Sabtu, 23 Desember 2017

Pengalaman Urus Visa Jepang 2017

Haiii haiii haiiii
Assalamu'alaikum Warrahmatullah Wabarakatuh :D


Yap, kali ini mau sedikit berbagi pengalaman tentang bagaimana mengurus tetek-bengek pengurusan visa ke Jepang. Mumpung masih anget-anget tai kucing, jadi ingatan masih kuat lah ya.

Okai, jadi pengurusan visa di Jepang kini sudah tidak lagi diurus via kedutaan, namun diurus di loket khusus visa yang terletak di Lotte Shopping Avenue, Kuningan. Yap, berhubung pasporku yang masih paspor biasa (bukan e-paspor) dan visa yang akan dipesan adalah jenis 'special visa' untuk pelajar, maka mau tidak mau harus mengurus visa ke Jepang. Bagi kalian yang sudah memegang e-paspor dan akan berkunjung ke Jepang maksimal 15 hari, maka tidak perlu untuk mengurus visa (keuntungan bagi pemegang paspor elektronik).

Langkah Pertama: Buat Janji Temu

Nah, apa sih yang harus dilakukan pertama kali? Buatlah janji temu. Sebenarnya ada 2 pilihan apabila ingin membuat visa, kita datang langsung ke loketnya dan mengambil antrian atau kita membuat janji temu via online dulu. Disini, gw lebih menyarankan untuk membuat janji temu via online, sehingga kalian bisa menyesuaikan dengan waktu yang kalian punya serta tidak perlu repot-repot mengantri di loket. Bagaimana membuat janji temu online? Cukup kunjungi website https://online.vfsglobal.com/GlobalAppointment/. Disitu kalian akan diarahkan untuk membuat akun dahulu, setelahnya kalian bisa mengisi form dan memilih tanggal untuk janji temu. Setelah itu, kalian akan menerima email konfirmasi janji temu yang sudah dibuat, berikut adalah contohnya.

Email konfirmasi Janji Temu


Oh ya, sebelumnya kalian juga akan memilih jenis visa apa yang akan dipesan. Dalam membuat janji temu juga dimungkinkan untuk di re-schedule apabila kalian tiba-tiba ada halangan.

Langkah Kedua: Siapkan Berkas

Nah sebenarnya antara langkah pertama dan kedua bisa saling bertukar, namun gw kemarin memilih untuk membuat janji temu dulu biar tidak kedahuluan orang a.k.a kuota antrian habis. Hehe. Apa saja sih berkas yang harus disiapkan?
1. Paspor
2. Formulir permohonan visa (bisa didownload di web http://www.vfsglobal.com/japan/indonesia/)
3. Pas foto terbaru ukuran 4,5 x 4,5
4. Foto kopi KTP
5. Certificate of Eligibility (Bagi pemohon visa khusus atau special visa)

Langkah Ketiga: Cuss ke Lotte Shopping Avenue

Yap, setelah segala pemberkasan lengkap, langsung cuss ke Lotte Shopping Avenue sesuai dengan waktu janji temu yang dibuat. Nah waktu itu berhubung gw anak mahasiswa rantau tak punya kendaraan pribadi, diputuskanlah naik KRL dari St. UI sampai manggarai kemudian disambung dengan ojol alias ojek online. Oh ya selain manggarai, sebenarnya kalian juga bisa turun di stasiun cawang. Total biaya perjalanan berangkat 3000 (KRL) + 3000 (ojol) = 6000. Haha, murah banget kan?

Di loket visa tersedia pelayanan foto visa untuk yang belum bawa/bikin foto serta fotokopian. Cuman ya mahal lah sis/gan kalau kita di foto/fotokopi di tempat, lebih baik udah siap sedia. Biaya foto di loket waktu itu 45000 dan untuk biaya print foto per lembar adalah 5000, dan sayangnya kita tidak mendapat soft-file untuk foto yang diambil. Rugi kan ya? Jadi mending sudah bawa foto saja dari rumah.

Oh ya, untuk pasfoto sebaiknya kalian sudah membaca bagaimana persyaratan pas foto untuk visa jepang, jadi biar nanti nggak disuruh foto lagi disana akibat foto yang nggak sesuai dengan persyaratan. Tipsnya sih mending cari studio foto yang memang sudah pengalaman buat bikin foto visa. Waktu itu gw karena domisili di Depok memilih studio Cemerlang yang ada di Margonda buat tempat foto. Menurut review orang-orang yang gw baca, hasil foto dari Cemerlang ini bagus plus udah pengalaman buat foto visa, jadi kita nggak usah repot-repot bilang ke abang fotografernya kalau syarat fotonya kudu inilah itulah. Dan ternyata setelah gw datengin studio fotonya, memang pelayanannya bagus plus hasilnya pun bagus. Kekurangannya ngantrinya lumayan lama, ya mungkin karena termasuk studio foto yang bagus jadi banyak orang yang mau foto disitu. Waktu itu gw ambil paketan foto 75.000 dapat 6 lembar foto + CD, fotonya pun bisa jadi hari itu juga tanpa mengurangi kualitas editingnya.

Setelah sampai di loket kita tinggal menunjukkan bukti janji temu yang sudah kita buat via online. Saat sudah tiba giliran, nama kita akan dipanggil dan mulailah sedikit sesi wawancara untuk pembuatan visa. Untuk sesi wawancara sendiri, pertanyaan yang ditanyakan lebih ke sekitar 'mau ngapain di Jepang?' 'tinggal dimana?' 'berapa hari disana?' 'Kesana pergi sama siapa?'. Proses pembuatan visa kurang lebih 3 hari kerja tidak terhitung libur.

Langkah Keempat: Ambil Visa yang Sudah Jadi

Setelah menanti-nanti selama 3 hari, akhirnya visa pun jadi dan cuss balik ke Lotte Shopping Avenue.Oh ya untuk pengambilan visa terdapat 2 jenis opsi yaitu kita mengambil langsung ke Lotte Shopping Avenue atau kita minta untuk dikirimkan lewat jasa pengiriman. Waktu itu gw memilih untuk pakai jasa pengiriman yah karena males kalau kudu balik jauh-jauh ke Lotte Shopping Avenue. Kelebihan pakai jasa pengiriman kita bisa menghemat tenaga dan waktu, kekurangannya waktu sampainya Visa ke tangan kita itu bertambah sekitar 2-3 hari karena adanya waktu pengiriman.

Nah sekian sharing gw tentang pembuatan visa Jepang.
Semoga bermanfaat :))))

Eduwisata Lebah di Hutan UI

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Hai, ketemu lagi!!!
Yak,  jadi ini mau cerita tentang acara Eduwisata Lebah yang diselenggarain Rabu lalu tanggal 16 Agustus 2017 di Hutan UI.  Nah,  acara ini baru pertama kali diadain lho!!  Dan insya Allah,  bakal ada acara-acara rutin selanjutnya.

Okei,  gimana caranya aku bisa terlibat acara ini? Jadi ceritanya,  aku sama anak sebimbingan skripsi uda pada semangat (baca: ambis) untuk segera bimbingan lagi ama dosen pembimbing yaitu Pak Sahlan.  Nah,  hari Senin sore kami diminta untuk menemui beliau. Kirain bakal ngomongin skripsi dkk eh ternyata diminta untuk menyiapkam acara Eduwisata yang bakal diadain hari Rabu.  Gilak, kurang mendadak apa lagi coba!! Hahaha.  Akhirnya,  dengan kekuatan Keter-dadakan,  kamipun berhasil menyiapkan segala tetek bengek acara.

Hari H pun tiba,  sekitar jam 9,  50-an peserta Eduwisata (anak kelas 4 SD Hidayatullah)  datang ditemani guru dan beberapa orangtua. Kumpulnya waktu itu di dekat lapangan basket depan FISIP.
Oh,  ya lupa cerita,  "kami" yang dimaksud disini terdiri dari aku,  dea,  bayu,  diva,  dan laras.  Sebenernya ada matthew dan dicky,  tapi karena di hari H mereka ada sesuatu,  jadinya  berhalangan hadir deh. Dikit yak? Hohoho, maklum namanya juga  baru pertama kali,  insya Allah kalau kedepan-depan saat acaranya udah rutin,  pasukannya bakal tambah banyak.

Dedek-dedek yang baru nyampe

Okei, seperti biasa acara dimulai dengan perkenalan.  Dilanjutkan dengan pemakaian soffel bersama-sama (banyak nyamuk boo di hutan)  dan pembagian kelompok.  Berhubung jumlah kami hanya 5 orang,  jadilah kelompok dibagi 5. Selanjutnya satu persatu kelompok masuk ke dalam hutan.
Jadi di hutan UI ini udah ada semacam track untuk menuju lokasi peternakan lebah. Dan buat kalian yang ingin berkunjung ke peternakan lebah ini,  kalian harus hati-hati karena jalannya yang licin. Selain itu jangan sampai salah jalan karena di beberapa tempat akan ada pertigaan,  dimana jalan tersebut adalah jalan khusus tracking sepeda. Jalan ini lumayan gede kok,  bahkan dosenku bisa masuk ke dalam hutan pakai mobil,  hohoho.

Sepanjang perjalanan,  anak-anak SD ini banyak tanya (aktif banget, mantap). Setelah berjalan kurang lebih 5 menit,  sampailah kami di lokasi peternakan.  Di lokasi peternakan berdiri sebuah rumah tempat menginap penjaga. Di sekeliling rumah banyak sekali tumbuhan yang sengaja ditanam untuk sumber pakan lebah.
Di lokasi, kami disambut oleh Pak Sahlan dan beberapa bapak-bapak yang akan membantu memberikan penjelasan. 

Acara dimulai dengan doa kemudian pengarahan singkat mengenai tugas masing-masing kelompok. Tiap kelompok diberi waktu sekitar 45 menit untuk mengitari peternakan lebah serta mengunjungi tiap jenis sarang lebah. Terdapat 3 jenis lebah yang terdapat di peternakan tersebut yaitu Tetragonula sp, Trigona sp, Tetragonula biroi. Setiap berkunjung ke sarang lebah, kami mendapat pengarahan dari bapak-bapak/mas-mas petugas peternakan. Setelah puas berkunjung ke sarang lebah, akhirnya tiap kelompok diberi tugas untuk mencari tanaman-tanaman yang digunakan lebah sebagai sumber madunya. Bagaimana caranya? Kami keliling hutan dan mengamati tanaman-tanaman yang dikerubuti lebah.

Penjelasan tentang sarang lebah

Akhirnya acara pun selesai. Yash meskipun lelah berputar-putar di hutan, acara kemudian ditutup dengan panen madu dan foto-foto di danau UI. Yeahhh :D 

Jumat, 11 Agustus 2017

Pengalaman Ikut Seleksi Beasiswa Goodwill 2017

Hai, kali ini gw mau membagikan bagaimana pengalaman gw ikut seleksi beasiswa Goodwill 2017 sampai akhirnya keterima sebagai salah satu penerima beasiswanya. Ayeyy!! Nah, sebelum ke inti ceritanya, gw mau numpang curcol dikit nih tentang gimana perjuangan gw selama sekian tahun sampai akhirnya dapat beasiswa haha. Jadi, dari tingkat pertama kuliah gw sudah rajiiiin pake banget apply beasiswa. Bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, tak kunjung jua daku diterima beasiswa :"(. Bahkan sampai Kadept Sosma (departemen yang ngurusin beasiswa) di himpunan mahasiswa departemen gw yaitu IMTK (Ikatan Mahasiswa Teknik Kimia) udah berganti 4x kepengurusan dari zamannya Kak Abi 2012 (IMTK 2014) sampai sekarang Nida 2015 (IMTK 2017), diriku ini tak kunjung berjodoh dengan beasiswa. Yang namanya ngisi form, bolak-balik ngurus dokumen ama si kadept sosmas, wawancara, semua sudah khatam gw lakuin. Sampai pernah sih dulu ada pengalaman wawancara yang saking antrinya dari pagi gw baru dapet giliran sekitar jam 9 malam dan hasilnya gw nggak diterima beasiswanya wkwkwk. Hingga akhirnya kebutuhan untuk dapat beasiswa itu berubah nggak cuman sebagai 'kebutuhan' tapi sebagai 'ambisi'. Ambisi untuk memenangkan beasiswa itupun kian besar setelah masuk tahun ke-3 kuliah. Gw penasaran banget pokoknya harus dapat beasiswa selama masa kuliah ini. Masa kerjaannya ditolak mulu huhu. Dan, alhamdulillah karena memang sudah rezeki ya, ambisi ini terkabul juga, bulan Juli lalu gw finally diterima beasiswa Goodwill. ^^

Tahap Pertama: Seleksi Dokumen

Nah, ini adalah gerbang yang harus dilalui pertama kali. Untuk melalui tahapan ini, gw harus sekuat tenaga melawan setan ke-mager-an yang bercokol pada diri gw karena bisa dibilang form untuk pendaftaran beasiswa goodwill itu lebih banyak dibanding form beasiswa living allowance S1 lainnya (menurut pengalaman dan pengamatan gw yang daftar berbagai macam beasiswa yang tersedia di academic.ui.ac.id). Juga di dalam form-form itu gw kudu bikin short essay yang lumayan banyak. Bahkan kata temen gw buat ngisi dokumen beasiswa goodwill itu emang bener-bener dibutuhkan 'goodwill' yang kuat hahaha. Tapi, itu semua nggak masalah, memang untuk mendapatkan sesuatu nggak ada kata mudah, harus berusaha dan punya niat yang kuat. Hohoho.

Berikut adalah dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk seleksi Goodwill. Oh, ya, list dokumen ini pas gw ikut seleksi yang tahun 2017 ya, bisa aja berbeda di tahun-tahun sebelumnya atau sesudahnya.
  1. Transkrip Nilai yang berisi IPK
  2. Formulir Beasiswa Goodwill (disini ada banyak short essay yang kudu dibuat)
  3. Formulir Beasiswa UI (ini karena gw kuliah di UI jadi ada form dari UI juga yang harus diisi, mungkin akan berbeda kalau di univ yang beda)
  4. Surat Pernyataan Bukan Perokok Aktif
  5. Surat Pernyataan Belum Menerima Beasiswa
  6. Scan Rekening
  7. Scan KK
  8. Scan KTP & KTM (Kartu Tanda Mahasiswa)
Okai, nah hal pertama yang dilakukan adalah catat deadline beasiswanya, jangan sampai udah capek-capek ngisi form dan ngumpulin dokumen, eh udah lewat deadline beasiswanya (*pengalaman pribadi wkwk). Selanjutnya print dan scan semua dokumen yang diperlukan. Nah, kalau aku sih, karena udah keseringan daftar beasiswa, aku punya folder sendiri di laptop khusus buat nyimpen file-file kebutuhan beasiswa: scan ktp-kk-ktm, foto 3x4 ukuran file gede maupun kecil, scan buku tabungan, scan surat ikut organisasi/kepanitiaan, dll. Jadinya selalu siap kalau mau daftar beasiswa.

Selanjutnya adalah pengisian formulir beasiswa Goodwill. Ini nih menurut gw yang paling menguras tenaga dibanding syarat dokumen yang lain karena seperti udah kusebutin sebelumnya, kalau form ini banyak banget yang harus diisi termasuk bikin short essay gitu. Form ini juga sih yang menurut gw paling menentukan apakah kalian akan lolos di tahap berikutnya atau tidak. Isi dari form ini lebih ke menceritakan siapa diri kamu sebenarnya, kondisi ekonomi kamu, seberapa butuh beasiswa ini, aktivitas sehari-hari, ya pokoknya tentang dirimu lah. Tipsnya sih tulis aja sejujur-jujurnya dan ceritakan diri kalian apa adanya. Misal suka ama olahraga basket, ya udah cerita aja kalau suka basket, cerita juga kalau misal pernah ikut lomba basket atau semacamnya. Jangan dilebay-lebay-in ya guys kalau ngisi form ini, harus benar-benar jujur. Karena kalau misal kalian lolos ke tahap wawancara, isi form inilah yang bakal jadi bahan wawancara kalian. Makanya kalau kalian bohong, bisa ketauan nanti pas wawancara. Hehehe. Oh ya, tips lagi adalah kerjakan form ini dan dokumen-dokumen yang lain dari jauh-jauh hari mengingat banyaknya yang harus diisi dan dilengkapi, kalau bisa jangan mepet deadline. Emang sih, kata orang 'deadline' itu punya power sendiri yang seakan-akan bisa ngasih kita banjir inspirasi di detik-detik terakhir, tapi kan persiapan yang baik itu awal mula kesuksesan yak. Jadi bagusnya sih jauh-jauh hari persiapannya, kalian jadi masih punya waktu buat koreksi isian di form Goodwill. Setelah semua selesai, kelengkapan tersebut bisa dikumpulkan dan berdoa-lah semoga mendapat hasil yang terbaik. :)

Tahap Kedua: Wawancara

Yap, kurang lebih 2-3 bulan kemudian gw mendapatkan konfirmasi lolos ke tahap wawancara. Nah gw dapat jadwal wawancara jam 08.00 pagi, hari Sabtu. Waktu itu, proses wawancaranya dilaksanain di kantor Goodwill di Pasar Minggu (sekarang kantornya udah pindah ke Bekasi). Abis sarapan, gw langsung berangkat naik KRL menuju stasiun Pasar Minggu dan dilanjut naik ojek yang mangkal di stasiun ke lokasi kantor Goodwill. Waktu itu karena emang nggak tau dan nggak berpengalaman, gw bayar tukang ojek-nya 20.000, padahal kalau kata mbak mierna (karyawan goodwill) bayarnya itu cukup 10.000. Yah sudahlah, sudah rezekinya abang ojek.

Sampai di kantor goodwill, ternyata gw peserta paling pagi (terlalu bersemangat nampaknya -,-) dan emang sih waktu itu masih jam 7-an, pewawancaranya juga belum datang waktu itu. Jadilah gw menunggu di ruang tamu. Nah suasana kantor Goodwill saat itu sedang persiapan mau pindahan, jadi banyak banget kerdus-kerdus barang, persiapan mau pindah kantor dari Pasar Minggu ke Bekasi. 

Sekitar jam 8, gw pun dipanggil untuk memasuki ruangan wawancara. Di dalam sudah menunggu satu pewawancara dari pihak Goodwill yaitu Bu Mien. Seharusnya saat wawancara, terdapat 2 pihak pewawancara yaitu dari pihak Goodwill dan pihak donatur. Berhubung pihak donaturnya belum datang, akhirnya gw hanya diwawancarai oleh Bu Mien.

Kesan pertama bertemu Bu Mien, beliau orangnya sangaaaat ramah sekali, jadi saat wawancara tidak berasa tegang, santai gitu. Wawancara dilakukan full bahasa inggris. Eits tapi jangan khawatir kalau misal belum lancar bahasa inggris, kalau misal keceplosan bahasa indoensia, Bu Mien biasanya mengoreksi dalam bahasa Inggris. Hehehe. Tapi seberusaha mungkin kalau kalian ikut tahap wawancara goodwill, jawabnya pake bahasa inggris ya. Pede Aja. Oh ya, semalem sebelum wawancara gw kembali baca-baca essay dan form yang gw kumpulin pas seleksi dokumen. Juga gw sempat googling tips & trick wawancara beasiswa biar sukses. Hehehe. Dan ternyata persiapan ini, sangat membantu dalam menjalani tahapan wawancara.

Nah, apa sih yang ditanyakan pas tahap wawancara? Berdasarkan pengalaman gw, wawancara yang dilakukan ini benar-benar mengupas tuntas isi form goodwill yang diisi.  Bener-bener dibahas halaman demi halaman. Misal di halaman kondisi ekonomi, ya bener-bener ditanyain lagi gimana kondisi ekonomi kalian gimana, lalu di halaman aktivitas/organisasi, disuruh menceritakan kembali kegiatan tersebut. Jadi isi wawancaranya sama sih kayak isian di form, cuman tentunya lebih detail dan lebih menjabarkan aja jawabannya. Hehe. Waktu itu, aku diwawancarai selama kurang lebih 30-40 menit. Setelah wawancara, Bu Mien meminta gw untuk mengambil beberapa buku di rak di kantor sebagai oleh-oleh. Jadilah gw mengambil 2 buku ini. 

Buku kenangan dari Goodwill
Setelah mengucapkan terima kasih dan berpamitan dengan Bu Mien dan karyawan Goodwill lain, gw pun langsung pulang naik ojek. 

Tahap Ketiga: Pengumuman

Nah, ini nih tahap yang ditunggu-tunggu. Jarak antara tahap wawancara dengan pengumuman cukup lama. Wawancara yang diadakan bulan Maret/April (lupa tepatnya), kemudian pengumumannya adalah pertengahan Juli. Dan ya, waktu itu gw benar-benar menunggu dan berharap dengan pengumuman Goodwill ini, karena 3 beasiswa lain yang gw daftar belum ada kabar, jadi ya harapan satu-satunya menunggu kabar di Bulan Juli apakah gw lolos di beasiswa Goodwill ini. Berikut adalah email konfirmasi bahwa gw (akhirnya) lolos beasiswa goodwill.
Email konfirmasi

Nah, di email konfirmasi juga dicantumkan siapa sponsor yang nantinya akan membiayai beasiswa. Kebetulan gw dapat sponsor yang perseorangan. Teman-teman goodwill lain ada yang mendapat sponsor lembaga/organisasi, juga ada yang mendapat sponsor dari pihak grup alumni Goodwill. Di angkatan gw ada sekitar 48 anak penerima beasiswa dari UI dan IPB. Jumlah ini bisa beda-beda tiap angkatannya, tergantung keputusan yayasan.

Acara kumpul beasiswa Goodwill
Hmm, ya kurasa itu aja kali ya cerita gw tentang beasiswa Goodwill. Oh ya, salah satu kelebihan dari beasiswa Goodwill ini adalah tidak hanya menyediakan beasiswa berupa bantuan finansial, melainkan juga menyediakan pelatihan gratis untuk menambah kemampuan softskill kita. Justru menurutku pelatihan-pelatihan softskill ini jauuh lebih bermanfaat dan tentunya jauuh lebih mahal dibandingkan beasiswa uangnya. Hehehe. Oh, ya, pelatihan ini akan rutin dilakukan tiap bulan kalau diterima sebagai beswan Goodwill. Jadi nggak cuman dapat uang, juga dapat ilmu dan teman baru. ^^
Sssst, ini ada bonus foto salah satu event di Goodwill.
Semangat para pejuang beasiswa !!!!



*Update
Gw akhirnya bikin juga post beasiswa yang kedua (padahal udah niat dari bulan November buat bikin) tapi kenyataannya molor 3 bulan. Buat yang kepo bisa berkunjung ke Post Beasiswa Daewoong



PREAMBULE

Oke, ini adalah postingan pertama. Setelah selama bertahun-tahun galau iya atau tidak untuk menulis di blog, akhirnya kesampaian juga hari ini bisa menulis di blog. Alasan yang buat gw memutuskan untuk menulis di blog karena selama ini gw menjalani 'profesi' sebagai blogwalker-internet surfer diakibatkan keingintahuan mengenai banyak hal. Ingin cari pengalaman orang dapat beasiswa, nemu di blog. Ingin cari pengalaman orang naik maskapai tertentu, nemu di blog. Ingin baca review & sinopsis film, nemu di blog. Ingin baca review buku, nemu di blog. Ingin baca review kosmetik dan skincare, nemu di blog. Ingin baca pengalaman sekolah/kuliah, nemu di blog. Ingin baca review tempat rekreasi, nemu di blog. Ingin mencari pengalaman orang buat ktp/paspor/visa/surat nikah (lho?)/skck/surat dokter dll, nemu di blog. Bahkan mencari bahan tugas kuliah, juga nemu di blog (Yang ini jangan dicontoh ya, bisa digampar dosen kalau tahu aku ngerjain tugasnya dari blog. Hahaha). Daaan masih banyak lagi info-info yang bisa didapat dari blog, bisa panjang ini entry kalau nge-list satu-satu (Termasuk stalking jurnal harian si do'i lewat blog pun bisa hahahaha).

Jadi, mempertimbangkan seberapa banyak manfaat yang telah gw sedot dari blog, akhirnya gw memutuskan untuk membuat blog sebagai upaya timbal balik. Siapa tahu pengalaman atau pengetahuan yang gw punya bisa bermanfaat buat pembaca budiman sekalian. Rencananya sih, blog ini akan berisi sharing pengalaman, juga mungkin akan disisipkan review-review tentang yah apapun itu.


So, akhir kata, selamat membaca blog ini. Semoga postingan-postinganku nanti bisa bermanfaat dan menginspirasi (cielah, menginspirasi darimane XD). Dan yang paling penting, semoga postingan blog ini tidak berhenti di preambule/pembukaan ini saja, tapi bisa terus rajin berlanjut ke postingan-postingan selanjutnya. Aaamiiin.


-ceasafira
Kamar Kosan Pagi-Pagi