. Walah, antri sampai setengah jam biar naik monorail tapi perjalanannya cuman 1,5 menit. Wwkkwk. Fix deh pas pulang dari area barat ke area timur cukup jalan aja nggak usah pake naik-naik monorail.

Ueno Zoo
King Julien and family
Di area barat, hewan-hewan lebih didominasi dengan hewan-hewan afrika dan mamalia kecil. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat di peta Ueno yang udah gw attach di bagian depan artikel ini. Hehe. Oh ya disini ada juga kanguru (lumayan, ngak perlu jauh-jauh ke Australia), pinguin, dan hewan-hewan geng-nya Raja Julien di Madagascar: King Julien (lemur), maurice (aye-aye), dan mort (mouse lemur). Sebenarnya salah satu poin atraksi di wilayah barat adalah kolam luas yang ditumbuhi teratai namanya Shinobazu pond. Kalau pas musim semi atau musim panas, bunga teratainya pada mekar dan cantik-cantik. Bahkan sengaja dibangun jalan-jalan yang mengitari dan membelah kolam agar pengunjung bisa menikmati keindahannya. Namun, berhubung pas gw berkunjung adalah musim dingin, apalah daya, tanaman teratainya pada mati. Huhu. Jadilah begini keadaannya.

Ueno Zoo
Shinobazu Pond dan Teratai yang Kering

Oh ya, di area barat kebun binatang juga terdapat semacam rumah kaca yang didiami oleh flora dan fauna tropis. Berasa lagi di Indonesia gitu deeh. Di rumah kaca ini karena didiami oleh flora dan fauna tropis, maka suhu didalamnya pun disesuaikan dengan suhu di kawasan tropis. Jadilah gw yang udah pakai baju berlapis-lapis (daleman + longjhon + kaus + sweater + jaket + syal) untuk menahan sengatan dingin suhu winter ini, jadi gerah dan kepanasan pas masuk ke rumah tropis ini. Yaiyalah secara suhunya 27C -,-. Oh ya, di dalam rumah tropis ini flora yang ditanam pun cantik-cantik dan berwarna macam kalau kalian main ke kebon belakang rumah di Indo #plakk. Hewan-hewan yang disini pun sebangsa reptil seperti ular dan buaya.

Ueno Zoo
Rumah Tropis
Setelah puas berkeliling tibalah saat yang ditunggu-tunggu. Apakah itu??? Belanjaaaa. Yeayy. Di Ueno Zoo tersedia toko souvenir khas kebun binatang Ueno. Toko oleh-oleh ini lumayan banyak diserbu oleh pengunjung. Gw bahkan nggak kebagian tempelan kulkas sebagai oleh-oleh buat emak gara-gara udah abis diserbu ama pengunjung ekekekke. Souvenir apa aja sih yang dijual? Ada sticker, notebook, gantungan kunci, tempelan kulkas, topi, bantal, tas ransel, totebag, boneka, daaan banyak lagi. Kebanyakan souvenir yang dijual ini punya corak panda. Hati-hati kalau kesini bawa anak atau bocah, bisa ludes duit kita gara-gara si anak pada ngiler ama souvenir-souvenir kawaiii khas Ueno Zoo.

Ueno Zoo
Souvenir Kawaiii
Yap, akhirnya berakhirlah jalan-jalan gw di kebun binatang Ueno. Overall kebun binatang Ueno ini bagus, lengkap fasilitasnya, dan gw bisa bertemu hewan-hewan yang nggak gw temui di Ragunan. Kebun binatang Ueno ini juga tidak terlalu luas jadi nggak bakalan capek-capek amat kalau keliling full dan lihat semua binatangnya. Beda sama ragunan yang butuh 2-3x kunjungan kalau mau full keliling dan lihat semua binatangnya. Dan ternyata setelah gw cek, emang kebun binatang ragunan jauh lebih gede dibanding Ueno, bahkan kebon binatang ragunan merupakan kebun binatang nomor 2 terlengkap dan terbesar dalam hal jumlah species hewan dan tanamannya di dunia (*bangga). Tapi di luar itu, yang pasti Ueno Zoo ini salah satu tempat yang recommended untuk dikunjungi saat berada di Tokyo serta cocok apabila ingin berkunjung bersama anak-anak kelak (*lho!?). 

Ragunan & Ueno

Ueno Park

Nah sebagaimana gw tulis di pembukaan post ini kalau Ueno adalah salah satu destinasi wajib dikunjungi pada saat musim semi di Jepang. Wah kok bisa begitu? Inilah jawabannya: Ueno Park. Yap, Ueno Park alias taman Ueno adalah salah satu taman terbesar di Tokyo dan merupakan tempat terbaik untuk mengamati bunga sakura alias hanami. Ueno Park sendiri memiliki lebih dari 1000 pohon sakura dan bungan sakura biasanya mulai mekar dari akhir maret sampai april alias pas musim semi. Beuh, bisa dibayangin dong betapa indahnya Ueno Park ini saat musim semi? Nah berhubung gw datang kesini pas winter, jadilah pohon-pohon sakura ini masih pada botak :"(. Eits, kalau mau lihat gimana keindahan Ueno Park pas musim semi, nih gw comotin foto dari google. Heheh.

Ueno Park
Cantiknyaaaa
Nah selain sakura-nya, di Ueno Park ini lumayan banyak tersebar museum dan temple. Sebagaimana gw bilang: pergi ke Ueno Park, jackpot dapat banyak tempat wisata. Dan satu lagi yang jadi kelebihan Ueno Park yaitu posisinya super duper deket banget sama stasiun Ueno. Keluar exit stasiun, langsung dah kelihatan tuh Ueno Park. Cucok pokoknya. Oh ya lokasi kebon binatang tadi juga ada di area Ueno Park. Dah tuh nggak usah jalan capek-capek.

Ueno Park
Food Festival
Okai beruntungnya gw pas dateng kesini lagi ada semacam festival makanan gituh. Udah deh, nggak pake mikir langsung masuk ke dalam siapa tahu bisa nemu makanan khas jepang yang halal. Uhuyy. Dan alhamdulillah makanan yang pertama kali gw temuin adalah kebab yang dijual ama abang-abang turki ganteng dan lebih pentingnya adalah ada cap halal-nya, Men ! Gw fix beli, secara kapan lagi bisa makan daging sapi di jepang. Harga kebab pas gw beli sekitar 500 yen, yah masih normal lah ya. Disini gw juga nemu makanan khas jepang lain yang bisa dimakan (bismillah) sama muslim/muslimah yaitu ikan bakar (gw g tahu nama versi jepangya) dan manisan apel alias ringgo ame. Nah, ringgo ame ini biasanya merupakan makanan pas summer/musim panas, beruntungnya gw bisa nemu ringgo ame ini di Ueno Park pas winter pula.

Ueno Park
Ringgo Ame

Ueno Park
Ikan Bakar

Pas gw keluar dari kebon binatang, waktu udah sore yang berakibat museum dan temple yang ada di sekitar Ueno udah pada tutup, jadilah gw nggak berkunjung disana cukup dengan wisata kuliner di Food Festival. Berhubung masih sore, rasanya kurang lega kalau sudah pulang jam segini, akhirnya gw memutuskan untuk berkunjung ke Tokyo Dome yang merupakan stadion baseball terbesar di Tokyo. Eits, baseball merupakan olahraga populer di Jepang lho.

Tokyo Dome

Nah sebagaimana udah gw sebutin sebelumnya kalau Tokyo Dome ini adalah stadion baseball terbesar di Jepang. Selain baseball, Tokyo Dome juga bisa menjadi tempat pertandingan olahraga lain seperti sepak bola, tinju, martial arts, dan lain-lain. Atau mungkin kalau kalian dengar kata Tokyo Dome, yang terlintas adalah AKB48 ? Yap, selain sebagai tempat pertandingan, Tokyo Dome juga merupakan tempat konser baik itu artis/penyanyi Jepang maupun internasional. Bahkan dengar-dengar, kalau ada Kpop Idol yang bisa tampil di Tokyo Dome katanya sih kece banget. Yap, ini dia penampakan Tokyo Dome. Pas gw kesini lagi ada pertandingan baseball jadi ya nggak bisa masuk kalau nggak punya tiket.

Tokyo Dome
Winter Illuminations di Tokyo Dome
Di sekitar Tokyo Dome juga ada illuminations, nggak tahu sih apakah illuminations ini hanya ada pas winter atau ada di semua musim karena biasanya illuminations adanya pas Winter. Illuminationnya ciamik kalau mau buat foto-foto. Nah ini dia penampakannya
Tokyo Dome
Illuminations

Tokyo Dome
Illuminations

Tokyo Dome
Illuminations

Oh ya di sekitar Tokyo Dome juga terdapat semacam Theme Park. Wahananya ada roller coaster, bianglala, dan wahana terjun apalah gw g tau namanya. Bahkan malam pun theme park ini tetep buka. Nggak bisa bayangin deh gimana rasanya main wahana begini malam-malam pas musim dingin.

Tokyo Dome
Theme Park

Oke demikianlah sepenggal cerita gw menjelajahi Ueno dan Tokyo Dome.
Happy Holidays !!!



-ceasafira
Siang di Lab

Rabu, 21 Februari 2018

Pengalaman Lolos Seleksi Beasiswa Daewoong

Nah ini adalah tulisan kedua gw tentang beasiswa setelah sebelumnya gw ngepost tentang pengalaman gw ikut seleksi beasiswa goodwill (selengkapnya bisa dibaca disini). Motivasi gw bikin post tentang beasiswa Daewoong karena keterbatasan informasi tentang beasiswa ini saat gw berusaha searching waktu jaman-jaman pendaftaran dahulu. Justru pas gw searching dan ketikkan "Daewoong" di google yang muncul malah Daewoong tokoh utama pria di drama korea "My Girlfriend is Gumiho" -,-. Oleh karena itu, gw berharap semoga post ini bisa bermanfaat untuk para pencari informasi Beasiswa Daewoong (bukan Daewoong Gumiho).

Beasiswa Daewoong
"Daewoong"
Kalau kalian baca post gw waktu ikut beasiswa goodwill, kalian mungkin tahu kalau gw kalap dalam hal daftar-daftarin beasiswa saking ambisinya pingin dapet beasiswa. Jadi selain goodwill, gw juga daftar beasiswa Daewoong setelah itu. Kalau nggak salah beasiswa Daewoong sudah buka di bulan Juni. Dan yang bikin gw tertarik adalah beasiswa Daewoong ini menawarkan beasiswa sebesar 1000USD untuk tiap orangnya. Gimana nggak ngiler coba!? Waktu itu harapan gw kalau misalkan dapat beasiswa ini gw bisa makai uangnya buat biayain penelitian skripsi gw jadi biar nggak minta emak-bapak lagi. Mulia banget kan? wkwkkw.

Seleksi Dokumen

Oke, balik ke topik beasiswa. Jadi apa yang perlu gw persiapkan?
1. Transkip IPK
2. Surat Keterangan Membutuhkan Beasiswa
3. Surat Keterangan sedang tidak menerima beasiswa
4. Surat Keterangan bukan Perokok Aktif
5.Scan KTM
6. Fotokopi KK
7. CV (aktif mengikuti kegiatan mahasiswa)

Beasiswa Daewoong
Poster Informasi Beasiswa dari BEM saat itu
Kalau menurut pendapat gw yang udah malang melintang (*cielah, sombong amat) di dunia pendaftaran beasiswa via beasiswa.ui.ac.id, syarat-syarat beasiswa Daewoong ini lumayan mudah dan cepat untuk diwujudkan. Jadi bisa dibilang nggak ada kesulitan berarti yang gw temui saat itu.

Salah satu poin yang perlu diperhatikan adalah bahwa pihak Daewoong menginginkan agar penerima beasiswanya sebaiknya orang yang memiliki latar studi bioteknologi atau akan berkecimpung baik itu dalam hal penelitian ataupun pekerjaan di bidang Bioteknologi. Jadi pas bikin essay, tulislah kenapa kalian dinilai 'memenuhi' persyaratan tersebut.

Hmm ada apa antara Daewoong dan Bioteknologi?
Jadi begini gaes, Daewoong sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Bioteknologi berasal dari Korea Selatan. Di Indonesia sendiri Daewoong memiliki kantor pusat di Jakarta dan pabrik untuk produksi yang berlokasi di Sidoarjo. Gw sudah pernah melakukan company visit bareng teman-teman sekelas Rekayasa Protein. Mungkin kalau gw rajin gw bakal bikin post-nya hehe. Pabrik Daewoong di Sidoarjo udah benar-benar dilengkapin alat-alat lab super canggih. Makanya nggak heran mereka ngasih beasiswa 1000USD/anak.

Pengumuman

Yah inilah sisi keenakannya beasiswa Daewoong. Kalau beasiswa lainnya ada tahapan tes seleksi inilah itulah, Daewoong langsung pengumuman guys. Dan waktu itu pengumumannya bulan November via telefon. Gw ditelefon sekitar jam 10-an, disitu gw diberi tahu kalau gw lolos menjadi salah satu penerima beasiswa dan gw diharuskan datang ke acara pemberian beasiswa siang itu. SIANG ITU. Mendadak banget. Inget banget pas ditelefon posisi gw lagi di parkiran motor Teknik. Kaget lah gw, pas siang sebenarnya ada kelas, tapi demi beasiswa gw relain bolos *bleh. Oh ya untuk berita penganugrahan beasiswanya bisa baca disini, ortu gw ngirimin link ini waktu tahu gw keterima beasiswa.

Datanglah siang itu gw ke venue acara di RIK, dan disana sudah ada beberapa penerima beasiswa lainnya. Total penerima beasiswa ada 35 anak yang berasal dari Fakultas Teknik, FMIPA, dan Rumpun Ilmu Kesehatan. Jadi total 35000USD yang digelontorkan pihak Daewoong untuk pemberian beasiswa ini.  Jumlah anak fakultas Teknik paling dikit diantara fakultas yang lain. Waktu angkatan gw jumlah penerima dari Fakultas Tenik cuman 4 orang: gw, 2 anak teknologi Bioproses 2015, dan 1 cowok elektro 2014. Tiap penerima beasiswa akan diberi semacam piagam penghargaan. Nah nanti kapan-kapan gw update foto gimana bentuk piagam penghargaan dari Daewoong karena piagam gw ada di Indonesia. [Update, akhirnya gw foto piagamnya]

Beasiswa Daewoong
Piagam Beasiswa Daewoong

Selain pemberian beasiswa, acara juga diisi dengan promosi Perusahaan Daewoong Infion Indonesia plus kesan-pesan dari seorang alumni UI yang kini bekerja di Daewoong. Acara pun ditutup dengan makan-makan wuenaakk.Untuk dokumentasi acaranya, nih gw kasih foto temen gw aja hahaha. Dia kebetulan junior gw di Teknologi Bioproses 2015 yang sama-sama dapat Beasiswa Daewoong. *Pinjem mukanya ya wkwkwk

Beasiswa Daewoong
Penganugrahan Beasiswa Daewoong

Pencairan Beasiswa

Duit beasiswa nggak serta merta dikasih pas acara melainkan baru cair sekitar sebulan setelah acara. Waktu itu duit yang masuk ke rekening gw sekitar 10juta-an. Yah, padahal sebenarnya gw berharap duit yang masuk sesuai kurs rupiah 13.000/USD wkwkw. Tapi yaudahlah gw tetep bersyukur. Alhamdulillah.

Nah, setelah mendapat beasiswa, para penerima tidak memiliki kewajiban sama sekali, SAMA SEKALI,  untuk membuat laporan pertanggungjawaban ataupun kewajiban seperti harus menghadiri pelatihan sebagaimana beasiswa-beasiswa lainnya. Benar benar murni "diberi". Tapi itu pas beasiswa Daewoong angkatan gw ya, belum tahu gimana kalau angkatan sesudah gw.

Nah jangan pakai lama, hayuk buruan daftar beasiswa Daewoong!!!

Selasa, 20 Februari 2018

Reaktivasi BNI Mobile Banking yang Terblokir di Luar Negeri

Yap, kali ini gw mau bagiin gimana pengalaman gw meng-reaktivasi mobile banking BNI gw saat posisi sedang di luar negeri yaitu Jepang.

Ini dimulai waktu gw mau transfer uang tiket pesawat buat kepulangan ke Indonesia. Gara-gara gw lupa sama password transaksi dan uda 3x login dengan password yang salah, akhirnya terblokirlah itu mobile banking BNI gw. Ini selain emang murni kesalahan gw, disisi lain gw juga agak kesal sama sistem per-password-an BNI mobile banking #alesan. Gimana nggak kesel coba? saat lu masuk aplikasi BNI mobile banking lu harus ngisi username sama MPIN. Terus waktu udah masuk dan akan melakukan transaksi, misal "transfer" lu harus masukin (lagi) password transaksi. Yah saya sebagai manusia yang gampang lupa akhirnya suka kebolak-balik mana yang username, mana yang MPIN, mana yang password transaksi, meskipun gw tahu sistem begitu punya tujuan baik dari segi keamanan. Dan akhirnya terjadilah kejadian itu: BNI mobile banking TERBLOKIR.

Nah balik lagi ke masalah terblokirnya mobile banking BNI gw. Sebenarnya masalah ini akan jauh lebih mudah dan sederhana kalau posisi gw sedang di Indonesia. Gw tinggal pergi ke teller BNI minta re-aktivasi dan reset password, terus ke ATM BNI buat reaktivasi. Dan kenyataannya gw lagi di Jepang, di Koganei tepatnya. Bank BNI terdekat ada di Chiyoda, Tokyo dan di Osaka dimana setelah gw cek jaraknya lumayan jauh kalau ke Chiyoda sekitar 35km atau 1 jam kalau naik kereta. Sisi minusnya lagi adalah Bank BNI Tokyo sebagaimana kantor pada umumnya yang buka cuman di weekdays dan di jam kerja 09.00 am-04.00 pm. Sebaliknya gw sebagaimana pelajar pada umumnya yang berangkat kuliah tiap weekdays dan jam sekolah 09.00-06.00 p.m. Nah, nggak ketemu kan? Padahal gw super butuh e-banking buat bayar tiket pesawat kepulangan gw ke Indonesia. Jadi usaha apa yang gw lakuin saat itu?

1. Email ke BNIcall

Ini adalah hal yang pertama gw lakuin karena email itu "gratis". Jadi gw search di internet email customer service-nya BNI dan akhirnya nemu yaitu bnicall@bni.co.id. Gw email-lah si BNI dengan email macem gini.
Reaktivasi BNI Mobile Banking yang Terblokir di Luar Negeri
Email ke BNIcall
Udah gw email sampai 2 kali tapi belum ada balasan. Dan gw pun semakin panik karena kudu bayar tiket pesawat secara tiket pesawat yang gw mau tersisa 4 seat lagi, jadi bener-bener "siapa cepat dia dapat". Nah karena nggak bisa menahan kesabaran lagi, gw pun ke langkah selanjutnya: Nelfon.

*update: akhirnya setelah gw sampai di Indonesia, pihak BNI baru membalas email gw 😑, untung aja gw memilih opsi nelfon dibanding nunggu balasan email. Di email ini juga diberikan bagaimana langkah manual untuk mereaktivasi mobile banking yang terblokir. Untuk gw sendiri yang orangnya panikan, gw lebih memilih cara menelfon pihak BNI biar sekalian dituntun oleh Mbak CS-nya. Bisa dilihat screenshot emailnya dibawah

Reaktivasi BNI Mobile Banking yang Terblokir di Luar Negeri

2. Telfon ke BNIcall (kena roaming hiks)

Langkah ini gw lakuin setelah terilhami oleh pengalaman agan kaskuser yang punya masalah persis sama gw, bisa baca disini. Dimana di post kaskus tersebut, si agan merekomendasikan buat langsung telfon aja ke customer service BNI dan dari pengalaman dia cara tersebut berhasil tanpa harus rebek2 ngurus ke bank BNI cabang terdekat. Akhirnya gw pilihlah cara ini: cara yang berbayar dan bermodal. 

Reaktivasi BNI Mobile Banking yang Terblokir di Luar Negeri
Kontak BNI Call

Oh ya untuk nomor telefon BNIcall bisa dilihat di gambar diatas. Ada 2 pilihan yaitu telefon dari dalam negeri atau luar negeri dimana dua-duanya punya kesamaan "berbayar". Berhubung gw lagi di luar negeri, gw pilih yang nomor untuk luar negeri. Dan ya, pas nelfon jangan lupa nulis kode area-nya tetap "+62" ya jangan malah diganti jadi "0". Nggak bakal nyambung kalau ente maksain tetep pake "021...".

Bodohnya gw waktu coba nelfon CS BNI, gw belom paketin roaming nomor telkomsel. Walhasil baru ngomong sejumprit ama Mbak CS-nya panggilan tiba-tiba terputus akibat pulsa gw abis -,-. 

Reaktivasi BNI Mobile Banking yang Terblokir di Luar Negeri
Mahal cyyn

Yah bisa dilihat nelfon 2 menit abis 70.000, itu aslinya mayoritas 2 menit dijawab sama operator dan nunggu sambil dengerin RBT lagu kebangsaan BNI, dan 10 detik terakhinya gw baru mulai terhubung ke Mbak CS. Akhirnya 70.000 gw hilang sudah tanpa dapat info apapun. Harusnya Mbak CS-nya nelfon balik gw kek, peka gitu lho kalau pulsa gw abis #plakk. 

Oke gw belum mau menyerah, gw masih kekeuh mau nelfon. Akhirnya gw orang tua beliin pulsa 200k, untuk selanjutnya gw pake buat beli paket roaming telkomsel. Dan gw memilih paket roaming yang 3 hari.

Reaktivasi BNI Mobile Banking yang Terblokir di Luar Negeri
Paket Roaming Telkomsel

Gw telfon deh BNI, setelah 2 menit menunggu sambil mendengarkan RBT BNI (bahkan waktu gw nulis ini pun gw masih terngiang-ngiang lagu RBT-nya) tersambunglah gw ke Mbak CS-nya. Alhamdulillah Mbak CS-nya baik bin sabar menuntun gw untuk reaktivasi akun mobile banking hingga akhirnya selesailah sudah dan mobile banking gw udah AKTIF lagiiii. Yeayyy!! Kalau misal kudu ngasih penilaian bintang macam abis naik gojek/ojol gitu, gw bakal kasih bintang 5 ke mbak CS-nya dah. Mantap CS-nya BNI. ^^

Tips

Nah setelah gw paparkan panjang kali lebar curhatan dan sharing gw tentang reaktivasi mobile banking yang terblokir. Gw mau ngasih tips tentang apa aja yang perlu dipersiapkan saat mau nelfon via BNIcall untuk keluhan yang sama kayak gw atau keluhan lainnya. 
1. Pulsa
Yah, ini nggak usah dibahas lah ya. Bisa dicermati di pengalaman gw, meskipun harus berkorban paket roaming 200k, pada akhirnya masalah beres.

2. Kartu ATM
Nah ini nggak kalah penting nih, saat pertama kali terhubung dengan layanan BNIcall maka customer pertama kali akan diminta untuk mengetikkan 16 digit nomor yang tertera di kartu ATM-nya. Makanya kalau bisa sudah siap sedia kartu ATM.

3. Nomor Rekening
Kalau ini sih jelas pasti akan ditanya ama Mbak CS. Kalau hafal atau sudah ada catatan maka alhamdulillah. Namun kalau memang tidak hafal, bisa dicek di buku tabungan.

4. Nama Lengkap, Nama Ibu Kandung
Jangan sampai kita lupa sama nama sendiri sama nama Ibu ya karena informasi ini juga akan ditanyakan oleh Mbak CS.  Sebenarnya info ini udah tercantum di buku rekening BNI masing-masing. Jadi selain kartu ATM, buku tabungan juga kalau bisa sudah siap sedia. Tapi kalaupun tidak ada/tidak kebawa buku tabungannya nggak masalah, asal hafal aja nama sendiri sama nama Ibunya. 

4. Alamat Rumah, Alamat E-mail, No. HP
Selanjutnya, kita akan dimintai mengenai data alamat rumah, email, dan no HP yang didaftarkan ke rekening kita saat pembuatan rekening. Nah informasi ini juga tercantum di buku rekening. Kalaupun tidak bawa buku rekeningnya, kamu harus benar-benar hafal dan ingat tentang alamat rumah, email, dan no HP yang didaftarkan "SAAT ITU". Ya kan siapa tahu pas bikin tabungan masih jaman alay jadi nama emailnya safiraimoetzzunyunyu@rocketmail.co.uk dan sekarang udah ganti alamat email jadi lebih profesional. 

5. User ID mobile banking
Kalau berdasar pengalaman gw, ini juga bakal ditanyain sama mbak CS untuk selanjutnya dicek ama doi gimana status mobile banking kita. 

6. Aplikasi Mobile Banking
Yah, aplikasi ini harus ada ya di smartphone anda ya wakawan. Jangan kayak gw yang udah terlanjur kesal sama aplikasi mobile banking BNI yang teblokir, gw uninstall itu aplikasi #plakk. Akhirnya mbak CS BNI yang gw telfon kudu nungguin (dengan sabar)  gw install lagi aplikasi mobile banking BNI. Maap ya Mbak hehehe. 

7. Internet
Yah ini juga sangat sangat perlu. Kenapaaa??? karena aplikasi mobile banking BNI hanya bjsa direaktivasi apabila menggunakan internet dari nomor anda sendiri bukan numpang internet WiFi. Yakali pake mobile banking tapi nggak modal internet? sms banking mah kalau gitu atuh. Oh, ya, gw juga uda pernah bikin post tentang pengalaman gw beli paketan internet di Jepang, selengkapnya bisa baca disini.


Nah itu sekilas pengalaman serta tips & tricks dari gw buat saudara-saudara yang mengalami kejadian yang serupa sama gw. 
Kalau ada yang mau bertanya atau ingin berbagi pengalamannya (sama-sama keblokir) boleh komeng dibawah ya ^^

Akhirul kalam, 

Wassalamu'alaikum Warrahmatullah Wabarakatuh

Kamis, 15 Februari 2018

4th Week In Japan: Jalan Jalan ke Camii Mosque & Tokyo Tower

Assalamu'alaikum Warrahmatullah Wabarakatuh


Yap, kali ini mau sharing lagi kegiatan explore Tokyo, hehehe. Di jalan-jalan kali ini agak berbeda sama jalan-jalan sebelumnya yang biasanya melancong bareng geng UI, nah kali ini gw bakal melancong bareng mbak-mbak kelompok liqo. Girl's Days Out gitu dehh. Karena jalan-jalannya bareng sama kelompok liqo, destinasi yang dipilih pun berbau islami. Hehehe. Nah, kali ini kita milih buat berkunjung ke Masjid Camii, salah satu masjid terbesar di Tokyo.

Camii' Mosque

Untuk menuju masjid Camii', bisa turun di stasiun Yoyogi dan lokasi masjid Camii' ini ada di belakang stasiun. Tinggal jalan 5 menit, cus sampai. Masjid Camii' sebenarnya adalah masjid milik Kedutaan Besar Turki di Jepang dan merupakah Masjid terbesar di Tokyo. 

Camii Mosque
Camii' Mosque
Karena masjid ini dimiliki oleh Kedutaan Besar Turki maka arsitektur masjid pun mengikuti arsitektur Turki. Jadi kayak ala-ala mini Blue Mosque gitu deh. Nih bisa dilihat dari arsitektur gerbang masjidnya. Kalau foto disini pasti disangkanya lagi di Turki deh, nggak kelihatan jepang-nya. Kayak pas gw kirim gambar ini ke temen gw, dia ngira gw lagi umroh yang paketan umrohnya include jalan-jalan ke Turki. Hahaha. Aaamiiin-in aja deh. Oh ya masjid ini juga letaknya di pinggir jalan besar kok, jadi mudah ditemui. 


Camii Mosque
Pintu Depan Masjid
Hal pertama yang memyambut gw pas masuk masjid Camii' adalah kurma dan black tea (entah ini black tea Jepang atau black Tea Turki). Yah tanpa tunggu lama, gw langsung comot ae itu kurma hahahha. Secara kapan lagi bisa makan kurma di Jepang. Di Indonesia pun makan kurma kalau pas Ramadhan aja. Oh ya begitu masuk pintu masjid, nggak langsung dihadapin sama ruangan sholat kok, tapi sebelum menuju ke masjid ada semacam lobby untuk menerima tamu, pojok duduk-duduk di samping depot kurma, dan aula untuk acara yang diselenggarakan masjid. 

Camii Mosque
Kurma & Black Tea
Nah, gw termasuk salah satu orang pengagum arsitektur gaya timur tengah akibat takjub sama desain pola-pola geometrisnya. Kenapa arsitektur timur tengah sering memasukkan pola geometris dalam desainnya? Karena di dalam islam gambar makhluk hidup itu dilarang, maka biasanya desain/arsitektur ornamen menggunakan pola geometris. Dan pola-pola geometris ini akan sering kita temui kalau kita berkunjung daerah timur tengah entah untuk menghiasi masjid atau istana kerajaan. Dan nggak cuman di Timur Tengah juga kok, kalau misal kita pergi ke Sevilla, Spanyol dan  berkunjung ke salah satu bekas peninggalan peradaban Islam (Dulu islam sempat berkuasa di Spanyol selama 700 tahun), kita bisa lihat istana dan taman-tamannya yang indah dengan desain geometrisnya. Pola geometris pun juga dipakai di arsitektur Masjid Camii' sebagaimana bisa dilihat pada gambar di bawah. Indah banget kan? MasyaAllah. 

Camii Mosque
Kubah

Camii Mosque
Interior Masjid
Masjid Camii' selain sebagai masjid bagi pemeluk agama islam, juga menerima kunjungan apabila ingin melakukan 'study tour'.  Pas gw kesini ada serombongan orang Jepang yang lagi ikut tour sambil dijelasin pemandu dari pihak kedutaan Turki. Dan untuk peserta wanita yang mengikuti Tour tersebut dianjurkan untuk menggunakan penutup kepala entah itu hijab atau cuman selendang yang intinya nutupin kepala aja. Meskipun guide tournya orang Turki tapi udah fasih bicara bahasa Jepang. Dan nggak cuman guide tour-nya, pegawai yang lain meskipun muka Turki tapi lidahnya fasih bahasa Jepang. Bahkan rombongan ini sempat 'ikut' pas jama'ah sholat Dhuhur. 'Ikut' disini maksudnya duduk dibelakang shaf (tanpa ikut sholat) dan mungkin mengamati (?). Oh ya, btw gw senang banget pas datang kesini pas waktu dhuhur jadi alhamdulillah bisa ikut dengerin adzan setelah sekian minggu ngak dengar adzan di Jepang :" huhu. Untuk laki-laki tempat sholatnya di lantai bawah sedangkan untuk perempuan bisa sholat di bawah tapi kebanyakan sih pada sholat di lantai atas. Setelah sholat dhuhur selesai, gw sempat lihat ada satu grup yang kelihatannya lagi belajar tajwid (hukum cara membaca Al Qur'an) . Dan kalau dilihat dari muka yang belajar sih muka-muka Jepang gitu, sedangkan yang jadi gurunya orang Turki. Saat itu sih gw dengernya mereka lagi belajar baca surat An-Naas.  

Camii Mosque
Belajar Al Qur'an
Pas gw kesini bertepatan banget sama acara Hijab Day yang diselenggarain sama pengurus masjid Camii'. Wah acaranya ngapain tuh? Jadi di acara ini akan diperkenalkan apa itu 'hijab', kenapa harus berhijab, dan tutorial berhijab. Acara ini pun terbuka untuk umum. Pas gw ikut ini justru lebih banyak mbak-mbak yang nggak berhijab ketimbang yang berhijab. Kayaknya yang berhijab itu cuman rombongan gw sama mbak-mbak Turki deh, hahaha, yang lain rata-rata orang Jepang. Dan memang tujuan diselenggarakannya acara ini adalah untuk memperkenalkan hijab yang pasti akan lebih ngena kalau sasarannya yang belum/tidak berhijab. 

Camii Mosque
Poster Hijab Day
Sehabis acara Hijab Day, peserta diminta untuk menuliskan kesan-pesannya di papan. Dan inilah diaa kesan-pesan mereka ^^. 

Camii Mosque
Kesan Pesan Peserta
Usai acara hijab Day, gw balik lagi ke lobby depan. Nah di lobby depan ini ada semacam stand yang jualan makanan dan pernak-pernik khas Turki. Harganya juga murah-murah kok. Untuk makanan dijual di range 150-600 yen. Dan gw sempat beli kue kering disini seharga 150 yen mumpung kapan lagi bisa beli roti halal. Gw lupa nama roti gw apa cuman dia agak mirip sama 'castangel' kalau di Indonesia. Temen gw yang lain ada yang beli gantungan kunci & tempelan kulkas Turki. Oh ya, yang bikin shock lagi adalah mas-mas Turki yang jaga kasir bisa bahasa Indonesia. Hohoho. Trus temen gw yang dari tadi ngoceh kalau mas-mas Turki disini pada ganteng-ganteng akhirnya malu deh setelah tahu abang Turkinya paham bahasa Indonesia. Hahaha. Dan abang Turkinya pun ikut tersenyum malu penuh arti. Ihiiyy. 

Camii Mosque
Stand Jajanan dan Oleh-Oleh Khas Turki

Tokyo Tower

Usai sholat Ashar di Masjid Camii', kita pun bingung mau apa dan bagaimana. Kalau pulang, kok ya sayang secara masih jam 3 sore dan rasanya kurang sreg kalau pulang matahari masih kelihatan. Akhirnya,  kita pun memutuskan buat (lanjoot) berkunjung ke Tokyo Tower secara belum ada satupun dari kita yang pernah ke Tokyo Tower. Hohoho. Gw juga senang akhirnya bisa kesampaian juga ke Tokyo Tower setelah di edisi jalan-jalan gw minggu lalu (baca disini) cuman bisa lihat Tokyo Tower dari kejauhan di Ropponggi Hills. Dan yah, Tokyo Tower beda sama Tokyo Skytree (dulu gw kira mereka sama). Gw udah pernah bikin post jalan-jalan ke Tokyo Skytree, kalau berminat baca boleh berkunjung disini. #promosi. 

Tokyo Tower
Tokyo Tower
Nah inilah dia foto Tokyo Tower. Hmmm macam Menara Eiffel KW kali yak. Hehe. Malah kalau kata gw mirip menara SUTET kalau di Indo #plakk, cuman bedanya menara ini lebih tinggi, bercahaya, dan dikelola dengan baik (bedanya banyak banget -,-, nggak mirip dong berarti). Setelah gw googling, ternyata Tokyo Tower ini aslinya adalah stasiun pemancar radio. Cuman karena dia cantik dan 'tourist-able' diubahlah menjadi tempat wisata. Salah satu spot menarik di Tokyo Tower adalah taman kecil di bawahnya yang dihiasi dengan illuminations. Banyak pengunjung yang foto-foto di taman illuminations ini. Triknya adalah pakai kamera yang kualitas bagus dan settingan kamera yang sesuai biar bisa dapet hasil jepretan yang ciamik di illuminations ini, ya biar hasilnya nggak macam hasil foto gw yang blur blur gimana gitu. Hahaha. Salahnya gw pas foto ngatur brightness-nya ketinggian, karena pikir gw biar nggak gelap gitu tamannya, eh malah jadinya blur/nyaru gitu cahaya lampunya -,-. Yah meskipun jelek, gw tetep mau 'berbagi' hasil jepretan gw yang ala kadarnya.
Tokyo Tower
Jalan Ala-Ala
Tokyo Tower
Mini Tokyo Tower
Berpindah dari suasana outdoor, masuklah kita ke dalam Tokyo Tower ini.Yap didalam Tokyo Tower ada banyak kafe, restauran, dan spot buat beli oleh-oleh khas Jepang. Tapi kalau kata temen gw, lebih murahan di Asakusa pernak-perniknya ketimbang disini (Oke fix entar balik lagi ke Asakusa sebelum balik Indo buat beli oleh-oleh, yes). Buat pecinta anime One Piece mungkin bisa kelabakan disini karena disini ada museum One Piece, kafe One Piece, dan toko yang menjual One Piece. Yah, karena gw bukan penggemar One Piece, gw cuman mampir ke toko yang jual pernak-pernik One Piece namanya Mugiwara Store.

Tokyo Tower
Mugiwara Store 
Apa aja yang dijual? Ada gantungan kunci, mini statue, buku, notebook, tempat pensil, tempelan kulkas, majalah, dll yang bertema One Piece. Juga banyak standing statue karakter One Piece dan temen gw yang fans One Piece pun foto-foto di setiap standing statue yang ada. Gw pun nggak mau kalah, gw juga ikut foto #plakk, tapi bukan di patung2nya One Piece tapi di spot foto tokonya. Pertanda klo udah pernah kesini wkwkwk. 1,, 2,, 3,, Cekrek!!!
Tokyo Tower
Mejeng dulu
Yah itu dia cerita jalan-jalan gw di weekend ke 4 di Jepang. Semoga bermanfaat, siapa tahu ad yang lagi bikin itinerary buat ke Tokyo. hohoho. Oh ya gw lupa cerita, jadi dekat Tokyo Tower ada restoran halal yang jual curry dan makanan Pakistan lainnya, jadi recommended nih buat pelancong muslim yang ingin cari makanan halal pas ke Tokyo Tower. So, see you next week di post jalan-jalan selanjutnya ^^

Wassalamu'alaikum Warrahmatullah Wabarakatuh