Minggu, 31 Januari 2021

Film Soul (2020): Rentetan Pelajaran Kehidupan

Post ini bukanlah tentang review film, -ya karena gw sendiri emang bukan reviewer atau kritikus film handal 😆-. Post ini lebih berisi tentang makna dan pelajaran kehidupan yang gw dapet setelah menonton film Soul (2020). Film ini rilis streaming tanggal 25 Desember 2020 di Disney+, dan menurut gw, film ini cocok sebagai film penutup tahun 2020, tahun "spesial" dengan pandemi korona dan segala tetek bengeknya. Dari film-film yang udah gw tonton, film Soul ini jadi salah satu yang paling mengena di hati gw. Mungkin juga karena gw berada di range usia yang kalau istilah jaman sekarang sedang masuk fase QLC alias "quarter life crisis", dimana mungkin banyak dari kita sedang mencari makna dan tujuan hidup, jadi gw merasa cocok dan "ngena" banget dengan adegan-adegan yang ada di film ini. Sedikit curcol -yang mungkin tidak penting bagi pembaca-, gw sebenarnya udah pingin banget nulis post ini semenjak Desember 2020 lalu, namun dikarenakan gw sedang rempong dengan penulisan tugas akhir beserta tetek bengeknya, akhirnya barulah sekarang gw sempat untuk menulis post ini hohoho.


Sinopsis

Secara singkat, film ini berkisah tentang Joe Gardner, seorang guru musik di SMA, yang sangat menyukai dan berpassion dengan musik jazz utamanya dengan piano. Meskipun dia seorang guru musik di SMA, Joe punya keinginan terpendam agar bisa menjadi musisi Jazz dan tampil dalam pertunjukan. Hingga kemudian, datanglah momen dimana Joe mendapat kesempatan langka untuk bergabung dengan grup musik dari musisi Jazz ternama yaitu Dorothea. Namun belum sempat Joe menghadiri pertunjukan pertamanya, Joe malah jatuh ke lubang yang membuatnya koma. Saat itu, jiwa alias arwah Joe sudah berada di alam Great Beyond -ya mungkin analoginya kalau di agama islam itu adalah alam akhirat-. Joe tidak terima dirinya sudah "mati" sebelum sempat tampil di pertunjukan musik pertamanya -hal yang paling dia nanti dalam hidup. Sehingga Joe pun kabur dari alam Great Beyond dan secara tidak sengaja masuk ke alam Great Before: alam bagi jiwa-jiwa yang belum dilahirkan. Di alam inilah, Joe bertemu dengan jiwa 22 dan dari situlah petualangan mereka dimulai. -Oke, ternyata sinopsis yang gw buat nggak singkat-singkat amat ya haha, malah panjang jadinya-

Nah, back to the topic: jadi pelajaran apa yang gw dapet dari film ini? Nggak usah lama-lama, langsung aja cekidot. 

Warning! buat yang belum pernah nonton film ini, tulisan gw akan banyak mengandung spoiler

1. Terlalu Fokus pada Tujuan Hidup dan Diri Sendiri

Jazz, jazz, jazz. Hal itulah yang ada di pikiran Joe dan yang selalu ia perbincangkan ke orang-orang. Menjadi seorang musisi jazz memang adalah tujuan hidupnya dan Joe sendiri merasa passion atau sparks dalam hidupnya adalah musik jazz. Tentu, memiliki tujuan hidup bukanlah sesuatu yang salah; justru dengan punya tujuan hidup kita tahu kemana arah hidup kita dan secara tidak langsung akan memotivasi diri kita menjadi pribadi yang lebih baik. Namun, saat kata "terlalu" ditambahkan, maka akan menghasilkan efek yang berbeda. Terlalu fokus pada tujuan hidup hingga menjadikan itu sebuah obsesi, justru akan menimbulkan masalah-masalah lain seperti: kurang peduli dengan keadaan di sekitar, kurang bersyukur, kurang menikmati momen hidup, kecemasan, dan sebagainya. Dimana masalah-masalah ini akan gw bahas lebih detail di poin-poin selanjutnya.
Jazz, Jazz, Jazz
Pesan lain yang gw dapat adalah bahwa janganlah kita terlalu fokus pada diri sendiri, seakan-akan menganggap bahwa dunia ini berputar di sekeliling kita saja. Menjadikan kita abai dengan orang-orang di sekitar kita yang sebenarnya mereka peduli dan menyayangi kita. Seperti Joe yang saking terlalu fokus dengan dirinya sendiri: dia menjadi kurang ngeh dengan betapa sebenarnya ibunya menyayanginya dan mau mendukung keinginan Joe untuk mejadi musisi Jazz, menjadi kurang ngeh bahwa muridnya Connie butuh dukungan dan diyakinkan untuk bermain Jazz, dan kurang ngeh bahwa Dez tidak selalu ingin berbicara tentang Jazz saja saat Joe mengunjungi barber shop-nya. 

Mengenai "terlalu fokus pada diri sendiri" ini, gw pernah mendengar suatu video di youtube dari seorang psikiater: dr. Andri, Sp.Kj. [1], bahwa terlalu fokus pada diri sendiri adalah hal yang tidak baik, bahkan jika terakumulasi dalam waktu yang lama bisa menyebabkan gangguan mental. Beliau berkata, sebagai manusia tentu wajar jika memiliki ego, namun tak jarang kita -ya gw juga tentunya- terlalu mengedepankan ego kita sendiri, dimana kita berharap: bahwa kita menjadi nomer 1, kita berharap orang lain memperhatikan kita, kita berharap pasangan kita nurut atau sesuai kemauan kita, kita berharap orang lain mendengarkan keluhan kita, kita berharap orang-orang mengerti kemauan kita, dan buanyaaaak lagi pokoknya seakan-akan dunia ini cuman berputar di diri kita sendiri aja. 
  • Bahkan, pada orang yang terlalu fokus pada diri sendiri, sedikit cobaan atau sakit yang dia rasakan, bisa saja dia meresponnya dengan menganggap bahwa dirinyalah yang paling menderita di dunia ini, seakan-akan lupa bahwa ada orang di luar sana yang terlahir dengan kecacatan, kemiskinan, sekaligus yatim-piatu namun dia tetap semangat untuk hidup. 
  • Atau saat sekali saja tidak diperhatikan orang lain, langsung berpikir bahwa tidak ada orang di dunia ini yang perhatian padanya, seakan-akan lupa bahwa baru saja beberapa waktu lalu ada teman yang perhatian mengiriminya bubur ayam saat tau dia sakit. 
  • Atau saat isi chat-nya hanyalah dari teman kantor/kuliah yang bertanya urusan kerja/kuliah saja, dia langsung menganggap bahwa tidak ada orang yang benar-benar peduli padanya dan menganggap mereka menghubunginya saat butuh saja, seakan-akan lupa bahwa saat dirinya pernah tertimpa musibah, teman-teman kantor/sekolahnya menggalang donasi untuknya. 
See? Very toxic thinking, right? Dan mungkin kita pernah atau bahkan sering menemukan orang-orang dengan pola pikir seperti ini di sekeliling kita atau bahkan justru jangan-jangan malah diri kita sendiri yang seperti itu. Dokter Andri bilang bahwa hal ini bisa kita cegah dengan cara memerhatikan dan memberikan kebahagiaan pada orang atau makhluk lain. Misal dengan membantu orang lain, bersedekah, sekedar memberi makan pada kucing jalanan, mengucapkan selamat pagi atau pujian ke orang lain atau pasangan kita, mendengarkan dengan hikmat orang yang sedang curhat atau bercerita ke kita meskipun kita sendiri sudah pernah tahu cerita tersebut namun tetap mendengarkannya karena ingin membahagiakan orang tersebut [2], dan buaanyak lagi. Intinya adalah kita harus mengurangi egosentris yang ada dalam diri kita, dengan cara lebih banyak "memberi".

2. Obsesi & Kecemasan

Saat Joe dan 22 mengunjungi "The Zone" tempat dimana jiwa-jiwa yang masih hidup "zone out" dari dunia nyata karena melakukan suatu hal dan sangat tertarik padanya, contohnya seperti seorang pebasket yang sedang menikmati bermain basket. Nah ada satu dialog di adegan ini yang sangat mengena di hati gw, yaitu saat Joe melihat gerombolan "the lost souls" atau jiwa-jiwa yang hilang dimana jiwa-jiwa tersebut terselimuti oleh gumpalan hitam dan seolah-olah berjalan tanpa arah. Saat Joe bertanya apa yang terjadi pada mereka hingga menjadi seperti itu, lalu Moonwind menjawab:
"Poor soul. Some people just can't let go off their own anxiety and obsession, making them lost and disconected from life. And this is the result"

"Lost souls actually are not that different from those 'in the zone'. The zone is indeed enjoyable, but when that joy becomes an obsession, one becomes disconnected from life"

Obsesi & Kecemasan
Entahlah, gw pikir dialog ini seakan-akan menyindir/memperlihatkan bahwa orang-orang yang terlalu obsesi dan cemas terus menerus dalam hidupnya, maka sangat mungkin orang tersebut mengalami gangguan psikologis, bahkan jika kondisinya lebih parah membuatnya seakan-akan terputus dari dunia nyata. Well, kasus kayak gini tentunya nggak jarang kita temui kan. Gw pernah dengar kasus tentang Mr. X yang terobsesi menjadi anggota DPR sehingga dia mengeluarkan segala uang yang dia punya untuk kampanye bahkan hingga berhutang. Ternyata, dia tidak terpilih menjadi anggota DPR, sudah banyak uang yang dia keluarkan, belum lagi kewajiban membayar hutang yang dia pakai untuk kampanye. Wajar dia merasa sedih dan stress, namun kemudian sedih & stressnya ini tak kunjung reda karena sedari awal dia terobsesi untuk menjadi anggota DPR. Bukannya lapang dada menerima kekalahan dan mencari solusi untuk masalahnya, dia malah semakin sedih & stress karena obsesinya tidak tercapai. Endingnya? Dia didiagnosis dengan schizophrenia: gangguan mental yang membuat penderitanya tidak bisa membedakan kenyataan dan ilusi. Sungguh sayang bukan. Atau kalau di film Soul ini, kasusnya adalah seorang Manajer Investasi dimana kerjaan sehari-harinya memperhatikan pergerakan saham, yang mungkin membuatnya selalu dalam keadaan cemas dan tegang terus-menerus karena khawatir saham tiba-tiba anjlok dan sebagainya; serta memiliki obsesi berlebihan agar dia selalu mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dari trading ini. Hasilnya? Dia seperti "zombie" di dunia nyata dan menjadi "the lost souls" di The Zone. 
Saat si Hedge Fund Manager sadar 😅
Dialog ini sekali lagi mengajarkan gw untuk jangan terobsesi dan terlalu cemas akan sesuatu, untuk lebih "slow-down" dalam pace hidup gw, dan untuk menyadari bahwa hidup ini janganlah terfokus pada satu hal saja, banyak hal lain yang bisa kita lakukan dalam hidup dan pilihlah hal-hal yang memang apabila kita lakukan membuat kita merasa lebih hidup dan bahagia.

3. Peduli & Memahami Orang Lain

Saat Connie datang ke apartemen Joe untuk mengatakan bahwa dia berhenti bermusik. Joe -yang saat itu ada di tubuh kucing- meminta 22 -yang sedang ada di tubuh Joe- untuk mengabaikan "drama" Connie. Namun 22 memutuskan untuk menemuinya dan mengajaknya bicara & berdiskusi. 22 mendukung keinginan Connie yang ingin berhenti bermusik jika memang itu yang diinginkannya. Namun kemudian saat 22 melihat Connie bermain trombon dengan hikmat seakan-akan masuk ke dalam "The Zone", 22 pun langsung terpesona dan mengatakan bahwa Connie benar-benar menyukai dan berbakat di bidang musik. Setelah itu, Connie pun memutuskan untuk tetap bermain musik. See? Connie sebenarnya tidak membenci atau bahkan ingin berhenti bermusik, ia hanya butuh diyakinkan saja akan kemampuan bermusiknya. Di sini gw belajar bahwa, kita harus peduli dan peka pada orang lain. Kalau ada orang yang menemui kita lalu ingin "curhat" (-curhat ya, bukan ghibah-), maka kita dengarkan saja apabila itu memang membantunya menjadi lebih tenang dan meringankan bebannya, berusaha memahami apa yang dia rasakan, lalu kita memberikan tanggapan atau kalimat yang afirmatif padanya.
Ketika mendengarkan curhatan connie
Adegan lain adalah saat di barber shop, dimana 22 bingung dan bertanya pada Joe apa yang harus dia katakan pada Dez, si tukang cukur. Joe mengatakan bahwa selama ini dia biasanya berbicara tentang Jazz dengannya. Namun yang terjadi, 22 malah berbicara banyak hal mulai dari gaya rambut hingga tentang filosofi hidup terhadap Dez, bahkan pelanggan lain di barbershop tersebut pun ikut terhanyut dengan ocehan 22. Dari situ, kemudian keluarlah pengakuan dari Dez bahwa dia dulu sebenarnya bercita-cita menjadi dokter hewan, namun karena keterbatasan finansial, maka dia menjadi tukang cukur. Saat mereka berpisah dengan Dez, Dez berkata bahwa dia senang bahwa mereka tidak lagi berbicara tentang Jazz dan Dez senang saat Joe bertanya tentang dirinya. 
Belajar mendengarkan & peduli dengan orang lain :)
Entah gimana ya, adegan ini juga bener-bener bikin "ncess" di hati. Gw sebagai orang yang ekstrovert sekaligus cerewet membuat gw tidak jarang mendominasi percakapan, dan gw sadar bahwa kadang-kadang gw suka kelewatan misal dalam percakapan itu mungkin porsi bicara gw 70% sedangkan lawan bicara hanya 30%. Dari adegan ini membuat gw sadar bahwa kita pun harus berusaha memahami orang lain dan harus menahan diri agar tidak terlalu fokus membicarakan diri sendiri. Saat kita memahami & menghargai orang lain dengan bertanya atau membiarkan dia bercerita tentang kabar atau kehidupannya, maka secara tidak langsung kita membuatnya bahagia dan merasa dihargai. Saat apa yang kita lakukan membuat orang lain bahagia, kita pun pasti ikut ketularan bahagia juga  😊.

4. Openness

Adegan di saat Joe menemui ibunya untuk meminta tolong membetulkan celananya yang robek, juga jadi salah satu adegan favorit gw. Di adegan ini, baik Joe maupun ibunya akhirnya saling bicara dari hati ke hati tentang keinginan mereka masing-masing dan alasan di balik itu. Joe yang awalnya mengira bahwa ibunya tidak pernah menyetujui mimpinya, menjadi tahu alasan di balik ketidaksetujuan itu. Si Ibu pun sadar, bahwa mau sebagaimana khawatirnya si Ibu tentang masa depan Joe, dia tidak bisa melarang keinginan Joe karena memang itulah yang Joe inginkan dalam hidup. Di akhir, si Ibu akhirnya mendukung keinginan Joe bahkan memberikannya setelan yang bagus untuk tampil di pertunjukan. 
Keterbukaan
Sebagai anak, pasti adalah hal-hal dimana kita dan orang tua memiliki pendapat yang berbeda; entah itu pilihan jurusan, pilihan karir, atau pilihan jodoh. Namun ketidak-sinkronan pendapat itu tidak lantas menjadi alasan kita untuk menjudge bahwa orang tua tidak mendukung pilihan kita. Selalu ada cara untuk melunakkan hati orang tua, salah satunya dengan bicara dari hati ke hati sebagaimana yang Joe lakukan dengan ibunya. Dan ya, percayalah bahwa orang tua yang telah merawat kita dari kecil, pasti hanya ingin yang terbaik untuk kita dan tidak ingin kita menderita -oke, ini gw berbicara mayoritas ya-. Jadi, kuncinya komunikasi. Gw sendiri mengalami ini baru-baru ini, yang awalnya selama ini gengsi untuk mengkomunikasikan ke orang tua tentang suatu hal, namun ternyata saat gw jujur tentang perasaan gw, tanggapan orang tua sangat terbuka dan bener-bener sangat baik. Bikin gw menyesal kenapa nggak dari dulu aja ya begini haha, tapi bersyukur juga akhirnya lega bisa komunikasiin dan jadi sadar bahwa ke depan kalau ada apa-apa ya dikomunikasikan aja.

5. Just Do It

Pesan ini gw dapat dari adegan dimana 22 menggoda Joe untuk segera menghubungi Lisa, perempuan yang ia sukai. Joe tidak mau dan beralasan bahwa saat ini dia sedang tidak ingin berurusan dengan hal berbau romansa cinta. 22 pun langsung membalas "Oh, memangnya kau sesibuk itu? Mau nunggu sampai mati 2x dan belum sempat mengutarakan perasaan ke Lisa, gitu?" 😆. Well, ini bener banget hahaha. Kalau memang suka, yasudah nyatakan saja, apalagi klo nggak ada halangan apa-apa. -Ini gw membicarakan hubungan romansa orang dewasa ya, anak SD & ABG stay away-. Betapa banyak dari kita menyia-nyiakan kesempatan, nggak cuman romansa tapi di hal-hal lain juga seperti karir dan lain-lain, karena kita yang ragu. Padahal ya, tinggal lakuin aja. Just do it!
Mau nunggu sampai mati kedua kali?

6. Perhatikan kata-kata

22 yang sudah sekian ribu tahun mengikuti You Seminar dan sudah bertemu dengan sekian ribu mentor, namun tak satupun dari mereka berhasil membuat 22 mendapat earthpass sampai akhirnya 22 bertemu dengan Joe dan berpetualang di bumi dan mendapatkan earthpass-nya. Namun, justru saat mendapat earthpass, Joe sendiri tidak percaya bahwa 22 mendapatkan itu karena dirinya sendiri, melainkan Joe menuduh bahwa earthpass itu didapatkan karena 22 berada di dalam tubuh Joe. Mendengar perkataan itu, 22 sedih dan memutuskan untuk menyendiri. Kata-kata umpatan dari Joe, beserta kata-kata dari ribuan mentor lain tentang dirinya yang tidak akan pernah layak hidup di bumi, yang tidak punya sparks dalam hidup, yang tidak punya tujuan dalam hidup; semuanya bergumul dalam kepala 22. Menjadikannya percaya dengan kata-kata itu dan semakin rendah diri bahwa dia tak akan pernah layak hidup di bumi, hingga di titik dimana 22 berubah menjadi The Lost Soul. See? Bagaimana kata-kata yang keluar dari mulut kita bisa mengubah persepsi orang akan dirinya. Dan entah berapa kali kita sadar atau tidak sadar, mengucapkan kata-kata yang menyakiti perasaan orang. Kita tidak pernah tahu bagaimana level respon orang dalam menerima kata-kata kita, namun apapun itu, kita sendiri yang harus mengatur agar kata-kata yang kita keluarkan bukanlah hal yang menyakitkan ataupun merendahkan orang lain. 
Depresi

7. Bersyukur

Adegannya adalah di saat si tokoh utama Joe berbincang ke Dorothea setelah mereka tampil dalam pertunjukan Jazz, momen yang selama ini dinanti-nantikan oleh Joe, namun Joe malah merasa tidak puas/bahagia. Joe berkata "Aku sudah lama menanti-nantikan hal ini seumur hidupku, kupikir akan terasa berbeda tapi nyatanya tidak". Lalu Dorothea menjawab:
"I heard this story about a fish, he swims up to an older fish and says: 'I'm trying to find this thing they call the ocean'. 'The ocean?' the older fish says, 'that's what you're in right now'. 'This', says the young fish, 'this is water. What I want is the ocean!"
Jawaban Dorothea menyiratkan bahwa sering sekali manusia kurang bersyukur dan memiliki cara pandang yang sempit/terbatas hingga kita tak menyadari bahwa kita selama ini sedang diberi anugrah/rizki. Kalau cara pandang kita diubah menjadi helicopter view, mungkin disitulah kita baru sadar betapa banyak nikmat yang sebenarnya sudah kita dapat dan keinginan yang sudah kita capai. 

Beberapa adegan lain di film Soul (2020) juga menyadarkan gw untuk bersyukur di hal-hal sekecil apapun itu, seperti menyaksikan helaian kelopak bunga yang jatuh di musim gugur, merasakan nikmatnya setiap gigitan & kunyahan dari sepotong pizza, merasakan hembusan angin dari lubang exhaust, memandangi langit biru, merasakan tatapan hangat dari ibu, bersenda gurau dengan ayah, bersepeda di cuaca yang bagus, menyaksikan indahnya kembang api di malam tahun baru, memandangi langit sore dari jendela kereta, bahkan sekedar merasakan terpaan ombak di telapak kaki saat berdiri di tepi pantai. Semua hal-hal itu seringnya luput untuk kita syukuri. 
Adegan di Film Soul yang sukses bikin termehek-mehek
Jujur, di adegan tersebut gw menangis menyadari betapa kurangnya gw bersyukur selama ini dan menyadari bahwa selama ini gw telah menjalani hidup yang indah dan penuh kenikmatan, namun sayangnya gw kurang ngeh dengan segala kenikmatan itu. Memang di dalam hidup selalu ada cobaan dan ujian, namun apabila dibandingkan dengan jumlah rezeki dan nikmat yang gw peroleh, cobaan dan ujian itu tidak ada apa-apanya. Yes, seringkali kita terlalu fokus pada 1% ujian hidup yang sedang kita jalani, dan melupakan 99% sisanya yang justru berisi nikmat dan anugerah. Intinya adalah syukuri segala nikmat yang ada dan nikmati setiap momen hidup yang sedang kita jalani. 

8. Ikhlas

Menyambung dari poin sebelumnya tentang bersyukur, tibalah momen dimana Joe sudah ikhlas akan kehidupan yang telah ia jalani dan siap untuk mati dengan mengembalikan earthpass kepada 22.  Ini bener-bener menyentuh. Maksud gw, hidup Joe saat itu baru sekali saja tampil di pertunjukan Jazz padahal menjadi musisi Jazz bersama Dorothea adalah hal yang sudah ia impikan selama ini, tapi Joe memilih untuk ikhlas bahwa tak apa dia baru sempat 1x saja main di pertunjukan Jazz. Adegan ini mengajarkan gw untuk ikhlas menerima apapun ketetapan yang Allah berikan. Ketetapan itu bisa baik atau buruk, tapi definisi baik dan buruk datangnya dari manusia, tapi Allah, Tuhan yang menciptakan kita yang MahaTahu & MahaBijaksana, tahu yang terbaik untuk kita, jadi percaya saja bahwa ketetapan itu memang yang terbaik untuk kita dan menjadi ikhlas terhadapnya. Ikhlas meskipun yang kita inginkan tidak tercapai. Ikhlas saat diberi cobaan. Ikhlas saat diberi sakit. Ikhlas menerima segala kekurangan yang kita punya. Namun, seperti gw bilang tadi, di luar ikhlas yang harus kita lakukan dalam menerima segala ketetapan yang ada, perlu diingat lagi bahwa sungguh betapa banyak nikmat dan anugerah yang telah Tuhan berikan untuk kita, baik kita memintanya atau tidak. Jadi, logikanya ikhlas harusnya mudah untuk kita lakukan mengingat sudah banyak dan tak terhitung nikmat yang telah Tuhan berikan.

9. Nikmati setiap Inchi Momen Hidup a.k.a "Live in The Moment"

Pesan ini gw ambil dari adegan saat salah seorang "Jerry" komen tentang kesalahan manusia dalam memahami makna sparks serta adegan di bagian akhir film sebagaimana gw bilang di poin 7 & 8 dimana Joe flashback tentang apa yang ia alami di dunia dan sudah ikhlas dengan hidupnya dan apa yang telah ia lalui. 

Dari sini gw mendapat pesan bahwa: bahagia itu bisa dan berhak kita miliki, tanpa perlu menunggu sesuatu yang kita anggap sebagai "tujuan hidup" atau "sparks" tercapai. Tentu tidak salah, memang dalam hidup sebaiknya kita punya tujuan, punya rencana jangka pendek atau jangka panjang entah terkait sekolah, karir, atau pengembangan diri kita; sehingga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Namun perlu diingat, terlalu fokus pada tujuan atau rencana hidup ke depan, bahkan menjadikannya standar bahwa itulah definisi kebahagiaan kita, itu justru akan menghilangkan kesadaran kita akan nikmat-nikmat yang kita dapat saat menjalani proses menuju tujuan tersebut, yang seharusnya kita pun menjadi bahagia karenanya. Oke, ribet ya bahasa gw? Hahaha. Simple-nya gini, misal Pak Dono seorang dosen yang ingin punya tujuan ingin menjadi profesor. Tujuan yang wajar bukan? Yap. Secara tak sadar, Pak Dono menjadikan atau mempersepsikan bahwa tujuan "profesor" tersebut adalah definisi kebahagiannya. Hari-hari Pak Dono pun dipenuhi dengan berbagai usaha agar dia memperoleh gelar profesor. Di pikirannya adalah profesor, profesor, profesor. Seperti Joe: jazz, jazz, jazz. Pak Dono merasa belum lega atau bahagia kalau belum jadi profesor, atau dengan kata lain terlalu fokus dengan tujuannya, terlalu fokus pada apa yang belum dia dapatkan; sama seperti yang terjadi pada Joe Gardner. Nah, hal ini justru yang akan menjadikan kita lupa untuk sadar dan mensyukuri setiap momen hidup yang kita lewati untuk mencapai tujuan tersebut. Kita lupa mensyukuri apa yang sudah kita miliki/terima saat ini. Nah adegan di bagian ending film tersebut benar-benar menampar gw secara pribadi, bahwa selama 24 tahun hidup: gw kurang sadar, hadir, dan bersyukur di setiap momen hidup yang gw lewati. Gw terlalu fokus dengan tujuan, dengan apa yang belum gw miliki, dan kurang menyadari betapa banyak hal yang seharusnya gw syukuri serta betapa banyak orang-orang yang sayang sama gw. Yap, gw nangis (lagi) pas adegan ini. Intinya: kita (terutama gw) harus banyak-banyak bersyukur, bersyukur atas kehidupan yang gw dapatkan saat ini, harus lebih aware dengan lingkungan sekitar, serta menikmati setiap momen hidup yang dilewati baik itu menyenangkan maupun tidak. Serta menyadari bahwa merasakan kebahagiaan itu tidak perlu menunggu tujuan tercapai, melainkan sudah berhak kita rasakan saat ini di momen ini, dengan cara bersyukur dan menikmati setiap momen hidup yang kita jalani
I am gonna live every minute of it
"Yesterday is history, tomorrow is mystery, but now is a gift. That's why it is called present"
-Master Oogway-
Anyway, pendapat ini pun terkonfirmasi saat gw mendengar video Youtube dr. Andri Sp.Kj. juga, beliau menyebutkan adanya hubungan antara mengejar kebahagiaan dan munculnya gangguan kecemasan dan psikosomatis [3]. Beliau menyebutkan bahwa, saat seseorang memiliki tujuan maka dia secara tak sadar mempersepsikan tujuan tersebut sebagai standar kebahagiannya. Selama proses mengejar tujuan tersebut, secara sadar atau tidak sadar malah justru membuat si orang tersebut menjadi cemas dan tegang sampai tujuannya tercapai. Rasa cemas ini akan mempengaruhi amygdala yang ada di otak dan mengakifkan hormon kortisol, dan apabila terakumulasi dalam waktu yang lama malah akan menimbulkan gangguan kecemasan dan psikosomatis. Oleh karena itu, dalam mencapai tujuan/kebahagiaan, dr. Andri menyarankan bahwa kita harus menghargai setiap proses yang kita lewati dan bersyukur atas segala hal (kemampuan, fokus, sumber daya) yang kita punya saat ini dalam mencapai tujuan tersebut.

Cuap-Cuap Terakhir

Yah itu dia, pesan-pesan yang gw tangkap dari film ini. Tentunya beda kepala akan beda pula pemikiran & penafsiran, jadi bagi kalian yang sudah menonton ini bisa jadi tidak setuju dengan yang gw tulis atau punya penafsiran lain akan film ini. Dan yah, tentu itu hal yang wajar. Lalu, buat kalian yang belum menonton film ini, gw sangat merekomendasikan film ini terutama buat kalian yang sedang berada di range usia 20-40 tahun. Memang biasanya film animasi cenderung diperuntukkan untuk penonton anak-anak, tapi entah kenapa menurut gw, film ini jauh lebih cocok ditonton oleh orang-orang di range usia dewasa muda dibanding anak-anak.

Oh ya, ada satu hal lagi yang ingin gw sampaikan. Gw rasa ada "makna tersembunyi" dibalik penamaan tokoh 22. Kenapa harus "22"? Ya tentunya selain menunjukkan kalau si tokoh 22 ini sudah suangaaat luaamaaaa berada di alam Great Before (karena di momen Joe datang ke You Seminar, urutan unborn soul sudah mencapai 100 milyar sekian 😂), mungkin juga angka 22 secara implisit menunjukkan usia dimana manusia biasanya mulai "galau" dan mencari-cari tentang makna dan tujuan hidup. Persis seperti tokoh 22 yang memang sedang bingung apa motivasi, alasan, dan tujuannya untuk hidup di bumi.

Oke itu dia tulisan dari gw. Nggak tahu kenapa, tumben sekali gw bisa-bisanya bikin post dengan tema seperti ini hahaha. Intinya gw cuman pingin sharing tentang insight-insight yang gw dapat dari film Soul ini, and I think those are worth sharing. Sekaligus post ini jadi reminder buat diri gw sendiri agar lebih baik ke depannya.

Semoga bermanfaat! Ciao!



Referensi:
  1. Andri. 23 November 2017. Jangan terlalu fokus pada diri sendiri. https://www.youtube.com/watch?v=M5-CXaYO3g4
  2. Firanda Andirja. 8 April 2020. Keutamaann sedekah, sifat pemaaf, dan tawadhu. https://www.youtube.com/watch?v=kDoeuxKXwAs&t=638s
  3. Andri. 25 Januari 2021. Bagaimana mengejar kebahagiaan malah membuat cemas?. https://www.youtube.com/watch?v=WBXfCNYVQZs

Kamis, 31 Desember 2020

Damai

Sebagai penutup tahun 2020 ini -dengan segala suka-duka yang telah terlewati- gw ingin menuliskan suatu hal yang baru kali ini gw sadari betapa pentingnya, betapa butuhnya, dan betapa nikmatnya merasakan hal itu, yaitu damai. Ya, kedamaian hati. Kalian bisa menyebut dengan istilah lain: ketentraman hati/jiwa, ketenangan hati/jiwa. Di titik ini, kalau gw diminta mendefinisikan apa itu kebahagiaan, maka gw akan dengan mantap menjawab: hati yang damai, tentram, dan tenang. 

Di titik ini, kalau gw diminta mendefinisikan apa itu kebahagiaan, maka gw akan dengan mantap menjawab: hati yang damai, tentram, dan tenang. 

Damai

Damai sendiri menurut gw menjadi suatu barang yang mahal. Apalagi di jaman seperti sekarang ini, dimana informasi mudah sekali didapat termasuk informasi yang bahkan kita tidak berniat untuk tahu pun, kita tetap mendapat informasinya. Yang menjadi masalah adalah informasi tersebut tidak selalu berupa informasi baik, tapi juga informasi buruk, yang mungkin berdampak buruk pada hati, pikiran, dan perasaan kita; baik secara disadari maupun tidak. Tidak dipungkiri banyak kasus dari kita (dan tentunya termasuk gw) baik itu secara sadar maupun tidak sadar membandingkan kondisi hidup kita dengan orang lain dan sayangnya kondisi hidup orang lain yang kita bandingkan itu adalah kondisi yang "lebih" dari kita. Dampaknya? Tentu tetap ada yang termotivasi untuk meningkatkan kualitas hidupnya, namun tak sedikit pula yang justru merasa minder, merasa tidak berguna, merasa cemas, merasa sedih, menjadi kurang bersyukur dengan kondisi hidupnya, bahkan parahnya bisa menjadi iri-dengki hingga ingin agar kenikmatan yang diperoleh orang lain itu dicabut/dihilangkan. Naudzubillah min dzalik.

Banyaknya informasi yang masuk ke dalam otak kita entah itu baik ataupun buruk ikut berkontribusi pada "ruwet"nya pemikiran kita, atau kalau dalam bahasa Jawa ada istilah "kemrungsung". Contohnya saja di tahun 2020 khususnya di periode COVID-19 ini, sejak awal 1 Januari 2020 hingga 31 Desember 2020, tak henti-hentinya diri kita digempur informasi negative. Mulai dari munculnya wabah di Wuhan, orang terkonfirmasi positif pertama di Indonesia yang kemudian diikuti dengan panic buying di berbagai supermarket; jumlah masker yang tak memadai hingga harus antri di apotik hingga 2 jam hanya untuk mendapat 2 helai masker saja; update info setiap hari tentang jumlah pasien positif dan kematian; lalu kabar dari saudara, teman, atau tetangga yang terkonfirmasi positif padahal kita sempat berkontak dengan mereka; lalu merasa mengalami gejala-gejala seperti COVID-19 dilanjutkan dengan mengoogling tentang gejalanya yang malah semakin membuat panik; dan banyak lagi tak bisa disebutkan satu-persatu. Bayangkan saja, berita-berita negative itu kita konsumsi setiap hari. Bahkan beberapa kali gw bertemu kasus, dimana orang tersebut mungkin secara tidak sadar terobsesi untuk mengetahui semua berita yang ada, ingin menjadi orang yang paling update informasi dan merasakan kepuasan di dalamnya, bahkan sampai tahap merasa cemas/gelisah apabila dirinya tidak update informasi. Berita-berita artis pun yang sebenarnya tidak terlalu berdampak (atau bahkan memang sama sekali tidak berdampak) pada kehidupan kita, mau tidak mau kita konsumsi saat kita membuka feeds sosial media, atau portal berita di hp kita, atau di televisi. Intinya adalah terlalu banyak informasi yang masuk ke otak kita.

Tak sedikit penelitian, salah satunya survei yang dilakukan oleh American Psychological Association (APA), yang menyebutkan bahwa terlalu banyak mengkonsumsi informasi (terlepas apakah itu informasi positif maupun negatif) bisa berdampak pada mood yang menurun, kelelahan, sulit tidur, serta pikiran yang menjadi cemas dan khawatir [1, 2]. Di penelitian lain juga disebutkan bahwa  paparan berita negative berkontribusi pada keadaan mood, munculnya pikiran khawatir dan cemas, bahkan memperburuk masalah pribadi yang tidak ada relevansinya secara spesfik dengan paparan berita [3]. Belum lagi terkait dengan sosial media, dimana penggunaan berlebihan hingga ke taraf adiksi terutamanya pada orang-orang yang melakukan vaguebooking berpengaruh pada kesehatan mental dengan munculnya gejala-gejala seperti kesepian, pikiran untuk bunuh diri, kecemasan (social enxiety), dan menurunnya empati [4]. Bagi kalian yang belum tahu, vaguebooking sendiri merupakan suatu perilaku pasif-agresif memposting suatu status atau gambar di media sosial (biasanya instagram, twitter, atau facebook) dengan tujuan mencari perhatian dan mendapatkan respon dari teman atau follower [5]. Tentunya sebagian besar dari kita pernah melakukan hal ini bukan, tidak terkecuali diri gw sendiri. Di usia gw yang ke-24 ini, yang bisa dibilang sudah "agak" dewasa, gw suka malu sendiri -dan sangat amat menyesal tentunya- membayangkan kelakuan-kelakuan gw jaman dahulu atau bahkan baru beberapa bulan lalu dimana gw memposting sesuatu hanya untuk cari perhatian. Meh. Setelah dipikir-pikir lagi, gw nggak tahu letak dimana esensinya mencari perhatian manusia, toh kalaupun yang diinginkan adalah pujian, apalah arti sebuah pujian karena pujian manusia hanya sepanjang lidahnya. Atau kalau yang diinginkan adalah rasa simpati, toh buat apa, karena gw sendiri sudah punya tempat untuk bercerita dan berkeluh kesah yaitu orang tua dan teman terdekat gw yang memang benar-benar peduli dengan gw, dan tentunya Allah; jadi ngapain lagi cari simpati dari orang lain. Tapi it's ok, itu semua sudah berlalu dan jadi pelajaran buat gw untuk menjadi lebih baik dan dewasa ke depannya.

Contoh vaguebooking + bonus meme

Selain cemas & khawatir, hal lain yang bisa menghilangkan kedamaian dalam hati adalah rasa sedih. Rasa sedih yang gw maksud disini adalah rasa sedih yang berkepanjangan. Tentunya dalam hidup kita pernah dikecewakan atau disakiti, juga mengalami kegagalan. Ada yang ditinggal nikah mantan, ditipu rekan bisnisnya, punya keluarga atau lingkungan yang toxic, dikhianati teman, difitnah, gagal keterima PTN, orang tua atau kerabat meninggal, mengalami kesempitan ekonomi, konflik dengan mertua dan ipar, skripsi yang tak kunjung di ACC oleh pembimbing, terlilit hutang, dan banyak lagi. Yang jelas hidup kita sebagai manusia tentunya tidak akan lepas dari ujian dan cobaan, itu hal yang tak bisa kita elakkan. Mengalami rasa sedih itu wajar, namun apabila kita terus memperpanjangnya dan memikirkannya terus menerus dalam waktu yang lama akan berpengaruh pada hati dan perasaan kita. Tindakan memperpanjang dan memikirkan terus menerus (repetitive thingking) ini disebut dengan ruminating, gw sendiri sudah pernah membahasnya di post ini. Ruminating jika dilakukan berkepanjangan bisa berpengaruh terhadap kesehatan mental [6]. 


Cemas, Khawatir, dan Sedih

Ketiga jenis perasaan inilah yang bisa menghilangkan kedamaian dan ketentraman hati. Bahkan dari ketiga perasaan ini bisa memunculkan hal-hal buruk lainnya, misalnya orang yang cemas dan khawatir bisa jadi akan sulit berpikir positif, di bayangannya hanya ada pikiran-pikiran negative yang bahkan belum tentu atau memang tidak terjadi; yang kemudian berefek pula pada mudahnya berburuk sangka. Contoh nyata yang gw amati dan alami sendiri dari lingkungan di sekitar gw: Ibu X meminta ART-nya untuk membeli obat di apotik dekat rumah, tak dinyana sudah 1 jam ART tersebut belum kunjung kembali ke rumah. Ibu X merasa cemas dan khawatir, hingga muncul pikiran-pikiran negative "ngapain sih kok bisa lama banget? Kan apotiknya deket. Jangan-jangan dia pergi main nih, kesempatan mumpung lagi keluar malah dipakai buat main". See? Tanpa ada bukti, sudah menerka-nerka sendiri, terkaan yang negative pula. Hingga kemudian si ART pulang melaporkan bahwa alasan dia lama pergi karena obat yang akan dibeli stock-nya habis di apotik dekat rumah, sehingga pergi ke apotik lain yang lebih jauh dan ternyata harus mengantri panjang. Tuh kan! Bentuk cemas dan khawatir lain yang gw temui juga di lingkungan sekitar gw adalah kecemasan akan keamanan: dimana si orang ini bolak-balik mengecek pintu untuk memastikan apakah sudah terkunci atau belum padahal jelas-jelas sudah terkunci, atau saat mengendarai kendaraan melewati suatu jalan muncul pikiran-pikiran negative seperti takut kalau tiba-tiba muncul pencopet/penjambret/begal atau malah kuntilanak, pocong, dan sejenisnya. Atau juga cemas dalam hal kebersihan, tidak percaya kalau baju yang sudah dicuci oleh ART atau laundry itu sudah bersih, jadi harus mengulang lagi mencuci karena khawatir baju tersebut kurang bersih. Gw sendiri yang tidak merasakan dan mengalami perasaan-perasaan itu saja merasa sesak saat menulis contoh-contoh kasusnya, apalagi orangnya langsung yang mengalami. Nggak bisa gw bayangin gimana  "kemrungsung"nya dan sesaknya dada orang-orang yang mengalami kecemasan dan kekhawatiran berlebihan ini.

Hal lain yang juga merupakan manifestasi dari rasa cemas, khawatir, dan sedih adalah overthinking. Overthingking adalah perilaku memikirkan sesuatu secara berlebihan dan terus menerus, yang dipicu oleh kekhawatiran akan suatu hal mulai dari masalah sepele dalam kehidupan sehari-hari, masalah besar, hingga trauma akan masa lalu [7]. Sepertinya term overthinking menjadi populer mulai tahun 2020 ini, salah satu pemicunya adalah kondisi pandemi COVID-19 yang membuat kita berdiam diri di rumah terus ditambah paparan media tentang profil-profil CEO muda kaya raya dengan umur masih di bawah 30 tahun, seakan-akan menjejali kita generasi milenial dan yang sedang masuk usia dewasa muda akan definisi "kesuksesan" serta ekspektasi akan kesempurnaan. Lalu tanpa sadar dan membanding-bandingkan diri sendiri, kurang bersyukur, dan terjadilah overthinking

Ingat itu!

Saat mau maju presentasi: "Entar gimana ya? Bisa ngomong lancar nggak ya", "Nanti audiens-nya ngetawain gw nggak ya?", "Kalau nanti gw salah ngomong gimana ya?", "Kalau pas presentasi tiba-tiba gw blank gimana ya?", "Kalau entar gw pingsan gimana ya?", "Kalau pas gw presentasi, tiba-tiba ada meteor jatoh gimana ya?".
Melihat feed instagram seorang selebgram sekaligus pengusaha sukses: "Kok dia bisa sukses gitu ya?",  "Kok gw gini-gini aja?, "Gw bisa kayak dia nggak ya?", "Ortu gw bangga ama gw nggak ya?", "Dia makan apa ya?" "Kalau gw dah mati dulu sebelum sukses gimana ya?".
Keinget masa lalu dengan mantan: "Kok dia bisa mutusin gw ya?", "Gw salah apa ya?", "Apakah gw kurang ganteng?", "Kenapa dulu gw nggak berjuang dulu ya?, "Kok dia bisa cepet move on ya?".
Ngelihat temen kelas izin ke toilet untuk BAB: "Kok ada orang yang bisa boker di sekolah ya?", "Kira-kira bakal disiram nggak ya?", "Kira-kira toilet mana yang dia pakai buat boker?", "Kira-kira bekas toilet yang dia pakai bakal ninggalin bau nggak ya?". 

Oke, sepertinya gw jadi ikutan "gila" dengan menulis kemungkinan-kemungkinan pikiran overthingking ini hahaha. Yang jelas overthingking ini sangat mengganggu tidak hanya bagi si orangnya saja, tapi bagi lingkungan sekitarnya. Saat overthingking ini dilakukan terus menerus maka bisa mengganggu kualitas hidup seperti: insomnia, muncul anxiety dreams, menurunkan performa kerja, menjadi insecure, meningkatkan risiko terjadinya depresi, cenderung mengurangi interaksi sosial dengan orang lain, dan mengganggu kesehatan fisik seperti sakit kepala, sesak nafas, jantung berdebar, sakit kepala, hingga tekanan darah tinggi [7]. Ada satu meme yang menurut gw kocak dan menampar banget buat kita-kita yang masih overthinking.

Till death

Rasa cemas, khawatir, dan sedih tentunya wajar dialami oleh kita manusia. Namun saat perasaan itu terlalu berlebihan, maka akan mengganggu kehidupan kita. Tak jarang juga, menjadi pemicu penyakit-penyakit mental seperti: anxiety disorder, obsessive compulsive disorder, post traumatic stress disorder, depresi, dan lain-lain. Tentunya munculnya penyakit mental bukan disebabkan oleh satu penyebab tunggal misal dari perasaan cemas-khawatir-sedih berkepanjangan saja, melainkan juga ada faktor-faktor lain misal ketidakseimbangan senyawa kimia dalam otak, lingkungan, kondisi fisik tertentu, dan pengaruh genetik. Menjadi seorang pasien mental ilness tentunya bukanlah hal yang diinginkan, pasien harus menjalani pengobatan dan terapi dalam jangka waktu bulanan hingga tahunan, bahkan ada yang sampai seumur hidup. Tentunya hal ini membutuhkan komitmen yang kuat dan biaya yang tidak sedikit (oke, ini untuk yang berobat secara pribadi, jika dengan BPJS maka gratis). Belum termasuk efek samping dari obat-obat yang dikonsumsi. Oleh karena itu, bagi kita yang alhamdulillah-nya masih diberi mental yang sehat, sebisa mungkin kita mengontrol hati dan perasaan kita dan selalu berpikir positif agar hati dan pikiran kita tetap damai dan tenang. Merasakan cemas, khawatir, dan sedih tentu hal yang wajar; tapi jangan sampai menjadi berkepanjangan. Buat teman-teman yang sedang menderita mental illness, tidak perlu berkecil hati. Tuhan memilih kalian untuk menghadapi ujian ini karena kalian memang mampu untuk menghadapinya. Jadi tetap semangat!


Laa Khaufun Alaihim wa Laa Hum Yahzanuun

Ada satu kalimat yang ternyata beberapa kali diulang-ulang dalam Al Qur'an yaitu "Laa khaufun alaihim wa laa hum yahzanuun". Frasa tersebut diulang sebanyak 12 kali di Al Qur'an di antaranya di surat Al Baqarah, Ali Imran, Al Ma'idah, Al An'am, Al A'raaf, Yunus, dan Al Ahqaf [9]. Apabila kita perhatikan surat-surat tersebut maka kalimat tersebut diturunkan oleh Allah baik di periode Makkah dan Madinah. Kalimat tersebut difirmankan Allah dalam konteks penyebutan sifat-sifat orang yang beriman. Penyebutannya yang berkali-kali hingga diturunkannya di 2 periode kenabian, menunjukkan seberapa pentingnya kalimat tersebut. Memang apa sih artinya? Secara harfiah kalimat tersebut berarti

"Tiada rasa takut pada diri mereka dan tidak pula mereka bersedih"

Jika kita tinjau per kata

  • "Khauf" berarti takut, takut yang dimaksud adalah takut akan masa depan
  • "Hazan/Huzn" berarti sedih, sedih yang dimaksud adalah sedih akan masa lalu

Entah kenapa saat mengetahui hal ini gw merasa tertampar. Setiap membaca Al Qur'an gw belum pernah memerhatikan dengan benar-benar kalimat ini. Namun di suatu momen dimana gw merasakan cemas, khawatir, dan sedih secara bersamaan; lalu atas petunjuk Allah, gw menemukan kalimat ini. Kalau istilah anak zaman sekarang "relate banget". Yes, rasa cemas dan khawatir memang biasanya terkait dengan masa depan, sesuatu yang tidak pasti; sedangkan rasa sedih terkait dengan masa lalu yang mungkin kita masih belum move on atau masih sakit hati. Gw sadar mungkin selama ini yang membuat hati gw belum tenang dan damai adalah adanya rasa cemas, khawatir, dan sedih ini. Pencapaian, harta benda, atau travelling -hal-hal yang gw pikir bisa membahagiakan- ternyata tidak berpengaruh pada kedamaian, ketentraman, dan ketenangan hati, rasa cemas-khawatir-sedih itu masih ada. Allah sendiri menjanjikan akan menghilangkan perasaan cemas, khawatir, dan sedih tadi untuk orang-orang yang beriman kepadaNya. 

"Barang siapa yang benar-benar mengikuti petunjuk-Ku (Al Qur'an), maka ia tidak akan merasa takut, khawatir, dan sedih" Q.S. Al Baqarah:38

Hal ini menunjukkan betapa mahalnya rasa damai itu. Betapa eksklusive-nya memiliki rasa damai karena hanya dimiliki oleh orang-orang yang beriman. Gw jadi teringat suatu kajian dimana Pak Ustadz-nya menyebutkan suatu kalimat yang diucapkan oleh para salaf. Di momen itu gw masih belum ngeh alias belum ngena di hati dengan kalimat tersebut, namun sekarang setelah melewati berbagai hal selama 2020 ini, gw jadi mulai mengerti dan memahami kalimatnya:

"Seandainya para raja dan pangeran itu mengetahui kenikmatan (ketenangan) yang ada di hati kami, tentu mereka akan menyiksa kami dengan pedang (untuk merebutnya)" [10]

Sekali lagi kalimat di atas menegaskan betapa mahalnya rasa damai itu dan bahkan dianalogikan seorang raja dan pangeran yang tentunya hidup diselimuti dengan kekayaan dan kekuasaan, nyatanya siap untuk "bertarung" merebut jika tahu seberapa damai dan tenangnya hati yang dimiliki oleh ulama salaf. 


Ikhlas, Sabar, Syukur, dan Tawakal

Keempat kata ini: ikhlas, sabar, syukur, dan tawakal; adalah hal yang selalu diajarkan di agama gw, yaitu agama Islam. Mungkin di agama-agama lain pun sama. Gw juga mendapat 4 kata ini dari seorang psikiater yang gw tonton channel youtubenya yaitu dr.Andri. Di channel youtube beliau, lebih banyak membahas tentang gangguan kecemasan dan psikosomatik; saran yang sering beliau ulang-ulang untuk pasien dan audiensnya adalah ikhlas, sabar, syukur, dan tawakal. Dah itu aja. Padahal beliau ini beragama Budha, jadi ajaran tentang 4 hal tersebut pun berarti mungkin memang termaktub juga di ajaran agama Budha. Setelah gw pikir-pikir, memang 4 hal tersebut adalah kunci untuk menghilangkan perasaan cemas, gelisah, khawatir, dan sedih.

  • Ikhlas
    Ikhlas disini berarti menerima setiap takdir dan ketetapan yang Allah berikan, terlepas apakah itu takdir yang baik maupun yang buruk. Bahkan definisi "takdir buruk" pun adalah pada pandangan manusia, namun di pandangan Allah yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana, takdir tersebut adalah takdir yang terbaik bagi kita. Tak jarang beberapa waktu setelah mengalami takdir yang kita anggap buruk tersebut, kita baru menyadari hikmah yang ada di baliknya. Gw sendiri pun kalau berkilas baik selama 24 tahun hidup di dunia ini, gw menyadari bahwa peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lalu entah itu baik maupun buruk memang sebaiknya terjadi dan kalaupun gw punya pilihan untuk mengubah takdir atau kembali ke masa lalu, gw akan tetap memilih peristiwa-peristiwa tersebut terjadi sebagaimana adanya karena sekarang gw merasakan banyak hikmah yang gw dapat dari hal-hal di masa lalu tersebut. Kalaupun sampai sekarang kita masih belum tahu apa hikmah dari takdir yang ditetapkan ke kita, yakinlah bahwa takdir tersebut memang yang terbaik untuk kita.
    Ikhlas juga berarti menerima diri sebagaimana adanya. Ini salah satu quotes yang gw dapat dari dr. Andri. Intinya kita menerima dan mengakui segala kelebihan dan kekurangan kita. Mengakui kegagalan yang kita alami dan menerimanya. Menerima bahwa itu semua adalah bagian dari diri kita dan bagian dari hidup kita. Manusia tidak ada yang sempurna, begitupun kita, jadi tidak perlu memaksakan diri untuk menjadi sempurna di segala aspek kehidupan.
    Karena gw beragama islam, gw ingin menyampaikan definisi ikhlas dalam pandangan Islam. Ikhlas yang dimaksud adalah mempersembahkan segala yang kita perbuat hanya untuk Allah SWT. Kita bertindak, berucap, ataupun beribadah semuanya hanya untuk meminta ridho Allah, bukan ridho manusia. Tak jarang kita sebagai manusia masih memasukkan pendapat orang lain dalam setiap perbuatan atau langkah yang kita ambil. Hal ini bisa membuat kita khawatir, cemas, gelisah, dan sedih; karena selalu memikirkan perkataan orang lain atas apa yang sedang atau akan kita perbuat. Tak perlu juga kita mencari muka di hadapan manusia, karena mau sebaik apapun kita, akan selalu ada orang yang mencela/tidak suka dengan kita. Yang kita pedulikan pendapatnya hanya Allah SWT semata. Kita berbuat baik, mau ada orang yang menyadari atau tidak, mau ada yang memuji atau tidak; tidak usah dipedulikan karena tujuan kita berbuat baik adalah untuk mencari ridho Allah SWT semata [11].

  • Sabar
Sabar ini memiliki keterkaitan dengan penjelasan ikhlas. Disini gw akan membahas sabar juga dari sudut pandang islam. Pengertian sabar menurut Syaikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin rahimahullah adalah "sabar dalam meneguhkan diri menjalankan ketaatan kepada Allah, menahannya dari perbuatan maksiat kepada Allah, serta menjaganya dari perasaan dan sikap marah dalam menghadapi takdir Allah [12]. Jadi terdapat 3 macam sabar dan mari kita fokus ke poin ke 3 yaitu "menjaga perasaan dan sikap marah dalam menghadapi takdir Allah". Ini juga perkataan yang gw dapat dari dr. Andri, beliau bilang bahwa ada hal-hal yang terjadi di luar kuasa kita, seperti misal ada orang yang membenci/mengkhinati kita atau kita tertimpa musibah. Nah untuk hal-hal yang ada di luar kemampuan kita, maka tak perlu menyalahkan diri sendiri dan cukup bersabar menerimanya. Hal-hal tersebut (dalam hal ini takdir) memang sesuatu yang tidak bisa kita kontrol, namun yang bisa kita kontrol adalah bagaimana respon kita dalam menghadapi hal tersebut, melatih agar kita punya hati yang lapang dan mudah memaafkan. Gw tahu hal-hal ini tidak semudah itu dilakukan, namun ya memang ini faktanya. Bayangkan saja ada orang yang hatinya lapang, sabar, dan mudah memaafkan; maka betapa damai dan tentram hatinya. Selain itu, Rasulullah juga pernah bersabda tentang hakikat sabar
"Ketahuilah, sesungguhnya datangnya kemenangan itu bersama dengan kesabaran. Bersama kesempitan akan ada jalan keluar. Bersama kesusahan pasti akan ada kemudahan"
  • Syukur
Selanjutnya adalah bersyukur. Bersyukur menerima apa yang kita miliki saat ini. Terkadang kita terlalu fokus pada hal-hal besar yang kemudian kita anggap itu sebagai rezeki yang patut disyukuri, membuat kita lupa bahwa ada hal-hal kecil yang sering kita tidak sadari namun seharusnya patut kita syukuri juga. Terkait hal ini, gw jadi teringat beberapa adegan film Soul, sebuah film apik penutup tahun 2020. (Anyway, bagi kalian yang belum menonton filmnya, gw sangat merekomendasikan film ini terutama buat yang berusia 20-40 tahun karena banyak pelajaran kehidupan di dalamnya). Adegannya adalah di saat si tokoh utama Joey berbincang ke Dorothea setelah mereka tampil dalam pertunjukan Jazz, momen yang selama ini dinanti-nantikan oleh Joey, namun Joey merasa tidak puas/bahagia. Joey berkata "Aku sudah lama menanti-nantikan hal ini seumur hidupku, kupikir akan terasa berbeda tapi nyatanya tidak". Lalu Dorethea menjawab:
“I heard this story about a fish, he swims up to an older fish and says: ‘I’m trying to find this thing they call the ocean.’ ‘The ocean?’ the older fish says, ‘that’s what you’re in right now.’ ‘This’, says the young fish, ‘this is water. What I want is the ocean!’”
Jawaban Dorothea menyiratkan bahwa sering sekali manusia kurang bersyukur dan memiliki cara pandang yang sempit/terbatas hingga kita tak menyadari bahwa kita selama ini sedang diberi anugrah/rizki. Kalau cara pandang kita diubah menjadi helicopter view, mungkin disitulah kita baru sadar betapa banyak nikmat yang sebenarnya kita dapat dan keinginan yang sebenarnya sudah kita capai. Film Soul (2020) juga menyadarkan gw untuk bersyukur di hal-hal sekecil apapun itu, seperti menyaksikan helaian kelopak bunga yang jatuh di musim gugur, merasakan nikmatnya setiap gigitan di potongan pizza, merasakan hembusan angin dari lubang exhaust, memandangi langit biru, merasakan tatapan hangat dari ibu, bersenda gurau dengan ayah, bersepeda di cuaca yang bagus, menyaksikan indahnya kembang api di malam tahun baru, memandangi langit sore dari jendela kereta, bahkan sekedar merasakan guyuran ombak di kaki saat berdiri di tepi pantai. Semua hal-hal itu seringnya luput untuk kita syukuri. Jujur, di adegan tersebut gw menangis menyadari betapa kurangnya gw bersyukur selama ini dan menyadari bahwa selama ini gw telah menjalani hidup yang indah dan penuh kenikmatan. Memang di dalam hidup selalu ada cobaan dan ujian, namun apabila dibandingkan dengan jumlah rezeki dan nikmat yang gw peroleh, cobaan dan ujian itu tidak ada apa-apanya. Yes, seringkali kita terlalu fokus pada 1% ujian hidup yang sedang kita jalani, dan melupakan 99% sisanya yang justru berisi nikmat dan anugerah. Intinya adalah syukuri segala nikmat yang ada dan nikmati setiap momen hidup yang sedang kita jalani. 

Adegan di Film Soul yang sukses bikin termehek-mehek

  • Tawakal
Poin selanjutnya adalah tawakal, tawakal berarti berusaha bersungguh-sungguh dan selanjutnya adalah bertaqwa dengan menyerahkan hasilnya kepada Allah. Ini juga membantu kita untuk menghindari rasa cemas. Misal besok akan ada ujian, yang penting asal kita sudah berusaha dan belajar semaksimal mungkin maka sudah tak perlu dipusingkan bagaimana nasib esok hari, kita serahkan sisanya kepada Allah. Allah sendiri menjanjikan kesuksesan dan keberuntungan bagi orang-orang yang bertaqwa.
“Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka.” Q.S. Ath-Thalaq:2-3
  • Dzikir
Sekali lagi karena gw adalah seorang muslim, maka gw menambahkan tips menurut islam yang bisa memberikan kedamaian dan ketenangan hati, yaitu dzikir. Dzikir sendiri artinya mengingat Allah. Allah-lah sang pemilik hati, maka dengan kita berdzikir dan bersandar kepada Allah, maka Allah mampu membuat hati kita menjadi tentram karena Allah mampu membolak-balikkan hati. [13, 14]
"Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram" Q.S. Ar Ra'du:28

 

Cuap-Cuap Terakhir

Kayaknya sampai disini tulisan gw tentang "damai". Gw nggak menyangka kalau tulisan ini akan sepanjang ini hahaha. Sebenarnya, gw sendiri awalnya ragu untuk membuat tulisan ini di blog pribadi karena gw tipikal orang yang kurang suka men-share isi perasaan hati ke khalayak umum. Namun berhubung banyak insight dan pelajaran kehidupan yang gw dapatkan sampai menemukan esensi "damai" ini, gw memutuskan untuk menshare ini via post di blog, karena siapa tahu bisa bermanfaat bagi yang membaca, who knows. Tulisan ini juga menjadi reminder untuk gw ke depannya untuk selalu menjaga kedamaian dan ketenangan hati gw..

Semoga kita semua selalu bisa menjaga ketakwaan kita kepada Allah SWT dan selalu dilimpahi hati yang damai dan tentram. Aaaamiiin.

Wassalamu'alaikum warrahmatullah wabarakatuh


Referensi:

  1. Heid, M. (2020, Mei 19). You Asked: Is It Bad for You to Read the News Constantly? (Time) Retrieved from https://time.com/5125894/is-reading-news-bad-for-you/

  2. Mazalin, D., & Klein, B. (2008). Social Anxiety and the Internet: Positive and Negative Effects. E-Journal of Applied Psychology, 4(2), 43-50.

  3. Johnston, W. M., & Davey, G. C. (2011). The psychological impact of negative TV news bulletins: The catastrophizing of personal worries. British Journal of Psychology, 88(1), 85-91.

  4. Berryman, C., & Ferguson, C. J. (2018). Social Media Use and Mental Health among Young Adults. Psychiatric Quarterly, 89, 307–314.

  5. Parrack, D. (2012, February 15). What Is Vaguebooking? 5 Classic Examples. Retrieved from Make Use of: https://www.makeuseof.com/tag/imbecilic-art-vaguebooking/

  6. Claycomb, M. A., Wang, L., Sharp, C., Ractliffe, K. C., & Elhai, J. D. (2015). Assessing Relations between PTSD’s Dysphoria and Reexperiencing Factors and Dimensions of Rumination. PLOS ONE, 10(3), e0118435.

  7. Nareza, M. (2020, June 16). Hati-Hati, Dampak Overthinking Bisa Berakibat Fatal. Retrieved from Alodokter: https://www.alodokter.com/hati-hati-dampak-overthinking-bisa-berakibat-fatal

  8. Ankrom, S. (2020, April 17). When Depression and Anxiety Occur Together. Retrieved from very well mind: https://www.verywellmind.com/depression-and-anxiety-2584202

  9. Al-Jaizy, H. (2016, January 1). Tahukah Anda: Maksud dari “Laa Khaufun Alaihim wa Laa Hum Yahzanuun”? Retrieved from Nahi Munkar: https://www.nahimunkar.org/tahukah-maksud-laa-khaufun-alaihim-wa-laa-hum-yahzanuun/ 

  10. Rawai’ut Tafsir Ibnu Rajab 2/134, Darul ‘Ashimah, cet.I, 1422 H, Syamilah

  11. https://www.youtube.com/watch?v=ghrxdWK2eqs

  12. Wahyudi, A. (2008, July). Hakikat Sabar (Bag. 1). Retrieved from muslim.or.id: https://muslim.or.id/217-hakikat-sabar-1.html

  13. https://www.youtube.com/watch?v=QX0fitvtsuY&t=357s

  14. Taslim, A. (2010, Oktober). Menggapai Ketenangan Hati dengan Mengingat Allah (1). Retrieved from muslim.or.id: https://muslim.or.id/4783-menggapai-ketenangan-hati-dengan-mengingat-allah-1.html

Selasa, 15 Desember 2020

[PART 2] Pengalaman Pakai RATA.ID: Jurnal Perjalanan dan Testimoni

 Assalamu'alaikum Warrahmatullah Wabarakatuh

Post ini adalah kelanjutan dari post sebelumnya tentang pengalaman gw pakai RATA.ID. Di tulisan ini akan berisi pengalaman pakai RATA.id mulai dari pemakaian set aligner ke-2 sampai seterusnya (selesai pakai aligner, retainer, dan tetek bengeknya). Kenapa gw bagi jadi 2 part? Karena ternyata kalau dibuat 1 post terlalu panjang euyy *ya maklum lah ya, gw orangnya agak ceriwis jadi tulisannya panjang-panjang hohoho

Nggak pakai lama, langsung cek aja 👇


Pemakaian Aligner ke 2-4 (20 November - 20 Desember 2020)

Oke sebagaimana dibilang sebelumnya, gw menggunakan periode 10 hari untuk tiap penggunaan aligner. Jadi sejak 20 November sampai sekarang, gw udah berada di tahap aligner ke-4. Pertanyaannya: gimana rasanya pas pergantian aligner? Apakah rasanya sesakit itu seperti saat pertama kali pakai aligner ke-1? Kalau menurut pengalaman gw sih enggak ya. Rasa ketat? iya. Tapi kalau rasa sakit sih enggak, masih bisa ditoleransi, dan oke-oke aja buat bolak-balik copot aligner pas makan. Sebagaimana pengalaman gw di pemakaian aligner 1, pada 3-4 hari pertama pemakaian set aligner baru akan terasa kurang nyaman termasuk saat mengunyah makanan. Di beberapa waktu, gw merasa ada beberapa gigi gw yang goyang dan mungkin memang gigi itu yang sedang digerakkan oleh alignernya. Tapi level goyang-nya yang nggak parah banget, bukan yang pas lu copot alignernya maka giginya jadi ikut copot. Enggak sampai segitunya kok hahaha. Ini bisa jadi concern buat yang mau pakai aligner tapi giginya dari awal ada yang goyang, bisa dikonsultasiin ke dokter bisa tidaknya pakai treatment RATA, dikarenakan prosedur yang melibatkan penggerakan gigi dari posisi semula tentunya butuh kondisi gigi yang kuat dan sehat.

Selama periode ini, gw sempat kehilangan aligner ke-3 di hari ke-7 pemakaian, gara-gara gw-nya yang sembarang naruh aligner waktu makan dan ART ngira itu sebagai sampah. Gw udah berusaha ngorek-ngorek tempat sampah tapi tetep nggak ketemu. Yaudah deh, gw langsung tanya ke CS-nya: apakah sebaiknya gw beli aligner lagi karena pemakaian masih di hari ke-7, atau langsung loncat ke aligner 4 dimana kondisi saat itu set aligner ke 4-9 belum nyampe di rumah (fyi, RATA ngirim set aligner gw dalam 2 batch, batch 1: aligner 1-3, batch 2: 4-9). Si Mbak CS-nya minta gw buat nyoba dulu aligner ke-4, kalau misal nggak muat, baru deh beli aligner ke-3 yang harganya 300 ribu per rahang -saran buat kalian jaga dengan baik si aligner jangan sampai hilang dan ngeluarin duit lagi, plus kenalkan aligner tersebut ke orang-orang rumah biar tahu kalau itu penting dan nggak dikira sampah ya :" Sambil menunggu datangnya aligner 4-9, gw disarankan menggunakan aligner ke-2 dulu untuk mencegah relaps a.k.a gigi kembali ke posisi awal. 

Pengalaman pakai RATA.id
Sebagian chat dengan CS RATA saat aligner 3 hilang

Mungkin udah rezekinya, malam itu juga aligner ke-4 sampai di rumah jadi gw nggak perlu lama-lama pakai aligner ke-2. Pas pertama kali masukin, susah banget uyyy. Udah susah, sakit, nggak bisa masuk full pula. Sakitnya jauuuh lebih sakit ketimbang pas pertama kali pakai aligner ke-1. Gw nyerah karena terlalu sakit. Mungkin rasa sakit ini disebabkan karena gigi gw yang udah mulai relaps ke posisi aligner ke-2 terus dipaksa fit sama aligner ke-4, jadinya syusyaaah. Untuk rahang bawah sih nggak masalah tetep bisa masuk, tapi rahang atas yang ada gigi seri miringnya itu lho susah masuk. Gw curhat ke CS minta solusi. Gw juga berdoa minta agar alignernya bisa masuk di gigi gw. Selanjutnya gw masih usaha, dan pakai bantuan chewy. In the end, entah gimana ceritanya, besok paginya aligner tersebut bisa masuk ke gigi gw dengan rasa sakit yang masih bisa ditoleransi. Alhamdulillah :"

Saat aligner ke-4 mentok nggak bisa masuk ke gigi

Sampai aligner ke-4 ini, perubahan posisi gigi gw udah lumayan berubah meskipun belum terlalu siginifikan, bisa dilihat di gambar di bawah. Gw cuman tampilin gigi di rahang atas, karena toh gigi rahang bawah gw dari awal udah lumayan rapi jadi gw nggak ngeh juga berubahnya kayak gimana hohoho. 

Pengalaman pakai RATA.id
Foto before after sampai aligner ke-4
Oke, itu dia update gw yang -sekali lagi- panjang kali lebar tentang pemakaian aligner set ke-2-4. Semoga bermanfaat ya. Update-an selanjutnya mungkin akan gw tulis setelah selesai pemakaian semua set aligner (aligner ke-9) atau saat ada kejadian khusus. Don’t hesitate to comment below if u have any questions or something to discuss about 😁 Ciao!


Pemakaian Aligner ke 5-7 (20 Desember 2020 - 20 Januari 2021)

Ternyata, tidak seperti perkiraan gw sebelumnya bahwa post baru akan diupdate setelah selesai aligner ke-9 yaitu di bulan Februari, namun ternyata gw update post sekarang wehehe karena ada sesuatu "hal" yang terjadi. Jadi untuk pengalaman penggunaan aligner mulai dari set 5-7 berjalan dengan lancar jaya. Semuanya fit dan nggak ada masalah. Apakah masih terasa sakit tiap saat pergantian dan pemakaian aligner? Hmm, kalau dari pengalaman gw sih udah enggak ya. Ya mungkin gw udah terbiasa bolak balik ganti aligner, jadi yaudah biasa aja gitu hahaha. Akhirnya di setiap pergantian aligner, yang dirasakan hanya rasa ketat, tidak sampai sakit/perih. Intinya sampai aligner set 7 semua berjalan lancar. Ini foto posisi gw saat masuk aligner 7, dimana udah mulai kelihatan rapi dibanding kondisi awal.

Kondisi gigi di set aligner 7


Aligner 8 dan 9 yang Tidak Fit (20 - 25 Januari 2021)

Masalah mulai muncul saat pergantian aligner ke set 8. Entah gimana ceritanya, si aligner set 8 untuk rahang atas nggak bisa fit di gigi gw. Nggak fit-nya gimana? Jadi gw berasanya nggak seimbang antara kanan dan kiri. Kalau gw ngencengin yang bagian kanan, yang kiri jadi turun; dan sebaliknya. Udah gw coba dengan secara bersamaan menahan bagian kanan maupun kiri gigi rahang atas dengan tangan, sambil menggigit chewy di gigi seri tengah; okelah si aligner bisa masuk; tapi di bagian gigi seri tengah ada space yang lumayan besar antara gigi gw dan si aligner. Ini baru pertama kali terjadi sepanjang sejarah makai aligner RATA. Yaudah gw lapor ke CS RATA, setelah tanya-tanya dan konfirmasi tentang masalah gw, mereka meminta agar mencoba aligner set-9. Oke gw coba, dan malah semakin tidak fit; bahkan jarak space antara gigi seri atas dengan aligner makin besar, dan gw ngerasanya aligner ini malah mendorong gigi seri atas gw yang miring itu makin ke atas dari sebelumnya, yang mungkin itulah yang menjadi penyebab space antara gigi dengan aligner makin besar (?) Hmm nggak tahu juga sih, ini gw hanya menduga-duga aja. Karena ketidak-fit-an 2 set aligner tersebut, gw diminta oleh si CS RATA untuk tetap memakai aligner 7 dahulu.

Tidat fit dan adanya selisih jarak vertikal
antara gigi seri atas kanan dan kiri 😞

Selain masalah di atas, ada hal lain yang juga gw keluhkan ke CS RATA, yaitu ketidak-samaan antara gigi gw dengan video simulasi. Maksudnya adalah dimana posisi gw sekarang udah tinggal nyelesein 2 set aligner aja, tapi yang terjadi: ada jarak vertikal antara gigi seri atas kanan dan kiri yang lumayan jauh dan berbeda dengan di video simulasi dimana di video simulasi bisa dikatakan hampir tidak ada jarak vertikal antara gigi seri atas kanan dan kiri. Hal itu membuat gw nggak yakin sisa pemakaian 2 set aligner ini bisa merubah secara signifikan agar posisi gigi akan sama dengan yang ada di video simulasi. CS RATA pun membalas kalau misal hasil akhir nantinya tidak sama dengan video simulasi, maka dokter mungkin akan memberikan tambahan aligner sampai posisi gigi kita sesuai dengan video simulasi, dan itu semua tidak dikenakan tambahan biaya, alias GRATIS. Oke, gw setuju. 

Selanjutnya CS RATA membuatkan gw appointment untuk konsultasi dengan dokter RATA terkait masalah gw yaitu si aligner yang tidak fit, ketidaksamaan dengan video simulasi, & rencana ke depan akan gimana. Appointment-nya sendiri tanggal 26 Januari 2021 besok di klinik Pure, Menteng. Jadi setelah konsul, akan gw update lagi post ini. Semoga hasilnya nanti tidak ada masalah yang berarti & bisa lancar treatment-nya sampai selesai. Aaaamiiin. Oke, see u on the next update! Ciao!


Konsultasi offline ke dokter gigi RATA (26 Januari 2021)

Akhirnya datanglah gw ke klinik RATA Pure di Menteng. Setelah konsul ke dokter mengenai apa keluhan gw, maka dokter pun merapikan sedikit slicing di gigi seri atas, dan voila si aligner ternyata bisa fit pas dipasangin dokternya. -Gw nggak tahu kenapa kok sebelumnya pas gw pasang sendiri, bisa nggak fit ya 😐-. Yes, memang masih ada sedikit gap antara si aligner dengan gigi seri atas, tapi kata dokter gap-nya masih tolerable. Dokter pun menyarankan agar gw tetap lanjut pakai set aligner sampai selesai. Okelah, gw setuju. 

Konsul Offline Kedua Kalinya di Klinik Pure Menteng

Lalu, terkait dengan kekhawatiran bahwa mungkin setelah selesai set aligner 9, kondisi gigi masih belum sesuai dengan yang ada di video simulasi -yaitu adanya jarak vertikal antara gigi seri atas kanan dan kiri-, maka si dokter menjelaskan beberapa opsi yang bisa dilakukan, tentu salah satunya adalah penggunaan set aligner tambahan. Dokter juga menjelaskan seperti apa strategi pemasangan aligner tambahan yang akan dilakukan. Mendengar penjelasan dokternya yang lengkap dan detail, gw pun setuju. Oh ya, mumpung lagi konsul ini, gw juga menanyakan hal-hal lain terkait per-gigi-an di luar topik treatment RATA, dan dokternya pun mau menjelaskan dengan baik dan detail pula, serta memberikan saran-saran. Puas deh pokoknya sama pelayanan dokternya. 

Selain itu, mumpung lagi di klinik juga, gw memanfaatkan untuk sekalian scalling gigi -ya emang disuruh dokternya juga sih gara-gara udah mulai terbentuk plak wahahaha-. Total uang yang gw habiskan adalah Rp 425.000 dimana 400 untuk scalling sedangkan 25 untuk APD -jadi sesi konsulnya memang beneran gratis karena sudah include di biaya yang kita bayar di awal untuk treatment RATA-. Yap, kali ini gw udah nggak bisa pakai voucher diskon lagi, karena udah habis dipakai saat sesi konsultasi sebelumnya 😅. Nah itu dia update dari gw. Semoga bermanfaat. Gw mungkin akan update lagi sekitar pertengahan Februari yaitu setelah semua set aligner selesai dan setelah konsul dengan dokter giginya lagi. Oke, ciao!


Konsul Offline, Cetak Gigi, & Rencana Penambahan Aligner (11 Februari 2021)

Setelah kelar semua set pemakaian aligner -total 9 aligner atas dan 9 aligner bawah-, maka dilanjutkan dengan konsultasi offline dengan datang langsung (lagi) ke klinik RATA Pure, Menteng. Sebagaimana udah gw bilang di update sebelumnya, kalau kondisi gigi rahang atas gw kurang sesuai dengan video simulasi yang diberikan RATA di awal, oleh karena itu gw "protes" mengenai hal ini saat konsultasi; sedangkan untuk kondisi rahang bawah: gw sudah puas dan memang sudah sesuai dengan video simulasi. Dari sesi konsultasi ini, dokter memang pada akhirnya menyarankan untuk memberikan aligner tambahan pada gigi rahang atas (free), sedangkan untuk rahang bawah -dimana gw sudah puas dengan hasilnya- akan langsung diberi retainer (free juga). 

Positioning gigi seri atas kiri yang berbeda
dengan hasil akhir video simulasi

Sesi pun berlanjut dengan pencetakan gigi, dimana hasil pencetakan gigi rahang bawah diperuntukkan untuk pembuatan retainer sedangkan pencetakan gigi rahang atas untuk basis pembuatan video simulasi guna desain aligner tambahan. Mengenai berapa jumlah aligner tambahan yang akan gw peroleh masih belum diketahui, karena tergantung hasil simulasi dan keputusan dokter. Di sesi konsultasi ini, gw hanya mengeluarkan uang sebanyak 25k saja untuk APD. -Untuk retainer sendiri, alhamdulillah gw dapat gratis, karena pas beli paket RATA dapat promo hari raya dimana free retainer (senilai 2 juta) dan voucher treatment 1,1 juta. Alhamdulillah 😋- Nah kata dokternya, proses menunggu retainer, aligner tambahan, dan konsultasi lagi ini akan memakan waktu 14-21 hari. So, let's see what will gonna happen in the next 3 weeks!

Anyway, terkait retainer. Tadi dokter menjelaskan bahwa dalam memakai retainer, selama 3 bulan pertama masih berlaku aturan pemakaian minimal 22 jam sehari. Namun setelah itu, retainer dapat dipakai hanya saat tidur malam saja dan dilakukan setidaknya selama 1,5 tahun. Mungkin kalian yang mendengar akan kaget ya, "hah? 1,5 tahun? lama ameet 😱". Nah, gw sendiri sudah pernah searching-searching tentang seluk-beluk treatment orthodontist, jadi gw udah tahu fakta bahwa treatment orthodontist tidak akan berhenti begitu saja saat lepas behel/aligner/invisalign, melainkan masih ada retainer yang menanti; jadi udah nggak kaget lagi hohoho. Makanya, buat orang yang memutuskan untuk menjalani suatu rangkaian treatment orthodontist apapun jenisnya (behel kek, invisalign kek, aligner kek); penting bagi dia untuk berkomitmen karena akan menjalani proses yang sedemikian panjang, bahkan ada beberapa kasus dimana dibutuhkan gigi yang dicabut, gigi dioperasi, surgical exposure, atau bahkan dipasang sekrup di gusinya 🙄. Apa yang akan terjadi kalau kita males atau ogah pakai retainer? Ya siap-siap aja menerima kenyataan kalau kondisi gigi yang sudah rata tadi dimana kita sudah berkorban biaya-tenaga-waktu bahkan berkorban perasaan pula (soalnya ngalamin sakit :P ), bisa-bisa akan balik berantakan lagi. Nyesek nggak tuh 😤

Those comments tho :"


(update 7 Juni 2021)
Haii guys, maaf banget off sekitar 4 bulan tidak lanjut menulis update-an lagi dikarenakan sedang banyak sekali kesibukan kuliah hehehe. Oke sebagai gantinya, hari ini gw akan me"rapel" progres-progress per-gigi-an selama 4 bulan ini. Cekidot!

Retainer Rahang Bawah Sampaiii (24 Februari 2021)

Sebagaimana gw bilang sebelumnya bahwa gw sudah puas untuk hasil akhir rahang bawah, maka step selanjutnya adalah pemakaian retainer. Set retainer rahang bawah pun sampai pada 24 Februari 2021. Gw pakai dan fit! Alhamdulillah. Oke, jadi selama kurang lebih 2 tahun ke depan, gw harus tetap "istiqomah" dengan pemakaian si retainer rahang bawah ini.


Set Retainer Tambahan untuk Rahang Atas Sampaiii (19 Mei 2021)

Setelah menunggu sekian purnama, akhirnya set retainer tambahan untuk rahang atas untuk keperluan refinement pun sampai. Pihak RATA pun meminta maaf ke gw karena proses yang "lama" tersebut dan sebagai gantinya gw dibebaskan ongkir pengiriman set retainer tersebut -kata CSnya sejak Februari 2021, sudah tidak ada lagi gratis ongkir-.

Total terdapat 8 set aligner, artinya gw harus berproses lagi dengan si aligner ini selama 80 hari agar mendapatkan susunan gigi rahang atas yang diinginkan. Untuk pemakaian set aligner harus didahului dengan konsultasi dengan dokter RATA. 


Konsultasi Offline di Klinik RATA Menteng (26 Mei 2021)

Hari yang ditunggu tiba. Di sesi konsultasi ini, dilakukan penambahan attachment di gigi seri rahang atas, gunanya untuk membantu menurunkan gigi seri kiri tersebut agar nanti hasil akhirnya sejajar (tidak ada gap lagi seperti kondisi sekarang). Selain itu, dokter me-notice ada yang aneh di gigi seri kiri atas tersebut dimana kondisi warna gigi agak berubah menjadi putih pucat. 

Dikarenakan khawatir ada masalah pada gigi tersebut, maka gw disarankan untuk tidak dulu memulai menggunakan set aligner, melainkan selama 1-2 minggu ke depan disarankan untuk memakai training set 0 saja untuk gigi rahang atas. Selanjutnya akan dievaluasi oleh dokter mengenai apakah sudah bisa untuk memulai pemakaian set aligner tambahan tersebut atau tidak. Oke, kita tunggu bagaimana kelanjutannya nanti, semoga gigi gw baik-baik saja. Aaaamiiin


Pemakaian Aligner Refinement (Juli - Oktober 2021)

[Update 15 Okt 2021]. Haii, setelah 5 bulan, akhirnya baru update post lagi hehehe. Melanjutkan update-an sebelumnya, ternyata butuh waktu lebih dari 1 bulan hingga akhirnya gw bisa start memakai refinement aligner, hal ini dikarenakan gigi seri kiri atas yang masih terlihat "kurang sehat", jadi pemakaian aligner ditunda sampai gigi sudah benar-benar siap dan sehat. Long story short, Juli 2021 gw mulai memakai aligner refinement (tambahan), lalu pada Oktober 2021, ke-semua 8 set aligner refinement untuk rahang atas selesai digunakan. Saat memakai set refinement ini, gw udah nggak merasa rasa sakit atau ngilu lagi. Mungkin udah terbiasa kali juga kali ya. 

Proses pemakaian refinement aligner berjalan lancar hingga set ke-6, mulai set ke-7 hingga 8 entah bagaimana gigi seri kiri atas -yang memang menjadi tujuan awal proses refinement- tidak mau mengikuti pergeseran aligner, alias giginya bandel. Terdapat gap vertikal antara gigi dengan aligner (yap, kembali kejadian seperti saat gw pakai aligner 8 & 9 di update bulan Januari 2021)

Muncul gap lagiii :"

Gw pun berusaha menghubungi pihak RATA, dan mereka menyarankan agar gw rutin menggigit chewy 3x sehari selama 5 menit. Udah gw lakuin, tetep aja posisi giginya nggak mau berubah ngikutin refinement aligner-nya. Hingga akhirnya sampai set refinement terakhir yaitu set ke-8, gigi tersebut tetep "keras kepala".


Konsultasi Akhir dan Scan Gigi (10 Oktober 2021)

[Update 15 Okt 2021]. Di konsultasi akhir ini, gw sekalian bilang ke dokter bahwa giginya kembali "bandel" nggak mau ngikutin pergerakan aligner. Pihak RATA menanyakan apakah gw mau kembali ikut prosedur refinement lagi, namun akan keluar biaya tambahan karena jatah refinement 1x udah gw pake. Jawaban gw: enggak, cukup, hahaha. Gw pikir yaudalayaa, emang ni gigi udah bandel kali dari sononya, lagian klo dilihat dari awal sampai sekarang, terdapat perubahan yang signifikan, nggak perlu perfect-perfect banget laaa.

Perjalanan gigiiii

Karena gw tidak mau melakukan prosedur refinement lagi, akhirnya proses pun dilanjutkan dengan scan 3D gigi untuk membuat retainer rahang atas. Sebelumnya, gw nambal dulu 1 gigi yang kebetulan tambalannya copot. Nah ini penting juga nih buat dilakukan, karena retainer akan digunakan selama >1 tahun, maka sebaiknya kondisi gigi sudah "rapi dan sehat". Klo misal di tengah-tengah pemakaian retainer baru mau tambal gigi, bisa jadi nanti retainernya kurang fit saat dipakai karena terjadi perubahan bentuk topografi gigi akibat tambalan tadi. 

Btw, dibanding scan 3D gigi, gw lebih prefer giginya dicetak pake putty deh (yang adonan warna biru ke-ungu-an), dikarenakan -entah memang begitu adanya atau nurse-nya yang agak kasar- selama proses scan 3D, gusi gw berasa kayak disodok-sodok, sampai beberapa kali gw ngasih isyarat ke nurse-nya karena nggak kuat sakit. Bahkan sampai sekarang gw nulis post ini (15 Oktober 2021), masih kerasa sakit gusinya 😪. Proses scan selesai, maka tinggal menunggu retainer rahang atas dikiriimm. 


By the way, di update-an sebelum-sebelumnya gw sempat bilang bahwa salah satu hal yang kurang gw suka dari RATA adalah pihak CS-nya yang kurang tanggap dan slow response. Nah beberapa bulan terakhir ini, sudah ada perubahan di bagian CS-nya, dimana lebih terorganisir plus lebih fast response. Gudjob laa buat RATA yang mau mengimprove layanannnya 👍


Retainer sampaiiiii (18 Oktober 2021)

[Update 1 Januari 2022] Haduuu parah banget ya update-nya hahaha. Retainer udah sampai dari Oktober, ehh sampe udah ganti tahun jadi 2022 baru diupdate 😆 Oke, maaf, kembali serius. Jadi hanya berselang 8 hari saja dari scan gigi, alhamdulillah retainer sampai. Cepet banget yaaa. Sayangnya entah salah dari pihak RATA-nya atau kurir, bisa-bisanya box RATA yang dikirim penyok dan sobek :"" Untung dalemnya nggak masalah.

Kiriman retainer dari RATA

Menurut keterangan di kertas yang terinclude di box, aturan pemakaian aligner adalah selama 6-12 bulan di malam hari saja. Nah disini gw agak bingung karena saat konsultasi, dokter bilang bahwa retainer ini aturanya dipakai 22 jam/hari selama 6 bulan, lalu setelahnya cukup dipakai malam hari saja selama 1,5 tahun. Hmmm tak tahulah. Gw sih rencananya makai dalam kurun waktu 1,5 tahun biar makin mantep. Klo pas bisa 22 jam, ya dipakai 22 jam. Klo pas bisa cuman malam, ya pas malam aja makainya.

Cara pakai, cara merawat, dan FAQ tentang retainer

Yap, akhirnya setelah kurang lebih 1 tahun bersama RATA, mulai dari pemesanan aligner, aligner yang salah datang, nunggu lagi aligner, pemakaian aligner, ketidakpuasan yang berujung pengajuan refinement, nunggu refinement, kemudian ada masalah di gigi yang bikin giginya 'hampir mati', lalu mulai refinement, daaan akhirnya sampailah di tahap akhir retainer ini. Sejujurnya, mungkin karena gw udah agak bosan kali ya makai aligner mulu 😉, plus sekarang PPKM sudah agak longgar jadinya lumayan sering pergi keluar makan-makan, jadilah gw agak males makai retainer hahaha. Ribet si yaaak kudu lepas copot kalau makan :" Akibatnya giginya jadi agak bergeser deh, gw pakai-in lagi retainer - gigi udah balik rata - males makai retainer - gigi geser lagi - makai retainer -balik lagi rata - males makai retainer -.... gitu aja teruuus. Jangan dicontoh yaa. Ini gw juga mau tobat biar lebih disiplin makai retainer. Intinya gw nggak rela kalau perjuangan ngeratain gigi ini, semuanya jadi nggak berarti akibat gw-nya yang males makai retainer. 

Gimana pengalaman pakai retainer? So far sih so good ya. Nggak ada kendala apa-apa. Btw saking seringnya gw nerima paketan RATA karena bolak balik ngalamin bermacam tahapan, sekarang gw jadi punya total 4 wadah RATA hahaha. Lumayan lah ya, bisa buat ganti-ganti~~.




Cuap Cuap Terakhir

Nah itu dia, perjalanan gw bersama RATA. Ada yang gw puas, ada yang gw nggak puas. Meskipun begitu, secara keseluruhan sih oke oke aja sama RATA. Sebenernya gw mau bikin semacam kompilasi hal-hal yang membuat gw puas dan tidak puas selama memakai RATA, tapi kayaknya bakal panjang ya kalau gw taruh disini. Jadi nanti bakal dilanjutin di PART 3 aja. -Semoga tidak malas yaaa..